Senin, 23 Mei 2011

proses belajar teknik penggunaan model synectik

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam proses belajar mengajar pada dasarnya merupakan proses interaksi antara yang belajar (siswa) dengan pengajar (guru). Seorang siswa telah dikatakan belajar apabila ia telah mengetahui sesuatu yang sebelumnya ia tidak dapat mengetahuinya, termasuk sikap tertentu yang sebelumnya belum dimilikinya. Sebaliknya, seorang guru dikatakan telah mengajar apabila ia telah membantu siswa atau orang lain untuk memperoleh perubahan yang dikehendaki.
Guru sebagai fasilitator dalam proses belajar mengajar hendaknya berupaya menciptakan situasi dan kondisi yang memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar yang efektif dan efesien untuk para siswanya. Dalam hal ini dapat meningkatkan efektivitas kegiatan belajar mengajar.
Model mengajar adalah suatu rencana atau pola mengajar yang digunakan oleh guru dalam menyusun kurikulum, mengatur materi-materi pelajaran dan petunjuk bagaimana seharusnya guru mengajar di kelas.
Mengingat beragamnya model mengajar yang telah diterapkan di sekolah-sekolah ini, tentu akan lebih bijaksana bila guru memilih dan mencoba menggunakan model mengajar secara bervariasi untuk meningkatkan kualitas profesi dan produktivitasnya dalam mengacu pada pemenuhan kebutuhan siswa, dan hal inilah yang dilakukan oleh guru-guru di SD Inpres Rappokalling I Makassar untuk mencoba model synectik diterapkan dalam proses belajar mengajar.
Dalam penerapan model synectik ini oleh guru, yakni guru tersebut hanya memberikan gambaran atau informasi tentang suatu bahan pelajaran kemudian siswa atau informasi tentang suatu bahan pelajaran kemudian siswa tersebut mengelolanya sendiri, nanti pada tahap akhir baru guru memberikan bimbingan lagi. Jadi peranan guru hanya memberikan bimbingan pada tahap awal dan tahap akhir kegiatan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis mengangkat beberapa permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana teknik penggunaan/ penerapan model synectik dalam proses belajar mengajar di SD Inpres Rappokalling I Makassar.
2. Faktor-faktor apa yang menjadi penunjang dan penghambat penerapan model synectik dalam proses belajar mengajar di SD Inpres Rappokalling I Makassar.
C. Hipotesis
Adapun hipotesis yang merupakan jawaban sementara dari permasalahan di atas, adalah:
1. Teknik penerapan model synectik oleh guru-guru dalam proses belajar mengajar adalah model yang berhasil memecahkan masalah atau kesulitan belajar yang mereka miliki.
2. Mengingat bahwa model synectik adalah model pengembangan kreatifitas berfikir siswa untuk memecahkan kesulitan berfikir dalam belajar, berdasarkan analisa tersebut maka dapat dipikirkan bahwa model synectik efektif diterapkan dalam proses belajar mengajar.
D. Pengertian Judul dan Defenisi Operasional
Agar skripsi ini mudah dipahami dan dimengerti dengan jelas, maka akan diberikan pengertian kata-kata yang dianggap penting untuk memahami judul tersebut di atas adapun kata-kata yang dimaksud adalah:
“Model synectik”, model pengembangan kreatifitas untuk memecahkan masalah dengan melatih individu untuk bekerjasama mengatasi problema, sehingga mampu meningkatkan produktivitasnya.1
“Proses Belajar Mengajar, proses komunikasi, proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran atau media tertentu ke penerima pesan.2
Berdasarkan pengertian tersebut di atas, maka penulis dapat menyimpulkan pengertian judul bahwa model synectic dalam proses belajar mengajar adalah model pengembangan kreatifitas untuk memecahkan masalah dengan melatih individu untuk bekerjasama mengatasi problema. Sehingga mampu meningkatkan produktivitasnya dengan melibatkan seluruh komponen yang ada dalam unsur pendidikan baik itu guru, lingkungan siswa, sarana masyarakat sehingga terjadi proses belajar mengajar yang efektif dan efisien, sehingga tercapai tujuan yang diharapkan.
E. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian adalah sebagai berikut:
a. Untuk memperoleh data tentang sejauhmana penguasaan guru dan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran apabila menggunakan model synectik.
b. Untuk mengetahui kerajinan dan perhatian siswa terhadap mata pelajaran apabila menggunakan model synectik dalam proses belajar mengajar di SD Inpres Rappokalling I Makassar.
2. Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan penelitian ini pada intinya, sebagai berikut:
a. Untuk menjadi pertimbangan bagi pembaca pada khususnya pendidik dan si terdidik pertimbangan bagi pembaca pada khususnya pendidik dan si terdidik dalam proses belajar mengajar.
b. Agