Air mata Sri Mulyani akhirnya jatuh juga. Saat memberikan sambutan dalam serah terima jabatan, Sri Mulyani akhirnya tak kuasa membendung airmatanya saat menghaturkan ucapan terima kasih kepada suaminya, Tony Sumartono dan anak-anaknya.
“Semua yang saya lakukan untuk Indonesia tidak bisa saya lakukan tanpa dukungan dari Tony Sumartono,” ujarnya dengan nada yang mulai bergetar saat memberikan sambutan di kementerian keuangan, Jakarta, Kamis (20/5/2010).
Sejak kalimat itu, Sri Mulyani mulai terbata-bata menahan tangis. Namun, semakin ditahan rupanya air mata itu jatuh juga. Dengan tetap berusaha meneruskan pidatonya, ia kembali menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga.
“Anak-anak yang menjadi pusat kekuatan dalam menjalankan semua tugas-tugas. Untuk itu saya ingin menyampaikan terima kasih,” tuturnya sesegukkan.
Selain kepada keluarga, Sri Mulyani juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada media yang selama ini telah mendukungnya menjalankan tugas sebagai menteri keuangan.
“Dan teman-teman dari media. Saya berterima kasih dalam menjalankan tugas. Media menjadi partner yang mengingatkan saya untuk berbuat lebih baik. Saya mungkin sering mengecewakan namun saya berharap teman-teman media bisa memahami posisi saya,” jelasnya dengan isakan tangis yang semakin memuncah.
Untuk meredam suasana haru yang dibuatnya saat meminta izin untuk pamit, Sri Mulyani ngeles bahwa tangisannya tersebut merupakan ungkapan kelegaan.
“Saya mohon pamit. Saya boleh menangis sekarang karena bukan Menteri Keuangan lagi. Kalau Menteri Keuangan nggak boleh nangis karena rupiah akan goncang. Ini ekspresi kelegaan,” ujarnya sambil menyindir Agus Marto yang berada di sebelahnya.
Rabu, 26 Mei 2010
Sri Mulyani 'ikhlas' Curhat...
Sri Mulyani mengungkapkan curahan hati (curhat) tentang posisi dirinya saat berada di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Banyak kalangan yang mengenal beliau sebagai sosok yang tegas dan tidak kenal kompromi.
Tak heran banyak pihak yang menyukai gaya kepemimpinannya di lingkungan Kementerian Keuangan, namun tak jarang pula orang yang merasa dirinya sebagai salah satu ancaman. Dia pun mengungkapkan bahwa konsep beretika dan sikap mencegah konflik kepentingan di antara pejabat publik di Indonesia masih sangat langka. Bahkan orang yang dianggap menegakkan etika seperti dirinya justru dianggap aneh.
Konsep penegakan etika tersebut diperolehnya ketika dia menjabat sebagai Executive Director IMF. Namun ketika dirinya kembali ke Indonesia dan menjabat sebagai menteri keuangan, keadaan justru berbalik.
“Saat kembali ke Indonesia, saya sering menghadiri rapat tentang suatu kebijakan yang akan berimplikasi pada anggaran, baik belanja atau insentif. Ternyata pihak yang ikut dalam kebijakan itu akan mendapat keuntungannya, tidak ada rasa risih,” tuturnya saat Kuliah Umum Kebijakan Publik dan Etika Publik di Ballroom Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (18/5/2010) malam.
Bahkan menurutnya, banyaknya pejabat negara yang memiliki bisnis yang justru sengaja mengambil keuntungan dari keputusan yang dibuatnya sendiri. Menurutnya hal tersebut adalah suatu penyakit yang dibawa sejak masa orde baru namun saat ini justru terlihat lebih terbuka.
“Ini adalah suatu hal yang merupakan penyakit di zaman orde baru, namun dulu dibuat tertutup. Sekarang malah dibuat seolah telah terbuka dengan keputusan demokratis dan dengan check and balance, tapi sebenarnya tanpa etika,” tuturnya.
Untuk menegakkan etika yang dianutnya tersebut, terkadang dia sering kali bersikap keras terhadap pejabat publik untuk keluar dari ruang rapat apabila kebetulan pejabat tersebut memiliki kepentingan terhadap suatu perusaahan yang sedang dibahas dalam rapat tersebut.
“Ada suatu saat saya membuat rapat dan rapat itu jelas berhubungan dengan suatu perusahaan. Kebetulan yang diundang adalah beberapa komisaris perusahaan itu dan saya meminta kepada yang terkait dan berafiiliasi dengan yang dibicarakan silakan keluar. Mereka malah bilang, Mbak Ani jangan sadis begitu dong,” jelasnya.
Untuk itu, dirinya mengaku resah dengan kultur politik dan sikap pejabat tidak mengedepankan etika. Padahal proses politik dari hulu (presiden) sampai hilir (kepala daerah) adalah proses yang sangat menguras biaya, namun hasilnya justru lebih banyak tidak dirasakan manfaatnya oleh rakyat.
“Harus dihadapi kenyataan bahwa pemilihan itu diawalnya melalui proses yang memerlukan biaya yang luar biasa. Termasuk presiden. Namun bahkan kalkulasi return on investmentnya pun tidak masuk,” pungkasnya. (okezone)
Tak heran banyak pihak yang menyukai gaya kepemimpinannya di lingkungan Kementerian Keuangan, namun tak jarang pula orang yang merasa dirinya sebagai salah satu ancaman. Dia pun mengungkapkan bahwa konsep beretika dan sikap mencegah konflik kepentingan di antara pejabat publik di Indonesia masih sangat langka. Bahkan orang yang dianggap menegakkan etika seperti dirinya justru dianggap aneh.
Konsep penegakan etika tersebut diperolehnya ketika dia menjabat sebagai Executive Director IMF. Namun ketika dirinya kembali ke Indonesia dan menjabat sebagai menteri keuangan, keadaan justru berbalik.
“Saat kembali ke Indonesia, saya sering menghadiri rapat tentang suatu kebijakan yang akan berimplikasi pada anggaran, baik belanja atau insentif. Ternyata pihak yang ikut dalam kebijakan itu akan mendapat keuntungannya, tidak ada rasa risih,” tuturnya saat Kuliah Umum Kebijakan Publik dan Etika Publik di Ballroom Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (18/5/2010) malam.
Bahkan menurutnya, banyaknya pejabat negara yang memiliki bisnis yang justru sengaja mengambil keuntungan dari keputusan yang dibuatnya sendiri. Menurutnya hal tersebut adalah suatu penyakit yang dibawa sejak masa orde baru namun saat ini justru terlihat lebih terbuka.
“Ini adalah suatu hal yang merupakan penyakit di zaman orde baru, namun dulu dibuat tertutup. Sekarang malah dibuat seolah telah terbuka dengan keputusan demokratis dan dengan check and balance, tapi sebenarnya tanpa etika,” tuturnya.
Untuk menegakkan etika yang dianutnya tersebut, terkadang dia sering kali bersikap keras terhadap pejabat publik untuk keluar dari ruang rapat apabila kebetulan pejabat tersebut memiliki kepentingan terhadap suatu perusaahan yang sedang dibahas dalam rapat tersebut.
“Ada suatu saat saya membuat rapat dan rapat itu jelas berhubungan dengan suatu perusahaan. Kebetulan yang diundang adalah beberapa komisaris perusahaan itu dan saya meminta kepada yang terkait dan berafiiliasi dengan yang dibicarakan silakan keluar. Mereka malah bilang, Mbak Ani jangan sadis begitu dong,” jelasnya.
Untuk itu, dirinya mengaku resah dengan kultur politik dan sikap pejabat tidak mengedepankan etika. Padahal proses politik dari hulu (presiden) sampai hilir (kepala daerah) adalah proses yang sangat menguras biaya, namun hasilnya justru lebih banyak tidak dirasakan manfaatnya oleh rakyat.
“Harus dihadapi kenyataan bahwa pemilihan itu diawalnya melalui proses yang memerlukan biaya yang luar biasa. Termasuk presiden. Namun bahkan kalkulasi return on investmentnya pun tidak masuk,” pungkasnya. (okezone)
Selasa, 25 Mei 2010
HUSNIZAR HOOD : Jual Koyo, Jual Diri, Terjual Negeri
Jual Koyo, Jual Diri, Terjual Negeri
PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Redaksi , Minggu, 07 Maret 2010 08:29
Kolom: Hoesnizar Hood
SAYA tak tahu. saya yakin kawan saya juga pasti tak tahu, apakah sekarang koyo atau kami selalu menyebutnya dengan “koyok” masih laku keras di pasaran, maksudnya masih banyak masyarakat yang membeli. Kalau dulu ketika masih di kampung dan indahnya masa kecil, saya tahu obat ”sakti” itu memang sangat luar biasa lakunya. Selain koyok obat buatan china itu berada di rangking pertama tentulah pil APC yang jadi penawar sakit yang sungguh luar biasa.
Pemandangan pipi ditempel koyok tanda sakit gigi, pelipis kiri kanan ditempel koyok tanda kepala pusing kemudian pinggang, perut, kaki dan tangan ditempel koyok sesuatu yang biasa. Bukan satu, kadang dua sekaligus si koyok ditempel di bagian-bagian tubuh mereka. “Biar cepat sembuh”, katanya. Percaya atau tidak percaya, suka atau tidak suka, ketika itu penjualan koyok tetap berada diatas rata-rata, itu berarti masyarakat percaya untuk menggunakannya. Kalau tak percaya siapa pula yang mau membelinya?
“Jangan jual koyok”, sergah Mahmud kepada saya. Sekejap saya terdiam mendengar kalimat yang diucapkannya. Padahal baru saja saya ingin menceritakan kepadanya tentang benda mujarab itu atau paling tidak cerita saya ini bisa kembali akan mengingatkannya kisah kenangan masa lalu. Masih ingat? Ya, benda itu terbuat dari kain bercampur karet dan memiliki perekat dengan ukuran tak lebih dari 6 x 6 centimeter berwarna putih. Itulah koyok dan jika ditempel di bagian tubuh kita akan terasa dingin atau bukan rasa digin sebenarnya, tapi panas yang memberikan angin atau menthol istilah orang kampung saya.
“Siapa yang nak dikoyok?”, jawab saya kepada Mahmud. Kawan saya itu mengangkat bahunya sambil mencibirkan bibirnya. Saya tahu apa yang ada dalam pikirannya. Kemarin dia pernah mengatakan “Orang kita itu paling pandai jual koyok tapi paling mudah juga dikoyok orang”. Dibengak-bengak orang, dijanji-janji orang. Konon kalau nanti si anu yang memimpin akan sejahtera hidup, kalau si anu memimpin akan meneruskan pembangunan yang ada dan kalau si anu memimpin dia adalah simbol marwah negeri. “Dan budak-budak di kampung kita tu Tok, mendengarnya terharu, sampai menitikkan air mata”, cerita Mahmud. “Menagis kenapa Mud?”, Tanya saya. “Lapar, rupanya tak ada makan nasi, cuma epok-epok yang dihidangkan waktu mereka berkunjung ke kampong kita”.
Saya menggaruk-garuk kepala, di dalam bayangan saya nampak ada seseorang yang berbuih-buih mulutnya bersilat lidah dari hulu ke hilir menceritakan kehebatannya dan mencoba meyakinkan orang-orang. Ya, orang yang jadi lawan bicaranya, dan tentulah orang yang jadi lawan bicaranya itu sampai ternganga-nganga mendengar kehebatannya. Ah, dari mana pulalah datang istilah “jual koyok” itu, pikir saya. Istilah yang diungkapkan Mahmud tadi. Yang dipekikkannya kepada saya. Seingat saya seumur hidup saya tak pernah berjualan koyok kalau memakainya memang pernah dan bukan hanya sekali tapi sudah berkali-kali, terutama ketika sakit gigi, ia melintang di pipi.
Istilah itu saya pikir muncul karena koyok itu dianggap bisa menyembuhkan segala macam hal, segala macam penyakit, katakanlah seperti orang “jual obat” yang menawarkan satu jenis obat tapi bisa menyembuhkan seribu penyakit. Mana bisa? Karena itulah muncul “jual koyok”, menjual sesuatu yang dianggap mampu menyelesaikan permasalahan yang ada.
“Betul”, kata Mahmud. “jual koyok tu, jual cerita yang tak betul, seolah-olah dia saja yang hebat, dia saja yang benar, dia saja yang baik”, tambah Mahmud, mempertegas apa yang saya pikirkan tentang istilah jual koyok itu. Kalau begitu suailah apa yang saya pikirkan dengan apa yang kawan saya itu pikirkan juga. Memikirkan tentang siapa si penjual koyok itu. Sesuai juga dengan apa yang kawan saya katakan bahwa orang kita ini paling pandai jual koyok tapi paling mudah juga dikoyok oleh orang lain.
Seperti musim panas yang sekarang ini sedang kita rasakan. Panas karena memang hujan sudah lama tak turun-turun. Panas karena para penjual koyok itu kembali lagi hadir dengan wajah yang lebih santun. Santun yang dibuat-buat. Gambarnya bermunculan di sepanjang jalan, tertempel di dinding-dinding, di kedai-kedai, di tiang-tiang listrik dan dimana-mana saja yang ada ruang pasti mereka para tim sukses akan menempelnya. Mungkin seperti menempel koyok itu juga, soal sakitnya apa, diagnosanya apa yang penting koyok menjadi langkah penyelamatan pertama.
“Yang menempel itu penjual koyok juga, Mud”, berjam-jam mereka menceritakan kehebatan gambar orang yang ditempelnya itu, padahal kita tahu ada yang sudah 5 tahun lalu berkuasa, tak jelas juga apa yang dibuatnya. Seperti tak tahu atau pura-pura tak tahu bahwa selama ini ada kekuasaan di tangannya, atau itu adalah kekuasaan semu. Kekuasaan yang ada di tangan tapi tak berdaya untuk menggunakan, tak ada keberanian. Ada juga yang haus kuasa, begitu bernafsu, padahal dalam pikiran saya dan juga Mahmud, buat apa sih kekuasaan? Kalau ujungnya adalah penderitaan, kalau ujungnya kita mesti harus merasa terzalimi dan dizalimi oleh orang lain kemudian kita pula ingin menzalimi orang lain itu.
“Ssst!, tak usahlah kita pakai istilah kata-kata itu, ngeri mendengarkannya”, ujar Mahmud. “Ini negeri yang bermartabat. Tak ada orang di sini yang mau zalim menzalimi hanya karena kekuasaan. Bukankah sejarah menulis bahwa orang Melayu itu paling rela memberikan kekuasaannya kepada orang lain selagi itu untuk kepentingan negerinya”, tambah Mahmud lagi.
Tapi susah juga hendak mengatakan perihal “bermartabat” itu. Orang-orang kini lebih memilih untuk berpikir yang penting menang daripada berpikir apa yang harus dimenangkan. Hari ini pastilah di dalam bayangan para calon gubernur negeri ini yang kemarin sudah mendaftarkan diri sampai pada batas waktu terakhir dengan berbagai cara perjuangan mereka mendapatkan partai-partai pendukungnya bahwa mereka akan menang dan begitu juga para pengusungnya bahwa mereka juga yakin akan menang. Tak ada seorangpun yang berpikir kalah, kecuali dia yang memang dibayar untuk hanya mendampingi pencalonan takut kalau-kalau tak cukup calonnya.
Bukan hanya kemenangan pribadi tapi ada banyak yang harus dimenangkan dalam pertarungan ini nanti. “Kemenangan negeri ini, itu yang paling utama, Tok. Bahwa kemenangan kita dari “menjual diri” dan “dibeli” oleh masyarakat banyak karena ada rasa kepercayaan mereka dan amanah yang diberikan oleh mereka kepada kita. Karena itulah orang-orang yang akan “menjual diri” itu harus bergegas menyampaikan kepada para “pembeli” mereka yakni masyarakat bahwa mereka adalah seuatu yang pantas dihargai karena memiliki kemampuan dan kesepahaman terhadap tanggung jawab membangun negeri ini.”
“Kalau tidak terjual negeri ini, Tok”, keluh Mahmud, suaranya agak merendah, saya agak terenyuh juga mendengar keluh Mahmud itu. Biasanya kawan saya itu garang, apalagi kalau ada orang yang mau menggadai negeri ini, Tapi kali ini tidak, dia malah merendah. Padahal menurutnya jika tersilap langkah, para penjual koyok itu bisa meninabobokkan kawan-kawan kita yang berada di segala penjuru kampung yang ada. Alamat terjual negeri ini.
“Siapa yang akan peduli, Mud? Kalau bukan awak siapa lagi?”. Hati saya sebenarnya bimbang juga melihat kenyataan yang ada. Tapi itulah politik, kita biasanya hanya bersatu ketika nasib kita susah, hidup papa kedana tapi ketika nasib sudah membaik dan harta sudah mengeliligi kita, mulailah kita bertelagah di antara kita sesama. Kita biasanya tak sanggup membeli tapi kalau terpaksa mengganti kita berjuang setengah mati. Kita biasanya mengukur sesuatu yang kecil dan kita melihat kita besar di situ Tetapi ketika berada dalam sesuatu yang besar kita tak mau mengakuinya bahwa kita begitu kecil berada disitu. Kita meyakini bahwa kita bisa berbuat apa saja yang dinginkan rakyat, kita bisa menjadi penawar duka hati rakyat, menjadi pelipur lara rakyat, menjadi dewa penolong rakyat.
Seperti koyok tadi, yang bisa mengobati apa saja yang sebenarnya kita sendiri yang mengatakan bisa. Lalu kita menempelnya selembar di kening untuk menghilang pening, kita terlelap dan bermimpi bertemu dengan seorang bidadari dan ketika terbangun kita menganggap koyok itu juga yang telah mempertemukannya. Anda mau koyok ? Saya ada tiga, mungkin juga empat, atau ambillah semuanya. ***
PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Redaksi , Minggu, 07 Maret 2010 08:29
Kolom: Hoesnizar Hood
SAYA tak tahu. saya yakin kawan saya juga pasti tak tahu, apakah sekarang koyo atau kami selalu menyebutnya dengan “koyok” masih laku keras di pasaran, maksudnya masih banyak masyarakat yang membeli. Kalau dulu ketika masih di kampung dan indahnya masa kecil, saya tahu obat ”sakti” itu memang sangat luar biasa lakunya. Selain koyok obat buatan china itu berada di rangking pertama tentulah pil APC yang jadi penawar sakit yang sungguh luar biasa.
Pemandangan pipi ditempel koyok tanda sakit gigi, pelipis kiri kanan ditempel koyok tanda kepala pusing kemudian pinggang, perut, kaki dan tangan ditempel koyok sesuatu yang biasa. Bukan satu, kadang dua sekaligus si koyok ditempel di bagian-bagian tubuh mereka. “Biar cepat sembuh”, katanya. Percaya atau tidak percaya, suka atau tidak suka, ketika itu penjualan koyok tetap berada diatas rata-rata, itu berarti masyarakat percaya untuk menggunakannya. Kalau tak percaya siapa pula yang mau membelinya?
“Jangan jual koyok”, sergah Mahmud kepada saya. Sekejap saya terdiam mendengar kalimat yang diucapkannya. Padahal baru saja saya ingin menceritakan kepadanya tentang benda mujarab itu atau paling tidak cerita saya ini bisa kembali akan mengingatkannya kisah kenangan masa lalu. Masih ingat? Ya, benda itu terbuat dari kain bercampur karet dan memiliki perekat dengan ukuran tak lebih dari 6 x 6 centimeter berwarna putih. Itulah koyok dan jika ditempel di bagian tubuh kita akan terasa dingin atau bukan rasa digin sebenarnya, tapi panas yang memberikan angin atau menthol istilah orang kampung saya.
“Siapa yang nak dikoyok?”, jawab saya kepada Mahmud. Kawan saya itu mengangkat bahunya sambil mencibirkan bibirnya. Saya tahu apa yang ada dalam pikirannya. Kemarin dia pernah mengatakan “Orang kita itu paling pandai jual koyok tapi paling mudah juga dikoyok orang”. Dibengak-bengak orang, dijanji-janji orang. Konon kalau nanti si anu yang memimpin akan sejahtera hidup, kalau si anu memimpin akan meneruskan pembangunan yang ada dan kalau si anu memimpin dia adalah simbol marwah negeri. “Dan budak-budak di kampung kita tu Tok, mendengarnya terharu, sampai menitikkan air mata”, cerita Mahmud. “Menagis kenapa Mud?”, Tanya saya. “Lapar, rupanya tak ada makan nasi, cuma epok-epok yang dihidangkan waktu mereka berkunjung ke kampong kita”.
Saya menggaruk-garuk kepala, di dalam bayangan saya nampak ada seseorang yang berbuih-buih mulutnya bersilat lidah dari hulu ke hilir menceritakan kehebatannya dan mencoba meyakinkan orang-orang. Ya, orang yang jadi lawan bicaranya, dan tentulah orang yang jadi lawan bicaranya itu sampai ternganga-nganga mendengar kehebatannya. Ah, dari mana pulalah datang istilah “jual koyok” itu, pikir saya. Istilah yang diungkapkan Mahmud tadi. Yang dipekikkannya kepada saya. Seingat saya seumur hidup saya tak pernah berjualan koyok kalau memakainya memang pernah dan bukan hanya sekali tapi sudah berkali-kali, terutama ketika sakit gigi, ia melintang di pipi.
Istilah itu saya pikir muncul karena koyok itu dianggap bisa menyembuhkan segala macam hal, segala macam penyakit, katakanlah seperti orang “jual obat” yang menawarkan satu jenis obat tapi bisa menyembuhkan seribu penyakit. Mana bisa? Karena itulah muncul “jual koyok”, menjual sesuatu yang dianggap mampu menyelesaikan permasalahan yang ada.
“Betul”, kata Mahmud. “jual koyok tu, jual cerita yang tak betul, seolah-olah dia saja yang hebat, dia saja yang benar, dia saja yang baik”, tambah Mahmud, mempertegas apa yang saya pikirkan tentang istilah jual koyok itu. Kalau begitu suailah apa yang saya pikirkan dengan apa yang kawan saya itu pikirkan juga. Memikirkan tentang siapa si penjual koyok itu. Sesuai juga dengan apa yang kawan saya katakan bahwa orang kita ini paling pandai jual koyok tapi paling mudah juga dikoyok oleh orang lain.
Seperti musim panas yang sekarang ini sedang kita rasakan. Panas karena memang hujan sudah lama tak turun-turun. Panas karena para penjual koyok itu kembali lagi hadir dengan wajah yang lebih santun. Santun yang dibuat-buat. Gambarnya bermunculan di sepanjang jalan, tertempel di dinding-dinding, di kedai-kedai, di tiang-tiang listrik dan dimana-mana saja yang ada ruang pasti mereka para tim sukses akan menempelnya. Mungkin seperti menempel koyok itu juga, soal sakitnya apa, diagnosanya apa yang penting koyok menjadi langkah penyelamatan pertama.
“Yang menempel itu penjual koyok juga, Mud”, berjam-jam mereka menceritakan kehebatan gambar orang yang ditempelnya itu, padahal kita tahu ada yang sudah 5 tahun lalu berkuasa, tak jelas juga apa yang dibuatnya. Seperti tak tahu atau pura-pura tak tahu bahwa selama ini ada kekuasaan di tangannya, atau itu adalah kekuasaan semu. Kekuasaan yang ada di tangan tapi tak berdaya untuk menggunakan, tak ada keberanian. Ada juga yang haus kuasa, begitu bernafsu, padahal dalam pikiran saya dan juga Mahmud, buat apa sih kekuasaan? Kalau ujungnya adalah penderitaan, kalau ujungnya kita mesti harus merasa terzalimi dan dizalimi oleh orang lain kemudian kita pula ingin menzalimi orang lain itu.
“Ssst!, tak usahlah kita pakai istilah kata-kata itu, ngeri mendengarkannya”, ujar Mahmud. “Ini negeri yang bermartabat. Tak ada orang di sini yang mau zalim menzalimi hanya karena kekuasaan. Bukankah sejarah menulis bahwa orang Melayu itu paling rela memberikan kekuasaannya kepada orang lain selagi itu untuk kepentingan negerinya”, tambah Mahmud lagi.
Tapi susah juga hendak mengatakan perihal “bermartabat” itu. Orang-orang kini lebih memilih untuk berpikir yang penting menang daripada berpikir apa yang harus dimenangkan. Hari ini pastilah di dalam bayangan para calon gubernur negeri ini yang kemarin sudah mendaftarkan diri sampai pada batas waktu terakhir dengan berbagai cara perjuangan mereka mendapatkan partai-partai pendukungnya bahwa mereka akan menang dan begitu juga para pengusungnya bahwa mereka juga yakin akan menang. Tak ada seorangpun yang berpikir kalah, kecuali dia yang memang dibayar untuk hanya mendampingi pencalonan takut kalau-kalau tak cukup calonnya.
Bukan hanya kemenangan pribadi tapi ada banyak yang harus dimenangkan dalam pertarungan ini nanti. “Kemenangan negeri ini, itu yang paling utama, Tok. Bahwa kemenangan kita dari “menjual diri” dan “dibeli” oleh masyarakat banyak karena ada rasa kepercayaan mereka dan amanah yang diberikan oleh mereka kepada kita. Karena itulah orang-orang yang akan “menjual diri” itu harus bergegas menyampaikan kepada para “pembeli” mereka yakni masyarakat bahwa mereka adalah seuatu yang pantas dihargai karena memiliki kemampuan dan kesepahaman terhadap tanggung jawab membangun negeri ini.”
“Kalau tidak terjual negeri ini, Tok”, keluh Mahmud, suaranya agak merendah, saya agak terenyuh juga mendengar keluh Mahmud itu. Biasanya kawan saya itu garang, apalagi kalau ada orang yang mau menggadai negeri ini, Tapi kali ini tidak, dia malah merendah. Padahal menurutnya jika tersilap langkah, para penjual koyok itu bisa meninabobokkan kawan-kawan kita yang berada di segala penjuru kampung yang ada. Alamat terjual negeri ini.
“Siapa yang akan peduli, Mud? Kalau bukan awak siapa lagi?”. Hati saya sebenarnya bimbang juga melihat kenyataan yang ada. Tapi itulah politik, kita biasanya hanya bersatu ketika nasib kita susah, hidup papa kedana tapi ketika nasib sudah membaik dan harta sudah mengeliligi kita, mulailah kita bertelagah di antara kita sesama. Kita biasanya tak sanggup membeli tapi kalau terpaksa mengganti kita berjuang setengah mati. Kita biasanya mengukur sesuatu yang kecil dan kita melihat kita besar di situ Tetapi ketika berada dalam sesuatu yang besar kita tak mau mengakuinya bahwa kita begitu kecil berada disitu. Kita meyakini bahwa kita bisa berbuat apa saja yang dinginkan rakyat, kita bisa menjadi penawar duka hati rakyat, menjadi pelipur lara rakyat, menjadi dewa penolong rakyat.
Seperti koyok tadi, yang bisa mengobati apa saja yang sebenarnya kita sendiri yang mengatakan bisa. Lalu kita menempelnya selembar di kening untuk menghilang pening, kita terlelap dan bermimpi bertemu dengan seorang bidadari dan ketika terbangun kita menganggap koyok itu juga yang telah mempertemukannya. Anda mau koyok ? Saya ada tiga, mungkin juga empat, atau ambillah semuanya. ***
Ibas SBY di pinang Tim Anas
Tim Anas Langsung Pinang
JPNN, Jakarta
redaksi@batampos.com Alamat E-mail ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya
Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) masih menjadi salah satu calon terkuat Sekjen DPP Partai Demokrat ke depan. Tim pemenangan Anas Urbaningrum dalam kongres lalu siap mendorong putra bungsu SBY itu untuk menduduki posisi tersebut, mendampingi ketua umum terpilih Anas Urbaningrum.
Ketua tim pemenangan Anas, Ahmad Mubarok mengungkapkan, skenario tersebut juga sudah disampaikan kepada Ibas. “Dia memilih merendah dan bilang kalau masih ada orang lain yang lebih baik. Tapi, ini yang justru menarik,” kata Mubarok saat dihubungi tadi malam (24/5).
Menurut dia, sikap rendah hati itu justru menjadi bukti kematangan Ibas dalam berpolitik saat ini. Karena itu, dia yakin, posisi Sekjen sudah cukup tepat untuk dipercayakan kepadanya. “Dia cukup cerdas, cepat sekali berkembangnya,” tambah mantan wakil ketua umum DPP Partai Demokrat tersebut.
Menurut Mubarok, potensi anggota Komisi I DPR kelahiran Bandung, 21 November 1980 tersebut yang sudah muncul saat ini baru sekitar 60 persen.
“Dia itu aset Demokrat. Kira-kira setengah tahun lagi dia pasti sudah matang,” yakinya.
Selama ini, lanjut dia, Ibas belum banyak mendapat kesempatan keluar. Dia relatif masih terus berada di bawah bayang-bayang SBY. Namun, Mubarok yakin, jika dia diberi kepercayaan, pasti ceritanya akan lain. “Buktinya di kongres kemarin. Sebagai ketua SC dia sukses. Bahkan, kongres Demokrat dianggap sebagai kongres paling demokratis,” tambahnya.
Apakah Anas juga sudah setuju Ibas jadi Sekjen? Mubarok menyatakan bahwa Anas belum memberikan kepastian. Sebagai sosok yang demokratis, kata dia, Anas biasanya memang lebih suka mendengar dulu masukan-masukan dari pihak lain. “Dia tunggu masukan dari saya, termasuk masukan dari rekan-rekan sesama tim yang lain,” imbuhnya.
Susunan lengkap kepengurusan Demokrat pada masa kepemimpinan Anas diperkirakan baru terlihat pada dua pekan mendatang. Kubu Andi Mallarangeng, yang kalah sejak putaran pertama pemilihan, juga melihat potensi Ibas untuk masuk dalam kepengurusan baru.
”Wacana itu sudah sejak dulu, juga sudah berkembang dan DPC-DPC juga mengatakan itu. Menurut saya, bagus juga itu,” kata Ramadhan Pohan, mantan sekretaris tim sukses Andi Mallarangeng di gedung DPR, Jakarta, kemarin (24/5).
Menurut Pohan, seperti hal terpilihnya Anas, Ibas sudah layak dan mampu menduduki posisi penting di kepengurusan harian. Modal yang dibawa Ibas sudah cukup. Apalagi, Ibas juga sukses menggelar kongres yang disebut-sebut paling demokratis dibanding yang lain. “Ibas sudah berhasil jadi ketua SC. Itu modal penting,” ujarnya.
Tidak hanya Ibas, Andi Mallarangeng sebagai pesaing Anas dalam kongres pun siap ditempatkan di posisi mana pun. Sebagai ketua umum baru, menurut Pohan, Anas siap merangkul para pesaingnya di dalam kepengurusan. Dengan merangkul Andi, akan ada sisi positif yang didapat di kepengurusan Anas. “Di mata rakyat (Andi) itu tertinggi. Kalau tidak dilibatkan, pasti rugi,” ujarnya.
Kekalahan Andi dalam Kongres Demokrat tersebut, jelas Pohan, lebih disebabkan komunikasi politik yang kurang intensif dengan ketua DPC-DPD Demokrat sebagai pemegang hak suara. Bukan karena tingkat elektabilitas Andi yang rendah di tengah masyarakat.
”Yang punya hak pilih kan DPC-DPD, bukan masyarakat umum,” kata Pohan. Dia menyatakan, Anas dan Marzuki Alie memang mempunyai kedekatan emosional dengan DPC-DPD Demokrat. “Keterlibatan dan komunikasi mereka secara langsung dengan DPC-DPD membuahkan hasil. Kekuatan inilah yang tidak dimiliki Andi,” ujarnya.
Berharap Anas Lawan Oligarki Politik
Kelompok parpol koalisi pemerintahan punya ekspektasi tinggi terhadap Anas Urbaningrum yang terpilih sebagai ketua umum DPP Partai Demokrat. Mereka tidak hanya berharap sosok Anas dapat menjadikan kinerja koalisi lebih baik, tetapi juga melawan arah penguasaan parpol yang didominasi segelintir orang, politisi, dan pengusaha.
”Semoga Anas mampu mendemokratiskan kecenderungan oligarki yang begitu kuat di partai politik,” kata Ketua DPP PPP Lukman Hakim Saifudin di Jakarta kemarin (24/5).
Dia memotivasi Anas agar tetap menjaga idealisme. “Semoga idealismenya terus dan justru semakin berkobar setelah menjadi orang nomor satu di parpol terbesar,” tutur Lukman yang juga wakil ketua MPR itu.
Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie juga mengucapkan selamat kepada Anas. Menurut dia, terpilihnya Anas menunjukkan bahwa proses demokrasi berjalan dengan baik di Partai Demokrat. Bagi Ical, sapaan Aburizal Bakrie, Anas pantas untuk memikul jabatan ketua umum dan bisa membangun Partai Demokrat.
Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso menyatakan, pencapaian Anas terbilang istimewa. Partai Demokrat dianggap telah melakukan lompatan regenerasi yang positif. ”Itu tradisi alih generasi yang hebat,” papar dia. Sebagai pemenang Pemilu 2009, Partai Demokrat telah berani menampilkan tokoh muda berusia 40 tahunan. Dia yakin bahwa kapasitas Anas tidak kalah oleh ketua umum lain.
Wakil Ketua Umum DPP PAN Drajad Wibowo juga mengapresiasi terpilihnya Anas secara demokratis itu. Sebagai bagian dari mitra koalisi pemerintahan, Drajad menegaskan, PAN siap bekerja sama dengan ketua umum Partai Demokrat yang baru, baik di eksekutif maupun legislatif. ”Meski, mungkin ada sedikit perubahan dalam pola komunikasi antarpartai koalisi di DPR,” ucap dia.
Namun, Drajad tidak mau mengeksplorasi lebih mendalam atas pernyataan tersebut. “Tidak usah dirinci. Anas mempunyai pola komunikasi tersendiri. Yang jelas, positif,” terang Drajad lantas tertawa.
Sementara itu, sebagai kolega di lintas fraksi dan koalisi, Ketua DPP PKB Marwan Jafar berharap komunikasi politik dengan Partai Demokrat bisa semakin intensif. “Koalisi harus semakin mantap,” ungkap Marwan.
Menurut dia, dengan terobosan besar, koalisi akan semakin produktif dalam bekerja untuk rakyat. “Anas harus berani menciptakan perubahan di forum fraksi-fraksi dan koalisi,” tegas ketua Fraksi PKB di DPR itu.
Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal juga memberikan apresiasi khusus atas pemilihan ketua umum di Partai Demokrat. Proses di kongres Demokrat menunjukkan adanya demokrasi di Indonesia. Ke depan, Mustafa berharap proses itu bisa berkembang ke ruang-ruang yang memungkinkan terjadinya demokrasi. “Tidak hanya kepada Anas, itu lebih kepada Demokrat,” terang Mustafa.
Apakah itu akan menginspirasi PKS pada munas yang segera berlangsung? Mustafa menyatakan, setiap partai memiliki jati diri sendiri. Ada aturan yang dijalankan setiap partai. Aturan antara partai satu dan lainnya berbeda-beda. “Tidak perlu penyeragaman. Setiap partai kan punya warna,” tegas dia. ***
JPNN, Jakarta
redaksi@batampos.com Alamat E-mail ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya
Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) masih menjadi salah satu calon terkuat Sekjen DPP Partai Demokrat ke depan. Tim pemenangan Anas Urbaningrum dalam kongres lalu siap mendorong putra bungsu SBY itu untuk menduduki posisi tersebut, mendampingi ketua umum terpilih Anas Urbaningrum.
Ketua tim pemenangan Anas, Ahmad Mubarok mengungkapkan, skenario tersebut juga sudah disampaikan kepada Ibas. “Dia memilih merendah dan bilang kalau masih ada orang lain yang lebih baik. Tapi, ini yang justru menarik,” kata Mubarok saat dihubungi tadi malam (24/5).
Menurut dia, sikap rendah hati itu justru menjadi bukti kematangan Ibas dalam berpolitik saat ini. Karena itu, dia yakin, posisi Sekjen sudah cukup tepat untuk dipercayakan kepadanya. “Dia cukup cerdas, cepat sekali berkembangnya,” tambah mantan wakil ketua umum DPP Partai Demokrat tersebut.
Menurut Mubarok, potensi anggota Komisi I DPR kelahiran Bandung, 21 November 1980 tersebut yang sudah muncul saat ini baru sekitar 60 persen.
“Dia itu aset Demokrat. Kira-kira setengah tahun lagi dia pasti sudah matang,” yakinya.
Selama ini, lanjut dia, Ibas belum banyak mendapat kesempatan keluar. Dia relatif masih terus berada di bawah bayang-bayang SBY. Namun, Mubarok yakin, jika dia diberi kepercayaan, pasti ceritanya akan lain. “Buktinya di kongres kemarin. Sebagai ketua SC dia sukses. Bahkan, kongres Demokrat dianggap sebagai kongres paling demokratis,” tambahnya.
Apakah Anas juga sudah setuju Ibas jadi Sekjen? Mubarok menyatakan bahwa Anas belum memberikan kepastian. Sebagai sosok yang demokratis, kata dia, Anas biasanya memang lebih suka mendengar dulu masukan-masukan dari pihak lain. “Dia tunggu masukan dari saya, termasuk masukan dari rekan-rekan sesama tim yang lain,” imbuhnya.
Susunan lengkap kepengurusan Demokrat pada masa kepemimpinan Anas diperkirakan baru terlihat pada dua pekan mendatang. Kubu Andi Mallarangeng, yang kalah sejak putaran pertama pemilihan, juga melihat potensi Ibas untuk masuk dalam kepengurusan baru.
”Wacana itu sudah sejak dulu, juga sudah berkembang dan DPC-DPC juga mengatakan itu. Menurut saya, bagus juga itu,” kata Ramadhan Pohan, mantan sekretaris tim sukses Andi Mallarangeng di gedung DPR, Jakarta, kemarin (24/5).
Menurut Pohan, seperti hal terpilihnya Anas, Ibas sudah layak dan mampu menduduki posisi penting di kepengurusan harian. Modal yang dibawa Ibas sudah cukup. Apalagi, Ibas juga sukses menggelar kongres yang disebut-sebut paling demokratis dibanding yang lain. “Ibas sudah berhasil jadi ketua SC. Itu modal penting,” ujarnya.
Tidak hanya Ibas, Andi Mallarangeng sebagai pesaing Anas dalam kongres pun siap ditempatkan di posisi mana pun. Sebagai ketua umum baru, menurut Pohan, Anas siap merangkul para pesaingnya di dalam kepengurusan. Dengan merangkul Andi, akan ada sisi positif yang didapat di kepengurusan Anas. “Di mata rakyat (Andi) itu tertinggi. Kalau tidak dilibatkan, pasti rugi,” ujarnya.
Kekalahan Andi dalam Kongres Demokrat tersebut, jelas Pohan, lebih disebabkan komunikasi politik yang kurang intensif dengan ketua DPC-DPD Demokrat sebagai pemegang hak suara. Bukan karena tingkat elektabilitas Andi yang rendah di tengah masyarakat.
”Yang punya hak pilih kan DPC-DPD, bukan masyarakat umum,” kata Pohan. Dia menyatakan, Anas dan Marzuki Alie memang mempunyai kedekatan emosional dengan DPC-DPD Demokrat. “Keterlibatan dan komunikasi mereka secara langsung dengan DPC-DPD membuahkan hasil. Kekuatan inilah yang tidak dimiliki Andi,” ujarnya.
Berharap Anas Lawan Oligarki Politik
Kelompok parpol koalisi pemerintahan punya ekspektasi tinggi terhadap Anas Urbaningrum yang terpilih sebagai ketua umum DPP Partai Demokrat. Mereka tidak hanya berharap sosok Anas dapat menjadikan kinerja koalisi lebih baik, tetapi juga melawan arah penguasaan parpol yang didominasi segelintir orang, politisi, dan pengusaha.
”Semoga Anas mampu mendemokratiskan kecenderungan oligarki yang begitu kuat di partai politik,” kata Ketua DPP PPP Lukman Hakim Saifudin di Jakarta kemarin (24/5).
Dia memotivasi Anas agar tetap menjaga idealisme. “Semoga idealismenya terus dan justru semakin berkobar setelah menjadi orang nomor satu di parpol terbesar,” tutur Lukman yang juga wakil ketua MPR itu.
Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie juga mengucapkan selamat kepada Anas. Menurut dia, terpilihnya Anas menunjukkan bahwa proses demokrasi berjalan dengan baik di Partai Demokrat. Bagi Ical, sapaan Aburizal Bakrie, Anas pantas untuk memikul jabatan ketua umum dan bisa membangun Partai Demokrat.
Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso menyatakan, pencapaian Anas terbilang istimewa. Partai Demokrat dianggap telah melakukan lompatan regenerasi yang positif. ”Itu tradisi alih generasi yang hebat,” papar dia. Sebagai pemenang Pemilu 2009, Partai Demokrat telah berani menampilkan tokoh muda berusia 40 tahunan. Dia yakin bahwa kapasitas Anas tidak kalah oleh ketua umum lain.
Wakil Ketua Umum DPP PAN Drajad Wibowo juga mengapresiasi terpilihnya Anas secara demokratis itu. Sebagai bagian dari mitra koalisi pemerintahan, Drajad menegaskan, PAN siap bekerja sama dengan ketua umum Partai Demokrat yang baru, baik di eksekutif maupun legislatif. ”Meski, mungkin ada sedikit perubahan dalam pola komunikasi antarpartai koalisi di DPR,” ucap dia.
Namun, Drajad tidak mau mengeksplorasi lebih mendalam atas pernyataan tersebut. “Tidak usah dirinci. Anas mempunyai pola komunikasi tersendiri. Yang jelas, positif,” terang Drajad lantas tertawa.
Sementara itu, sebagai kolega di lintas fraksi dan koalisi, Ketua DPP PKB Marwan Jafar berharap komunikasi politik dengan Partai Demokrat bisa semakin intensif. “Koalisi harus semakin mantap,” ungkap Marwan.
Menurut dia, dengan terobosan besar, koalisi akan semakin produktif dalam bekerja untuk rakyat. “Anas harus berani menciptakan perubahan di forum fraksi-fraksi dan koalisi,” tegas ketua Fraksi PKB di DPR itu.
Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal juga memberikan apresiasi khusus atas pemilihan ketua umum di Partai Demokrat. Proses di kongres Demokrat menunjukkan adanya demokrasi di Indonesia. Ke depan, Mustafa berharap proses itu bisa berkembang ke ruang-ruang yang memungkinkan terjadinya demokrasi. “Tidak hanya kepada Anas, itu lebih kepada Demokrat,” terang Mustafa.
Apakah itu akan menginspirasi PKS pada munas yang segera berlangsung? Mustafa menyatakan, setiap partai memiliki jati diri sendiri. Ada aturan yang dijalankan setiap partai. Aturan antara partai satu dan lainnya berbeda-beda. “Tidak perlu penyeragaman. Setiap partai kan punya warna,” tegas dia. ***
keringat cagub/cawagub kepri
Ditulis oleh Redaksi , Senin, 24 May 2010 08:29
Gerimis turun di depan rumah megah di Blok A17 Perumahan Duta Mas, Batam Center, Rabu (19/5) pagi. Kehadiran puluhan tamu, yang datang silih berganti, membuat suasana terasa hangat. Rumah itu tak pernah sepi. Belasan mobil berjejer di depannya. Satu di antaranya Toyota Fortuner hitam yang mesinnya tengah menyala.
Sesaat kemudian, sang tuan rumah, HM Soerya Respationo, calon wakil gubernur Kepri yang berpasangan dengan HM Sani, keluar dari rumah. Ia langsung masuk ke Fortuner hitam. “Yuk, kita berangkat,” katanya.
Pagi itu, iring-iringan mobil rombongan Soerya menuju Pelabuhan Telagapunggur, sebuah feri carteran sudah menanti di sana. Lapangan Pamedan Tanjungpinang adalah tujuan akhir perjalanan mereka.
Sepanjang pelayaran menuju Tanjungpinang, mereka bernyanyi, mempelesetkan lagu Munajat Cinta milik kelompok The Rock. Liriknya diganti, Tuhan kirimkanlah Kepri, pemimpin yang baik hati, yang mencintai rakyatnya, Sani dan Soerya.
Di Lapangan Pamedan gerimis makin deras. Soerya turun dari panggung, berbaur dengan massa. Ia bergoyang di bawah hujan. Berbasah-basah. Sehari sebelumnya, di Lapangan Antam, Bintan, Soerya berpanas-panas di tengah massa pendukungnya. Dia menantang tim kampanyenya yang mengaku masih muda, ikut berjemur di bawah terik matahari.
Sepulang dari Bintan, malamnya Soerya bertemu warga di Tanjungpiayu. Pagi-pagi keesokan harinya menuju Tanjungpinang lagi. Lalu, Kamisnya Soerya kembali berada di atas feri menuju Karimun.
Menjelang pemilihan calon gubernur dan wakil gubernur Kepri, 26 Mei, Soerya berkejaran dengan waktu. Siang malam ia menghadiri pertemuan dan berkampanye. “Orang yang ingin ketemu banyak sekali. Waiting list-nya banyak. Banyak yang tak bisa ketemu karena agenda Bapak (Soerya,red) padat,” kata Saproni, anggota tim kampanye pasangan 2 HMS ini.
HM Sani juga begitu. “Setiap hari saya baru tidur jam 2 pagi. Jam 5 sudah bangun. Sibuk sekali,” kata pasangan Soerya itu di Gedung Olah Raga Kacapiring, Tanjungpinang, Selasa (18/5).
Namun Sani mengaku tak lelah. Senyumnya terus diumbar. “Ikhlas dan semangat. Itu kuncinya,” tuturnya. Sepanjang masa kampanye, baik di lapangan terbuka maupun pertemuan-pertemuan terbatas, kata Sani, penerimaan masyarakat terhadap pasangan 2 HMS sangat tinggi. “Saya optimis. Apalagi tokoh pembentukan Provinsi Kepri, Huzrin Hood, bergabung dengan kami. Insya Allah menang,” kata Sani.
Sumber Batam Pos menyebutkan, Sanilah yang melobi Huzrin. Sani dianggap punya hubungan yang dekat dengan Huzrin. Selain sama-sama berasal dari Kundur, Sani dan Huzrin juga tak pernah punya dendam pribadi. Karena itu, tim 2 HMS memilih mengutus Sani, bukan Soerya. Ditanya soal ini, Sani tak menampik. “Saya berteman dengan dia bukan hanya di kala senang, di kala susah saya juga berteman. Saat dia dipenjara, saya sering berkunjung. Kami teman baik,” tutur Sani.
Sani mengaku sudah berjuang maksimal. “Apapun hasilnya, saya serahkan kepada Yang di Atas,” tuturnya.
Sani selalu menyanyi di setiap kampanye. Sebelum berorasi, dia rutin ke belakang panggung menemui band pengiringnya. Kepada mereka, Sani memesan lagu Cucak Rowo. Ia juga hafal, harus menyanyi dengan nada apa. “Usai orasi nanti, langsung musik ya. Cucak Rowo,” katanya kepada mereka.
Meski suaranya agak fals, Sani selalu bersemangat jika menyanyikan lagu Cucak Rowo. Sepanjang kampanye di lapangan Antam Bintan di tengah terik matahari, atau di bawah guyuran hujan di lapangan Pamedan Tanjungpinang, ia terus bergoyang dengan Cucak Rowo-nya itu. Tangannya terangkat, mengacungkan dua jari, sebagai tanda nomor urut 2, nomor pasangan 2 HMS itu.
Massa tak henti-hentinya meneriakkan nama 2 HMS. Apalagi setiap dia berteriak 2 HMS, massa selalu menjawabnya dengan teriakan “menang”. Ia mengingatkan massa agar tak memilih yang lain. ”Jangan ada dusta di antara kita,” teriaknya.
***
Kamis (20/5) siang, Nyat Kadir baru selesai mandi. Dia mengenakan batik lengan panjang, bercelana hitam. Rambutnya berminyak, tersisir rapi ke belakang. Di tangannya, Blackberry Gemini warna hitam tergenggam.
Wajahnya terlihat segar. Ia menemui para tamu yang sudah menunggu di rumahnya, di Tiban II Sekupang. Empat pasang sofa di ruang tamunya hampir penuh. “Saya baru pulang dari Karimun, habis ini mau ke Jakarta,” katanya.
Sehari sebelumnya, Nyat Kadir seharian di Karimun. Dia berkampanye di empat titik tanpa jeda. Dia menyapa dan berdialog dengan warga Teluk Paku, Lembah Permai, Lubuk Semut, dan Batu Lipai. Malamnya, dia tak kembali ke Batam. Tapi memilih bernyanyi dengan para pengamen di Pasar Malam Karimun.
Nyat yang pernah punya album bersama artis dangdut Cici Paramida membawakan lagu-lagu Melayu. Lagu-lagu seperti Fatwa Pujangga, Seroja dan Si Buah Hati dibawakannya penuh perasaan. Nyat memetik sendiri gitarnya. “Saya memberi semangat kepada mereka, karena selama ini mereka kurang diperhatikan,” tuturnya.
Nyat mengaku tak punya banyak dana dalam pemilihan gubernur Kepri kali ini. Beda dengan dulu, saat ia baru mundur dari kursi Wali Kota Batam, tahun 2005 silam. Karena itu, dia tak jor-joran dalam berkampanye. “Tapi saya bangga dengan pendukung saya. Militansi mereka sangat tinggi,” katanya.
Besarnya dukungan, dan semangat yang ada pada dirinya, kata Nyat, yang memberi energi lebih. Nyat mengaku tak merasa capek meski harus begadang tiap malam. “Saya istirahat paling hanya tiga jam sehari,” katanya.
Dalam sehari, Nyat menghadiri sepuluh pertemuan di luar rumahnya. Pukul sebelas malam, dia baru pulang. “Itu tak bisa langsung istirahat. Banyak tamu ingin ketemu di rumah. Bahkan kadang sampai azan Subuh terdengar,” katanya.
Saking banyaknya tamu, Nyat sampai harus menggelar open house. Dari pagi sampai malam dia tak beranjak. Duduk di kursi ruang tamunya, menerima mereka yang bergantian menyatakan dukungan. Satu-satunya obat jika ia merasa lelah, kata Nyat, adalah dipijat tukang pijat langganannya, Syamsurizal. “Biasanya pijat di rumah,” ujarnya.
Nyat dan pendukungnya juga banyak menggelar doa bersama. Di musala yang berada di samping rumahnya, ada yang khusus mengkhatam Alquran 30 juz setiap hari. Yasin dan doa Asmaul Husna juga terus dipanjatkan untuk kemenangan Nyat Kadir. “Sampai-sampai kami mempelesetkan kepanjangan NKRI dengan Naik Karena Ridho Ilahi,” katanya.
Nyat merasa ada yang berbeda dalam keikutsertaannya di pemilihan gubernur Kepri, kali ini. Perasaannya makin mantap, militansi pendukung juga dirasakannya lebih tinggi.
“Sekarang saya juga tak terikat, bisa kemana-mana tanpa harus minta izin sana-sini. Beda dengan dulu,” katanya.
Dia mengaku sudah mengerahkan segala energi dan kemampuannya. Pemilihan gubernur kali ini adalah kesempatan terakhir baginya. “Dalam setiap pertandingan pasti dua kemungkinannya, kalah atau menang. Saya optimis menang, tapi juga siap menerima apapun yang terjadi nanti,” tuturnya.
***
Jumat (21/5) adalah kampanye terakhir pasangan Aida Ismeth dan Eddy Wijaya. Bertempat di lapangan parkir Stadion Temenggung Abdul Jamal, Batam, kampanye berlangsung meriah karena dihibur grup musik Radja. Kehadiran ribuan pendukung membuat Aida sumringah. Aida yang duduk di samping kiri panggung terus menebar senyum.
Begitu acara bubar, ribuan pendukung menyerbu Aida, mereka berebut ingin bersalaman dan foto bersama. Petugas keamanan terpaksa mengelilingi Aida lalu mengawalnya hingga ke mobil.
Menurut Agustar, Aida selalu optimis. Perasaan itu didasari hasil survei oleh tim pemenangan Aida Berjaya yang menunjukkan elektabilitas dan popularitas pasangan itu sangat dinamis.
Kampanye Aida Ismeth dan Eddy Wijaya selama dua pekan ini termasuk yang meriah dan besar-besaran. Tidak sedikit biaya yang dikeluarkan.
Agustar mengungkapkan, di Batam bisa menghabiskan biaya antara Rp300 juta-Rp400 juta sekali kampanye. Biaya menghadirkan grup musik Radja saja, katanya, sekitar Rp70 juta. (med/uma/bal)
--------
Gerimis turun di depan rumah megah di Blok A17 Perumahan Duta Mas, Batam Center, Rabu (19/5) pagi. Kehadiran puluhan tamu, yang datang silih berganti, membuat suasana terasa hangat. Rumah itu tak pernah sepi. Belasan mobil berjejer di depannya. Satu di antaranya Toyota Fortuner hitam yang mesinnya tengah menyala.
Sesaat kemudian, sang tuan rumah, HM Soerya Respationo, calon wakil gubernur Kepri yang berpasangan dengan HM Sani, keluar dari rumah. Ia langsung masuk ke Fortuner hitam. “Yuk, kita berangkat,” katanya.
Pagi itu, iring-iringan mobil rombongan Soerya menuju Pelabuhan Telagapunggur, sebuah feri carteran sudah menanti di sana. Lapangan Pamedan Tanjungpinang adalah tujuan akhir perjalanan mereka.
Sepanjang pelayaran menuju Tanjungpinang, mereka bernyanyi, mempelesetkan lagu Munajat Cinta milik kelompok The Rock. Liriknya diganti, Tuhan kirimkanlah Kepri, pemimpin yang baik hati, yang mencintai rakyatnya, Sani dan Soerya.
Di Lapangan Pamedan gerimis makin deras. Soerya turun dari panggung, berbaur dengan massa. Ia bergoyang di bawah hujan. Berbasah-basah. Sehari sebelumnya, di Lapangan Antam, Bintan, Soerya berpanas-panas di tengah massa pendukungnya. Dia menantang tim kampanyenya yang mengaku masih muda, ikut berjemur di bawah terik matahari.
Sepulang dari Bintan, malamnya Soerya bertemu warga di Tanjungpiayu. Pagi-pagi keesokan harinya menuju Tanjungpinang lagi. Lalu, Kamisnya Soerya kembali berada di atas feri menuju Karimun.
Menjelang pemilihan calon gubernur dan wakil gubernur Kepri, 26 Mei, Soerya berkejaran dengan waktu. Siang malam ia menghadiri pertemuan dan berkampanye. “Orang yang ingin ketemu banyak sekali. Waiting list-nya banyak. Banyak yang tak bisa ketemu karena agenda Bapak (Soerya,red) padat,” kata Saproni, anggota tim kampanye pasangan 2 HMS ini.
HM Sani juga begitu. “Setiap hari saya baru tidur jam 2 pagi. Jam 5 sudah bangun. Sibuk sekali,” kata pasangan Soerya itu di Gedung Olah Raga Kacapiring, Tanjungpinang, Selasa (18/5).
Namun Sani mengaku tak lelah. Senyumnya terus diumbar. “Ikhlas dan semangat. Itu kuncinya,” tuturnya. Sepanjang masa kampanye, baik di lapangan terbuka maupun pertemuan-pertemuan terbatas, kata Sani, penerimaan masyarakat terhadap pasangan 2 HMS sangat tinggi. “Saya optimis. Apalagi tokoh pembentukan Provinsi Kepri, Huzrin Hood, bergabung dengan kami. Insya Allah menang,” kata Sani.
Sumber Batam Pos menyebutkan, Sanilah yang melobi Huzrin. Sani dianggap punya hubungan yang dekat dengan Huzrin. Selain sama-sama berasal dari Kundur, Sani dan Huzrin juga tak pernah punya dendam pribadi. Karena itu, tim 2 HMS memilih mengutus Sani, bukan Soerya. Ditanya soal ini, Sani tak menampik. “Saya berteman dengan dia bukan hanya di kala senang, di kala susah saya juga berteman. Saat dia dipenjara, saya sering berkunjung. Kami teman baik,” tutur Sani.
Sani mengaku sudah berjuang maksimal. “Apapun hasilnya, saya serahkan kepada Yang di Atas,” tuturnya.
Sani selalu menyanyi di setiap kampanye. Sebelum berorasi, dia rutin ke belakang panggung menemui band pengiringnya. Kepada mereka, Sani memesan lagu Cucak Rowo. Ia juga hafal, harus menyanyi dengan nada apa. “Usai orasi nanti, langsung musik ya. Cucak Rowo,” katanya kepada mereka.
Meski suaranya agak fals, Sani selalu bersemangat jika menyanyikan lagu Cucak Rowo. Sepanjang kampanye di lapangan Antam Bintan di tengah terik matahari, atau di bawah guyuran hujan di lapangan Pamedan Tanjungpinang, ia terus bergoyang dengan Cucak Rowo-nya itu. Tangannya terangkat, mengacungkan dua jari, sebagai tanda nomor urut 2, nomor pasangan 2 HMS itu.
Massa tak henti-hentinya meneriakkan nama 2 HMS. Apalagi setiap dia berteriak 2 HMS, massa selalu menjawabnya dengan teriakan “menang”. Ia mengingatkan massa agar tak memilih yang lain. ”Jangan ada dusta di antara kita,” teriaknya.
***
Kamis (20/5) siang, Nyat Kadir baru selesai mandi. Dia mengenakan batik lengan panjang, bercelana hitam. Rambutnya berminyak, tersisir rapi ke belakang. Di tangannya, Blackberry Gemini warna hitam tergenggam.
Wajahnya terlihat segar. Ia menemui para tamu yang sudah menunggu di rumahnya, di Tiban II Sekupang. Empat pasang sofa di ruang tamunya hampir penuh. “Saya baru pulang dari Karimun, habis ini mau ke Jakarta,” katanya.
Sehari sebelumnya, Nyat Kadir seharian di Karimun. Dia berkampanye di empat titik tanpa jeda. Dia menyapa dan berdialog dengan warga Teluk Paku, Lembah Permai, Lubuk Semut, dan Batu Lipai. Malamnya, dia tak kembali ke Batam. Tapi memilih bernyanyi dengan para pengamen di Pasar Malam Karimun.
Nyat yang pernah punya album bersama artis dangdut Cici Paramida membawakan lagu-lagu Melayu. Lagu-lagu seperti Fatwa Pujangga, Seroja dan Si Buah Hati dibawakannya penuh perasaan. Nyat memetik sendiri gitarnya. “Saya memberi semangat kepada mereka, karena selama ini mereka kurang diperhatikan,” tuturnya.
Nyat mengaku tak punya banyak dana dalam pemilihan gubernur Kepri kali ini. Beda dengan dulu, saat ia baru mundur dari kursi Wali Kota Batam, tahun 2005 silam. Karena itu, dia tak jor-joran dalam berkampanye. “Tapi saya bangga dengan pendukung saya. Militansi mereka sangat tinggi,” katanya.
Besarnya dukungan, dan semangat yang ada pada dirinya, kata Nyat, yang memberi energi lebih. Nyat mengaku tak merasa capek meski harus begadang tiap malam. “Saya istirahat paling hanya tiga jam sehari,” katanya.
Dalam sehari, Nyat menghadiri sepuluh pertemuan di luar rumahnya. Pukul sebelas malam, dia baru pulang. “Itu tak bisa langsung istirahat. Banyak tamu ingin ketemu di rumah. Bahkan kadang sampai azan Subuh terdengar,” katanya.
Saking banyaknya tamu, Nyat sampai harus menggelar open house. Dari pagi sampai malam dia tak beranjak. Duduk di kursi ruang tamunya, menerima mereka yang bergantian menyatakan dukungan. Satu-satunya obat jika ia merasa lelah, kata Nyat, adalah dipijat tukang pijat langganannya, Syamsurizal. “Biasanya pijat di rumah,” ujarnya.
Nyat dan pendukungnya juga banyak menggelar doa bersama. Di musala yang berada di samping rumahnya, ada yang khusus mengkhatam Alquran 30 juz setiap hari. Yasin dan doa Asmaul Husna juga terus dipanjatkan untuk kemenangan Nyat Kadir. “Sampai-sampai kami mempelesetkan kepanjangan NKRI dengan Naik Karena Ridho Ilahi,” katanya.
Nyat merasa ada yang berbeda dalam keikutsertaannya di pemilihan gubernur Kepri, kali ini. Perasaannya makin mantap, militansi pendukung juga dirasakannya lebih tinggi.
“Sekarang saya juga tak terikat, bisa kemana-mana tanpa harus minta izin sana-sini. Beda dengan dulu,” katanya.
Dia mengaku sudah mengerahkan segala energi dan kemampuannya. Pemilihan gubernur kali ini adalah kesempatan terakhir baginya. “Dalam setiap pertandingan pasti dua kemungkinannya, kalah atau menang. Saya optimis menang, tapi juga siap menerima apapun yang terjadi nanti,” tuturnya.
***
Jumat (21/5) adalah kampanye terakhir pasangan Aida Ismeth dan Eddy Wijaya. Bertempat di lapangan parkir Stadion Temenggung Abdul Jamal, Batam, kampanye berlangsung meriah karena dihibur grup musik Radja. Kehadiran ribuan pendukung membuat Aida sumringah. Aida yang duduk di samping kiri panggung terus menebar senyum.
Begitu acara bubar, ribuan pendukung menyerbu Aida, mereka berebut ingin bersalaman dan foto bersama. Petugas keamanan terpaksa mengelilingi Aida lalu mengawalnya hingga ke mobil.
Menurut Agustar, Aida selalu optimis. Perasaan itu didasari hasil survei oleh tim pemenangan Aida Berjaya yang menunjukkan elektabilitas dan popularitas pasangan itu sangat dinamis.
Kampanye Aida Ismeth dan Eddy Wijaya selama dua pekan ini termasuk yang meriah dan besar-besaran. Tidak sedikit biaya yang dikeluarkan.
Agustar mengungkapkan, di Batam bisa menghabiskan biaya antara Rp300 juta-Rp400 juta sekali kampanye. Biaya menghadirkan grup musik Radja saja, katanya, sekitar Rp70 juta. (med/uma/bal)
--------
Kamis, 20 Mei 2010
siapa gubernur Kepri di mata rakyat
Nelayan Berharap Diperhatikan Gubernur Terpilih
PDF Print E-mail
Written by Redaksi Monday, 19 April 2010 13:12
Oleh: Alrion
KARIMUN,KEPRIterkini : Nelayan berharap para gubernur terpilih akan lebih memperhatikan kesejahteraan nelayan.
Wilayah Provinsi Kepri yang terdiri dari beberapa pulau, membuat masyarakat Kepri seperti di Karimun ada yang menggantungkan hidupnya menjadi Nelayan.dari tahun ketahun harga barang - barang beranjak naik tanpa terkecuali,seperti jaring ikan,mulai dari jaring tansi,jaring nilon,jaring udang dan alat tangkap ikan yang lain.
Din (34) salah seorang nelayan di Meral Karimun mengungkapkan siapa pun nantinya Gubernur terpilih agar memperhatikan nasib nelayan. ''Kami tidak mempunyai keterampilan lain selain menangkap ikan dilaut, meskipun tangkapan ikan dilaut tidak seperti yang kami harapkan, namun kami tetap melaut untuk menangkap ikan demi menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak, cukuplah kami orang tua mereka yang menjadi nelayan, anak kami tidak mau kelak jadi nelayan juga,'' ujar Din dengan semangat.
Ia juga mengakui selama ini perhatian Pemerintah pada nelayan sudah cukup, mereka juga sudah diberi berupa alat tangkap ikan, seperti kapal,jaring berbagai jenis sesuai dengan permintaan nelayan.ia juga sangat berharap nelayan mendapat pelatihan khusus untuk mengembangkan pengetahuan mereka, bagaimana menjadi nelayan yang berhasil. ''Seperti pelatihan budidaya ikan dan pemberian pinjaman modal untuk membuka usaha perikanan yang baru seperti keramba ikan kerapu dan ikan yang lain,'' tutur Din mengahiri.
-----------
Nyat Kadir Siap Jadi Gubernur Kepri
PDF Print E-mail
Sunday, 10 January 2010 19:32
Oleh: Moel Akhyar
BATAM,KEPRIterkini:Mantan Wali Kota Batam, Nyat Kadir menyatakan akan maju dalam Pilkada Gubkepri tahun ini. Kepastian tersebut ditandai dengan soft launching yang digelar di kediamannya, Tiban, Minggu (10/1).
Ribuan massa tampak meramaikan soft launching Nyat Kadir maju sebagai calon Gubernur Kepri. Sejumlah tokoh lintas agama, tokoh berbagai suku dan tokoh masyarakat lainnya bulat suara mendukung kemajuan Nyat kedua kalinya ini.
Selain tokoh masyarakat, soft launching itu juga dihadiri istri Wakil Wali Kota Batam, Suparti Ria Saptarika dan mantan anggota DPRD Batam, Chablullah Wibisono. Sebagaimana diketahui, Ria Saptarika merupakan kader PKS sedangkan Chablullah adalah kader PAN. Kehadiran keduanya seolah menunjukkan, kemajuan Nyat Kadir ke Pikada GubKepri ini menggunakan perahu PKS dan PAN. Tak hanya itu, beberapa tokoh Partai Demokrat juga hadir.
''Saat ini memang baru sebatas lirik-lirikan. Saya mendekati PAN, PKS dan Demokrat,'' ujar Nyat Kadir dihadapan masyarakat yang hadir.
Siapa yang akan menjadi calon wakil mendampingi Nyat? Untuk soal ini, Nyat berjanji akan mengumumkan segera. ''Saya sudah mengincar wakil yang akan mendampingi saya. Saya akan melakukan pendekatan. Jika yang bersangkutan belum mau, saya akan coba terus agar dia mau. Kemanapun akan saya lobi,'' ungkap Nyat.
Lima tahun lalu, ketika Pilgub Kepri pertama dilaksanakan, Nyat berpasangan dengan Soerya Respationo merupakan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri. Namun mereka belum berhasil meraih kemenangan. Nyat diusung PAN dan Soerya merupakan kader PDI-P. Kali ini, Soerya digadang-gadangkan maju sebagai Calon Gubernur Kepri oleh partainya.
Dalam orasi politiknya, Nyat Kadir mengungkapkan, sekiranya ia jadi Gubernur Kepri, ia bersumpah akan melakukan perubahan dan percepatan pembangunan dari apa yang telah dilakukan saat ini. Pernyataan ini menurut Nyat, bukan berarti apa yang dilakukan pemerintah tidak ada hasil sama sekali. ''Namun perlu dimaksimalkan lagi. Dan untuk itu, izinkan saya menjadi Gubernur Kepri, Insya allah, cita-cita itu akan kita raih,'' katanya.
Nyat juga mengatakan, jika ia Gubernur Kepri, akan mengalokasikan 60 persen APBD untuk masyarakat. Sedangkan 40 persennya untuk belanja aparat. Dia juga mengatakan akan memperhatikan kesejahteraan guru. ''Guru harus lebih besar gajinya daripada aparat yang lain. Pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat miskin akan digratiskan,'' ujar Nyat disambut gemuruh tepuk tangan.
Janji-janji yang disampaikan Nyat itu, menurutnya, bukanlah sebuah mimpi. Sebab, ''Tidak ada yang tidak bisa dilakukan jika kita mau. Hanya yang tak mau saja menganggap itu mustahil. Yakinlah, kita akan wujudkan Kepri yang madani,'' kata Nyat.***
---------------
Sani Diharapkan Jadi Gubernur Kepri
PDF Print E-mail
Written by Redaksi Thursday, 20 May 2010 19:01
Oleh : Alrion
Karimun,KEPRIterkni: Figur HM Sani yang sudah dikenal masyarakat Kepri membuat masyarakat menggantungkan harapan kepadanya untuk membangun Propinsi Kepri 5 tahun mendatang, kemampuannya untuk membangun satu daerah tidak diragukan lagi.
Selama menjabat sebagai Bupati Karimun HM.Sani dinilai berhasil membuat program kerja untuk kemajuan Pembangunan Karimun,seperti pembangunan jalan Poros,RSUD dan bangunan pusat Pemerintahan saat ini.ditambah pengalaman kerjanya sebagai PNS yang pernah menduduki jabatan strategis dilingkungan Pemerintahan membuat ia diharapkan menjadi Gubernur Kepri yang kedua.
Menurut Borneo, salah seorang warga Karimun pada KEPRITERKINI kamis malam (20/5) ia sangat berharap HM.Sani menjadi Gubernur Kepri. kami menilai program kerja yang dibuat HM.Sani dapat memajukan Kepri, demikian pendampingnya HM.Soeryo Respationo yang dikenal dekat dengan warganya,ia percaya Propinsi Kepri akan lebih maju dari sekarang jika mereka kelak terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur***
------
PDF Print E-mail
Written by Redaksi Monday, 19 April 2010 13:12
Oleh: Alrion
KARIMUN,KEPRIterkini : Nelayan berharap para gubernur terpilih akan lebih memperhatikan kesejahteraan nelayan.
Wilayah Provinsi Kepri yang terdiri dari beberapa pulau, membuat masyarakat Kepri seperti di Karimun ada yang menggantungkan hidupnya menjadi Nelayan.dari tahun ketahun harga barang - barang beranjak naik tanpa terkecuali,seperti jaring ikan,mulai dari jaring tansi,jaring nilon,jaring udang dan alat tangkap ikan yang lain.
Din (34) salah seorang nelayan di Meral Karimun mengungkapkan siapa pun nantinya Gubernur terpilih agar memperhatikan nasib nelayan. ''Kami tidak mempunyai keterampilan lain selain menangkap ikan dilaut, meskipun tangkapan ikan dilaut tidak seperti yang kami harapkan, namun kami tetap melaut untuk menangkap ikan demi menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak, cukuplah kami orang tua mereka yang menjadi nelayan, anak kami tidak mau kelak jadi nelayan juga,'' ujar Din dengan semangat.
Ia juga mengakui selama ini perhatian Pemerintah pada nelayan sudah cukup, mereka juga sudah diberi berupa alat tangkap ikan, seperti kapal,jaring berbagai jenis sesuai dengan permintaan nelayan.ia juga sangat berharap nelayan mendapat pelatihan khusus untuk mengembangkan pengetahuan mereka, bagaimana menjadi nelayan yang berhasil. ''Seperti pelatihan budidaya ikan dan pemberian pinjaman modal untuk membuka usaha perikanan yang baru seperti keramba ikan kerapu dan ikan yang lain,'' tutur Din mengahiri.
-----------
Nyat Kadir Siap Jadi Gubernur Kepri
PDF Print E-mail
Sunday, 10 January 2010 19:32
Oleh: Moel Akhyar
BATAM,KEPRIterkini:Mantan Wali Kota Batam, Nyat Kadir menyatakan akan maju dalam Pilkada Gubkepri tahun ini. Kepastian tersebut ditandai dengan soft launching yang digelar di kediamannya, Tiban, Minggu (10/1).
Ribuan massa tampak meramaikan soft launching Nyat Kadir maju sebagai calon Gubernur Kepri. Sejumlah tokoh lintas agama, tokoh berbagai suku dan tokoh masyarakat lainnya bulat suara mendukung kemajuan Nyat kedua kalinya ini.
Selain tokoh masyarakat, soft launching itu juga dihadiri istri Wakil Wali Kota Batam, Suparti Ria Saptarika dan mantan anggota DPRD Batam, Chablullah Wibisono. Sebagaimana diketahui, Ria Saptarika merupakan kader PKS sedangkan Chablullah adalah kader PAN. Kehadiran keduanya seolah menunjukkan, kemajuan Nyat Kadir ke Pikada GubKepri ini menggunakan perahu PKS dan PAN. Tak hanya itu, beberapa tokoh Partai Demokrat juga hadir.
''Saat ini memang baru sebatas lirik-lirikan. Saya mendekati PAN, PKS dan Demokrat,'' ujar Nyat Kadir dihadapan masyarakat yang hadir.
Siapa yang akan menjadi calon wakil mendampingi Nyat? Untuk soal ini, Nyat berjanji akan mengumumkan segera. ''Saya sudah mengincar wakil yang akan mendampingi saya. Saya akan melakukan pendekatan. Jika yang bersangkutan belum mau, saya akan coba terus agar dia mau. Kemanapun akan saya lobi,'' ungkap Nyat.
Lima tahun lalu, ketika Pilgub Kepri pertama dilaksanakan, Nyat berpasangan dengan Soerya Respationo merupakan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri. Namun mereka belum berhasil meraih kemenangan. Nyat diusung PAN dan Soerya merupakan kader PDI-P. Kali ini, Soerya digadang-gadangkan maju sebagai Calon Gubernur Kepri oleh partainya.
Dalam orasi politiknya, Nyat Kadir mengungkapkan, sekiranya ia jadi Gubernur Kepri, ia bersumpah akan melakukan perubahan dan percepatan pembangunan dari apa yang telah dilakukan saat ini. Pernyataan ini menurut Nyat, bukan berarti apa yang dilakukan pemerintah tidak ada hasil sama sekali. ''Namun perlu dimaksimalkan lagi. Dan untuk itu, izinkan saya menjadi Gubernur Kepri, Insya allah, cita-cita itu akan kita raih,'' katanya.
Nyat juga mengatakan, jika ia Gubernur Kepri, akan mengalokasikan 60 persen APBD untuk masyarakat. Sedangkan 40 persennya untuk belanja aparat. Dia juga mengatakan akan memperhatikan kesejahteraan guru. ''Guru harus lebih besar gajinya daripada aparat yang lain. Pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat miskin akan digratiskan,'' ujar Nyat disambut gemuruh tepuk tangan.
Janji-janji yang disampaikan Nyat itu, menurutnya, bukanlah sebuah mimpi. Sebab, ''Tidak ada yang tidak bisa dilakukan jika kita mau. Hanya yang tak mau saja menganggap itu mustahil. Yakinlah, kita akan wujudkan Kepri yang madani,'' kata Nyat.***
---------------
Sani Diharapkan Jadi Gubernur Kepri
PDF Print E-mail
Written by Redaksi Thursday, 20 May 2010 19:01
Oleh : Alrion
Karimun,KEPRIterkni: Figur HM Sani yang sudah dikenal masyarakat Kepri membuat masyarakat menggantungkan harapan kepadanya untuk membangun Propinsi Kepri 5 tahun mendatang, kemampuannya untuk membangun satu daerah tidak diragukan lagi.
Selama menjabat sebagai Bupati Karimun HM.Sani dinilai berhasil membuat program kerja untuk kemajuan Pembangunan Karimun,seperti pembangunan jalan Poros,RSUD dan bangunan pusat Pemerintahan saat ini.ditambah pengalaman kerjanya sebagai PNS yang pernah menduduki jabatan strategis dilingkungan Pemerintahan membuat ia diharapkan menjadi Gubernur Kepri yang kedua.
Menurut Borneo, salah seorang warga Karimun pada KEPRITERKINI kamis malam (20/5) ia sangat berharap HM.Sani menjadi Gubernur Kepri. kami menilai program kerja yang dibuat HM.Sani dapat memajukan Kepri, demikian pendampingnya HM.Soeryo Respationo yang dikenal dekat dengan warganya,ia percaya Propinsi Kepri akan lebih maju dari sekarang jika mereka kelak terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur***
------
Gambar Nabi di Facebook kecoh kan iman
Gambar Nabi di Facebook
Muslim AS Imbau Umat Muslim Dunia Tak Terpancing
Febrina Ayu Scottiati - detikinet
Ilustrasi (Ist.)
Jakarta - Berbeda dengan muslim Pakistan yang mengecam keras sampai akhirnya Facebook di negara tersebut diblokir, komunitas muslim di Amerika Serikat menunjukkan respon yang lebih kalem terhadap sketsa Nabi Muhammad SAW di Facebook. Mereka menyerukan agar seluruh umat muslim untuk tidak terpancing.
Komunitas muslim di AS yang tergabung dalam Council on American-Islamic Relations (CAIR) menghimbau agar umat Islam tidak terpancing amarah atas kejadian ini. Imbauan itu dituangkan melalui keterangan tertulis dari Direktur Eksekutif Nasional CAIR, Nihad Awad, dalam website resmi CAIR, seperti dikutip detikINET, Kamis (20/5/2010).
"Tulisan ini adalah reaksi terhadap kontroversi penggambaran Nabi Muhammad SAW dari seorang kartunis Seattle yang turut menyumbangkan gambar pada kontes sketsa Nabi Muhammad di Facebook. Kartunis Molly Norris menyatakan tidak bermaksud menyelenggarakan kontes itu," tulis Awad.
Melalui websitenya, Norris mengatakan bahwa ia tak pernah bermaksud mengumumkan tanggal 20 Mei sebagai hari orang-orang bisa menggambar Muhammad. Ia bahkan
menyebutkan bahwa sebuah kelompok palsu yang justru mengambil gambarnya dan menyinggung umat Islam. Dalam postingannya, Norris meminta maaf pada seluruh
umat muslim dan meminta aksi tanggal 20 Mei dibatalkan.
"Norris bahkan mengunjungi masjid atas undangan komunitas muslim setempat," tulis Awad.
Dalam tulisannya, Awad justru mangajak umat muslim lain untuk mengingat ajaran Nabi Muhammad SAW saat bereaksi terhadap hinaan yang menyerang diriNya.
Banyak contoh ketika Nabi memiliki kesempatan untuk membalas terhadap orang-orang yang menyiksa, tapi Ia justru mampu menahan diri untuk tidak membalas," tulis Awad.
"Kau tidak berbuat jahat kepada mereka yang berbuat jahat kepada Anda. Tetapi justru perlakukan mereka dengan ampunan dan kebaikan," tambahnya.
Awad sendiri berpendapat bahwa umat muslim harus bisa membangun komunikasi yang baik antar umat agama lain agar tidak ada lagi kesalahpahaman.
"Mengadakan diskusi terbuka, membuat kegiatan yang melibatkan agama lain justru membuat prasangka anti-Islam menurun," ujarnya.
"Kita semua akan mendapatkan keuntungan jika masing-masing dari kita baik itu Islam, Yahudi, Kristen, Budha atau Hindu saling menunjukkan kebaikan dari ajaran masing-masing," pungkas Awad.
( feb / ash )
Muslim AS Imbau Umat Muslim Dunia Tak Terpancing
Febrina Ayu Scottiati - detikinet
Ilustrasi (Ist.)
Jakarta - Berbeda dengan muslim Pakistan yang mengecam keras sampai akhirnya Facebook di negara tersebut diblokir, komunitas muslim di Amerika Serikat menunjukkan respon yang lebih kalem terhadap sketsa Nabi Muhammad SAW di Facebook. Mereka menyerukan agar seluruh umat muslim untuk tidak terpancing.
Komunitas muslim di AS yang tergabung dalam Council on American-Islamic Relations (CAIR) menghimbau agar umat Islam tidak terpancing amarah atas kejadian ini. Imbauan itu dituangkan melalui keterangan tertulis dari Direktur Eksekutif Nasional CAIR, Nihad Awad, dalam website resmi CAIR, seperti dikutip detikINET, Kamis (20/5/2010).
"Tulisan ini adalah reaksi terhadap kontroversi penggambaran Nabi Muhammad SAW dari seorang kartunis Seattle yang turut menyumbangkan gambar pada kontes sketsa Nabi Muhammad di Facebook. Kartunis Molly Norris menyatakan tidak bermaksud menyelenggarakan kontes itu," tulis Awad.
Melalui websitenya, Norris mengatakan bahwa ia tak pernah bermaksud mengumumkan tanggal 20 Mei sebagai hari orang-orang bisa menggambar Muhammad. Ia bahkan
menyebutkan bahwa sebuah kelompok palsu yang justru mengambil gambarnya dan menyinggung umat Islam. Dalam postingannya, Norris meminta maaf pada seluruh
umat muslim dan meminta aksi tanggal 20 Mei dibatalkan.
"Norris bahkan mengunjungi masjid atas undangan komunitas muslim setempat," tulis Awad.
Dalam tulisannya, Awad justru mangajak umat muslim lain untuk mengingat ajaran Nabi Muhammad SAW saat bereaksi terhadap hinaan yang menyerang diriNya.
Banyak contoh ketika Nabi memiliki kesempatan untuk membalas terhadap orang-orang yang menyiksa, tapi Ia justru mampu menahan diri untuk tidak membalas," tulis Awad.
"Kau tidak berbuat jahat kepada mereka yang berbuat jahat kepada Anda. Tetapi justru perlakukan mereka dengan ampunan dan kebaikan," tambahnya.
Awad sendiri berpendapat bahwa umat muslim harus bisa membangun komunikasi yang baik antar umat agama lain agar tidak ada lagi kesalahpahaman.
"Mengadakan diskusi terbuka, membuat kegiatan yang melibatkan agama lain justru membuat prasangka anti-Islam menurun," ujarnya.
"Kita semua akan mendapatkan keuntungan jika masing-masing dari kita baik itu Islam, Yahudi, Kristen, Budha atau Hindu saling menunjukkan kebaikan dari ajaran masing-masing," pungkas Awad.
( feb / ash )
Mahasiswa Kepri Tolak Hasil Pemilukada Kepri
Mahasiswa Gelar Aksi Tolak Hasil Pemilukada Kepri
PDF Print E-mail
Thursday, 20 May 2010 22:46
Oleh: Resi Zarviana
TANJUNGPINANG,KEPRIterkini: Sejumlah elemen mahasiswa dan pemuda yang terdiri dari Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMAIP-STISIPOL), Kerukunan Pemuda Karimun (KPK), dan Gerakan Mahasiswa Pemuda Indonesia (GMPI) Kota Tanjungpinang, menggelar aksi moral di sekitar lapangan Pamedan Tanjungpinang, Kamis (20/5). Aksi ini dilakukan untuk menyikapi sikap KPUD Kepri yang dianggap egois dalam membuat keputusan. Aksi ini juga menolak hasil Pemilukada yang akan dilaksanakan tanggal 26 Mei 2010 mendatang.
Aksi yang hanya berjalan selama satu jam ini sejak pukul 16.30 wib s.d 17.30 wib menjadi pusat perhatian masyarakat Tanjungpinang yang melewati sekitaran Lapangan Pamedan. Karena aksi tersebut memblokir satu arah jalan sebagai mimbar demokrasi rakyat.''Pemilukada kepri sangat terkesan dipaksakan oleh KPUD kepri,'' ungkap Joni Sandra selaku Koordinator Lapangan.
Aksi ini dipicu oleh adanya kesalahan administrasi calon gubernur dan wakil gubernur Provinsi Kepulauan Riau tahun 2010, khususnya persyaratan Surat Keterangan Tidak Sedang Dinyatakan Pailit. "Berdasarkan peraturan yang berlaku, surat tersebut seharusnya di keluarkan oleh pengadilan niaga dan bukan oleh pengadilan negeri" ungkap Joni. ***
PDF Print E-mail
Thursday, 20 May 2010 22:46
Oleh: Resi Zarviana
TANJUNGPINANG,KEPRIterkini: Sejumlah elemen mahasiswa dan pemuda yang terdiri dari Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMAIP-STISIPOL), Kerukunan Pemuda Karimun (KPK), dan Gerakan Mahasiswa Pemuda Indonesia (GMPI) Kota Tanjungpinang, menggelar aksi moral di sekitar lapangan Pamedan Tanjungpinang, Kamis (20/5). Aksi ini dilakukan untuk menyikapi sikap KPUD Kepri yang dianggap egois dalam membuat keputusan. Aksi ini juga menolak hasil Pemilukada yang akan dilaksanakan tanggal 26 Mei 2010 mendatang.
Aksi yang hanya berjalan selama satu jam ini sejak pukul 16.30 wib s.d 17.30 wib menjadi pusat perhatian masyarakat Tanjungpinang yang melewati sekitaran Lapangan Pamedan. Karena aksi tersebut memblokir satu arah jalan sebagai mimbar demokrasi rakyat.''Pemilukada kepri sangat terkesan dipaksakan oleh KPUD kepri,'' ungkap Joni Sandra selaku Koordinator Lapangan.
Aksi ini dipicu oleh adanya kesalahan administrasi calon gubernur dan wakil gubernur Provinsi Kepulauan Riau tahun 2010, khususnya persyaratan Surat Keterangan Tidak Sedang Dinyatakan Pailit. "Berdasarkan peraturan yang berlaku, surat tersebut seharusnya di keluarkan oleh pengadilan niaga dan bukan oleh pengadilan negeri" ungkap Joni. ***
Kamis, 29 April 2010
GOLPUT 'PADA' POLITIK
Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara.[1] Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik.
Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional.
Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain:
* politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)
* politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara
* politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat
* politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.
Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci, antara lain: kekuasaan politik, legitimasi, sistem politik, perilaku politik, partisipasi politik, proses politik, dan juga tidak kalah pentingnya untuk mengetahui seluk beluk tentang partai politik.
Teori politik merupakan kajian mengenai konsep penentuan tujuan politik, bagaimana mencapai tujuan tersebut serta segala konsekuensinya. Bahasan dalam Teori Politik antara lain adalah filsafat politik, konsep tentang sistem politik, negara, masyarakat, kedaulatan, kekuasaan, legitimasi, lembaga negara, perubahan sosial, pembangunan politik, perbandingan politik, dsb.
Terdapat banyak sekali sistem politik yang dikembangkan oleh negara negara di dunia antara lain: anarkisme,autoritarian, demokrasi, diktatorisme, fasisme, federalisme, feminisme, fundamentalisme keagamaan, globalisme, imperialisme, kapitalisme, komunisme, liberalisme, libertarianisme, marxisme, meritokrasi, monarki, nasionalisme, rasisme, sosialisme, theokrasi, totaliterisme, oligarki dsb.
Perilaku politik atau (Inggris:Politic Behaviour)adalah perilaku yang dilakukan oleh insan/individu atau kelompok guna memenuhi hak dan kewajibannya sebagai insan politik.Seorang individu/kelompok diwajibkan oleh negara untuk melakukan hak dan kewajibannya guna melakukan perilaku politik adapun yang dimaksud dengan perilaku politik contohnya adalah:
* Melakukan pemilihan untuk memilih wakil rakyat / pemimpin
* Mengikuti dan berhak menjadi insan politik yang mengikuti suatu partai politik atau parpol , mengikuti ormas atau organisasi masyarakat atau lsm lembaga swadaya masyarakat
* Ikut serta dalam pesta politik
* Ikut mengkritik atau menurunkan para pelaku politik yang berotoritas
* Berhak untuk menjadi pimpinan politik
* Berkewajiban untuk melakukan hak dan kewajibannya sebagai insan politik guna melakukan perilaku politik yang telah disusun secara baik oleh undang-undang dasar dan perundangan hukum yang berlaku
di sunting april 2010
Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional.
Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain:
* politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)
* politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara
* politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat
* politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.
Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci, antara lain: kekuasaan politik, legitimasi, sistem politik, perilaku politik, partisipasi politik, proses politik, dan juga tidak kalah pentingnya untuk mengetahui seluk beluk tentang partai politik.
Teori politik merupakan kajian mengenai konsep penentuan tujuan politik, bagaimana mencapai tujuan tersebut serta segala konsekuensinya. Bahasan dalam Teori Politik antara lain adalah filsafat politik, konsep tentang sistem politik, negara, masyarakat, kedaulatan, kekuasaan, legitimasi, lembaga negara, perubahan sosial, pembangunan politik, perbandingan politik, dsb.
Terdapat banyak sekali sistem politik yang dikembangkan oleh negara negara di dunia antara lain: anarkisme,autoritarian, demokrasi, diktatorisme, fasisme, federalisme, feminisme, fundamentalisme keagamaan, globalisme, imperialisme, kapitalisme, komunisme, liberalisme, libertarianisme, marxisme, meritokrasi, monarki, nasionalisme, rasisme, sosialisme, theokrasi, totaliterisme, oligarki dsb.
Perilaku politik atau (Inggris:Politic Behaviour)adalah perilaku yang dilakukan oleh insan/individu atau kelompok guna memenuhi hak dan kewajibannya sebagai insan politik.Seorang individu/kelompok diwajibkan oleh negara untuk melakukan hak dan kewajibannya guna melakukan perilaku politik adapun yang dimaksud dengan perilaku politik contohnya adalah:
* Melakukan pemilihan untuk memilih wakil rakyat / pemimpin
* Mengikuti dan berhak menjadi insan politik yang mengikuti suatu partai politik atau parpol , mengikuti ormas atau organisasi masyarakat atau lsm lembaga swadaya masyarakat
* Ikut serta dalam pesta politik
* Ikut mengkritik atau menurunkan para pelaku politik yang berotoritas
* Berhak untuk menjadi pimpinan politik
* Berkewajiban untuk melakukan hak dan kewajibannya sebagai insan politik guna melakukan perilaku politik yang telah disusun secara baik oleh undang-undang dasar dan perundangan hukum yang berlaku
di sunting april 2010
IDEOLOGI 'GOLPUT' POLITIK
di sunting jon kepri 2010
Ideologi politik adalah kumpulan ide, gagasan dan visi secara komprehensif tentang proses pembentukan, pembagian, pengelolaan dan penggunaan kekuasaan dalam masyarakat, khususnya negara. Merujuk gagasan dari presiden pertama Indonesia, Soekarno, setidaknya terdapat tiga ideologi politik yang mendominasi masyarakat Indonesia, yaitu Nasionalis, Islam dan Marxis.
Dalam ilmu sosial, Ideologi politik adalah sebuah himpunan ide dan prinsip yang menjelaskan bagaimana seharusnya masyarakat bekereja, dan menawarkan ringkasan order masyarakat tertentu. Ideologi politik biasanya mengenai dirinya dengan bagaimana mengatur kekuasaan dan bagaimana seharusnya dilaksanakan.
Teori komunis Karl Marx, Friedrich Engels dan pengikut mereka, sering dikenal dengan marxisme, dianggap sebagai ideologi politik paling berpengaruh dan dijelaskan lengkap pada abad 20.
Contoh ideologi lainnya termasuk: anarkisme, kapitalisme, komunisme, komunitarianisme, konservatisme, neoliberalisme, demokrasi kristen, fasisme, monarkisme, nasionalisme, nazisme, liberalisme, libertarianisme, sosialisme, dan demokrat sosial.
Ideologi politik sesungguhnya dimensi yang kompleks. Untuk menganalisisnya dibutuhkan pendekatan komprehensif, baik dari isi orasi, figur yang ditonjolkan, misi dan visi partai, strategi partai, struktur organisasi, media komunikasi, dan isu-isu politik yang ditawarkan kepada publik. Bahkan Firmanzah menegaskan, ideologi parpol dapat dicermati melalui hal-hal yang bersifat non organisasional alias individual seperti cara berpakaian, bahasa tubuh dan karakter fungsionaris partai serta kandidat yang akan diusung.
april 2010
Ideologi politik adalah kumpulan ide, gagasan dan visi secara komprehensif tentang proses pembentukan, pembagian, pengelolaan dan penggunaan kekuasaan dalam masyarakat, khususnya negara. Merujuk gagasan dari presiden pertama Indonesia, Soekarno, setidaknya terdapat tiga ideologi politik yang mendominasi masyarakat Indonesia, yaitu Nasionalis, Islam dan Marxis.
Dalam ilmu sosial, Ideologi politik adalah sebuah himpunan ide dan prinsip yang menjelaskan bagaimana seharusnya masyarakat bekereja, dan menawarkan ringkasan order masyarakat tertentu. Ideologi politik biasanya mengenai dirinya dengan bagaimana mengatur kekuasaan dan bagaimana seharusnya dilaksanakan.
Teori komunis Karl Marx, Friedrich Engels dan pengikut mereka, sering dikenal dengan marxisme, dianggap sebagai ideologi politik paling berpengaruh dan dijelaskan lengkap pada abad 20.
Contoh ideologi lainnya termasuk: anarkisme, kapitalisme, komunisme, komunitarianisme, konservatisme, neoliberalisme, demokrasi kristen, fasisme, monarkisme, nasionalisme, nazisme, liberalisme, libertarianisme, sosialisme, dan demokrat sosial.
Ideologi politik sesungguhnya dimensi yang kompleks. Untuk menganalisisnya dibutuhkan pendekatan komprehensif, baik dari isi orasi, figur yang ditonjolkan, misi dan visi partai, strategi partai, struktur organisasi, media komunikasi, dan isu-isu politik yang ditawarkan kepada publik. Bahkan Firmanzah menegaskan, ideologi parpol dapat dicermati melalui hal-hal yang bersifat non organisasional alias individual seperti cara berpakaian, bahasa tubuh dan karakter fungsionaris partai serta kandidat yang akan diusung.
april 2010
MUHASABAH DIRI
Sebagaimana Dalam sebuah ungkapan yang sangat terkenal Rasulullah Saw bersabda, yang artinya :
“Barang siapa yang hari ini, tahun ini lebih baik dari hari dan tahun yang lalu, dialah orang yang sukses, tapi siapa yang hari dan tahun ini sama hari dan tahun kemarin maka dia orang yang tertipu, dan siapa yang hari dan tahun ini lebih buruk dairpada hari dan tahun kemarin maka dialah orang yang terlaknat”
Untuk itu, takwa harus senantiasa menjadi bekal dan perhiasan kita setiap tahun, ada baiknya kita melihat kembali jalan untuk menuju takwa. Para ulama menyatakan setidaknya ada lima jalan yang patut kita renungkan mengawali tahun ini dalam menggapai ketakwaan. Jalan-jalan itu adalah:
1. Muhasabah
Yaitu evaluasi diri dan meningkatkan kualitas diri dengan selalu mengambil hikmah dari setiap sesuatu yang terjadi dalam diri kita.
2. Mu’ahadah
Yaitu mengingat-ingat kembali janji yang pernah kita katakan. Setiap saat, setiap shalat kita seringkali bersumpah kepada Allah : إيّاك نعبد و إيّاك نستعين
Hanya kepada-Mu-lah kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolong. Kemudian kita berjanji ; ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين إن صلاتي “Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidup dan matiku semata-mata karena Allah Rabb semesta alam”. Dengan demikian, ada baiknya kita kembali mengingat-ingat janji dan sumpah kita. Semakin sering kita mengingat janji, insya Allah kita akan senantiasa menapaki kehidupan ini dengan nilai-nilai ketakwaan. Inilah yang disebut dengan mua’ahadah.
3. Mujahadah
Adalah bersungguh-sungguh kepada Allah Swt. Allah menegaskan dalam firmannya : والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا
Orang-orang yang sungguh (mujahadah) dijalan Kami, Kami akan berikan hidayah kejalan kami.
Terkadang kita ibadah tidak dibarengi dengan kesungguhan, hanya menggugurkan kewajiban saja, takut jatuh kedalam dosa dan menapaki kehidupan beragama asal-asalan. Padahal bagi seorang muslim yang ingin menjadi orang-orang yang bertakwa, maka mujahadah atau penuh kesungguhan adalah bagian tak terpisahkan dalam menggapai ketakwaan disamping muhasabah dan mu’ahadah.
4. Muraqabah
Adalah senantiasa merasa diawasi oleh Allah Swt. Inilah diantara pilar ketakwaan yang harus dimiliki setiap kali kita mengawali awal tahun dan menutup tahun yang lalu. Perasaan selalu merasa diawasi oleh Allah dalam bahasa hadisnya adalah Ihsan.
”الإحسان هو أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك"
artinya :“Ihsan adalah engkau senantiasa beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, kalau pun engkau belum bisa melihat-Nya, ketahuilah sesungguhnya Allah melihat kepadamu”.
Muraqabah atau ihsan adalah diantara jalan ketakwaan yang harus kita persiapkan dalam menyongsong dan mengisi lembaran tahun baru.
5. Mu’aqobah
Artinya, mencoba memberi sanksi kepada diri manakala diri melakukan sebuah kekhilafan, memberikan teguran dan sanksi kepada diri kalau diri melakukan kesalahan. Ini penting dilakukan agar kita senantiasa meningkatkan amal ibadah kita. Manakala kita terlewat shalat subuh berjamaah maka hukumlah diri dengan infak disiang hari, misalnya. Manakala diri terlewat membaca al-Qur’an ‘iqoblah diri dengan memberi bantuan kepada simiskin. Kalau diri melewatkan sebuah amal shaleh maka hukumlah diri kita sendiri dengan melakukan amal shaleh yang lain. Inilah yang disebut mu’aqabah. Jika sikap ini selalu kita budayakan, insya Allah kita akan selalu mampu meningkatkan kualitas ibadah dan diri kita.
di sunting, april 2010
“Barang siapa yang hari ini, tahun ini lebih baik dari hari dan tahun yang lalu, dialah orang yang sukses, tapi siapa yang hari dan tahun ini sama hari dan tahun kemarin maka dia orang yang tertipu, dan siapa yang hari dan tahun ini lebih buruk dairpada hari dan tahun kemarin maka dialah orang yang terlaknat”
Untuk itu, takwa harus senantiasa menjadi bekal dan perhiasan kita setiap tahun, ada baiknya kita melihat kembali jalan untuk menuju takwa. Para ulama menyatakan setidaknya ada lima jalan yang patut kita renungkan mengawali tahun ini dalam menggapai ketakwaan. Jalan-jalan itu adalah:
1. Muhasabah
Yaitu evaluasi diri dan meningkatkan kualitas diri dengan selalu mengambil hikmah dari setiap sesuatu yang terjadi dalam diri kita.
2. Mu’ahadah
Yaitu mengingat-ingat kembali janji yang pernah kita katakan. Setiap saat, setiap shalat kita seringkali bersumpah kepada Allah : إيّاك نعبد و إيّاك نستعين
Hanya kepada-Mu-lah kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolong. Kemudian kita berjanji ; ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين إن صلاتي “Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidup dan matiku semata-mata karena Allah Rabb semesta alam”. Dengan demikian, ada baiknya kita kembali mengingat-ingat janji dan sumpah kita. Semakin sering kita mengingat janji, insya Allah kita akan senantiasa menapaki kehidupan ini dengan nilai-nilai ketakwaan. Inilah yang disebut dengan mua’ahadah.
3. Mujahadah
Adalah bersungguh-sungguh kepada Allah Swt. Allah menegaskan dalam firmannya : والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا
Orang-orang yang sungguh (mujahadah) dijalan Kami, Kami akan berikan hidayah kejalan kami.
Terkadang kita ibadah tidak dibarengi dengan kesungguhan, hanya menggugurkan kewajiban saja, takut jatuh kedalam dosa dan menapaki kehidupan beragama asal-asalan. Padahal bagi seorang muslim yang ingin menjadi orang-orang yang bertakwa, maka mujahadah atau penuh kesungguhan adalah bagian tak terpisahkan dalam menggapai ketakwaan disamping muhasabah dan mu’ahadah.
4. Muraqabah
Adalah senantiasa merasa diawasi oleh Allah Swt. Inilah diantara pilar ketakwaan yang harus dimiliki setiap kali kita mengawali awal tahun dan menutup tahun yang lalu. Perasaan selalu merasa diawasi oleh Allah dalam bahasa hadisnya adalah Ihsan.
”الإحسان هو أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك"
artinya :“Ihsan adalah engkau senantiasa beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, kalau pun engkau belum bisa melihat-Nya, ketahuilah sesungguhnya Allah melihat kepadamu”.
Muraqabah atau ihsan adalah diantara jalan ketakwaan yang harus kita persiapkan dalam menyongsong dan mengisi lembaran tahun baru.
5. Mu’aqobah
Artinya, mencoba memberi sanksi kepada diri manakala diri melakukan sebuah kekhilafan, memberikan teguran dan sanksi kepada diri kalau diri melakukan kesalahan. Ini penting dilakukan agar kita senantiasa meningkatkan amal ibadah kita. Manakala kita terlewat shalat subuh berjamaah maka hukumlah diri dengan infak disiang hari, misalnya. Manakala diri terlewat membaca al-Qur’an ‘iqoblah diri dengan memberi bantuan kepada simiskin. Kalau diri melewatkan sebuah amal shaleh maka hukumlah diri kita sendiri dengan melakukan amal shaleh yang lain. Inilah yang disebut mu’aqabah. Jika sikap ini selalu kita budayakan, insya Allah kita akan selalu mampu meningkatkan kualitas ibadah dan diri kita.
di sunting, april 2010
Sabtu, 24 April 2010
Mencintaimu
Mencintaimu bukanlah sebuah pilihan
Sebab hati tak mampu berpikir seperti logika
Datang tiba-tiba… hasrat ingin selalu berdua
Mencintaimu adalah rasa yang indah
Mereka hanya bisa melarang tanpa mengerti
Mereka hanya menolak tanpa berpikir bijak
Mereka hanya tak mau tanpa menelusuri kedalaman batinku
Mereka hanya bisa berpikir menurut mereka
Mencintaimu adalah sebuah karunia
Meski kau ada dunia juga tak selalu indah
Mencintaimu bangkitkan semangat sepenuh jiwa
Hadapi hari-hari yang tak selalu cerah
Semoga kelak mereka mampu mengerti
Semoga kelak mereka dapat menjadi bijak
Semoga kelak terbuka hati nurani
Semoga kelak terbuka pintu bahagia seutuhnya
Sebab hati tak mampu berpikir seperti logika
Datang tiba-tiba… hasrat ingin selalu berdua
Mencintaimu adalah rasa yang indah
Mereka hanya bisa melarang tanpa mengerti
Mereka hanya menolak tanpa berpikir bijak
Mereka hanya tak mau tanpa menelusuri kedalaman batinku
Mereka hanya bisa berpikir menurut mereka
Mencintaimu adalah sebuah karunia
Meski kau ada dunia juga tak selalu indah
Mencintaimu bangkitkan semangat sepenuh jiwa
Hadapi hari-hari yang tak selalu cerah
Semoga kelak mereka mampu mengerti
Semoga kelak mereka dapat menjadi bijak
Semoga kelak terbuka hati nurani
Semoga kelak terbuka pintu bahagia seutuhnya
Langganan:
Postingan (Atom)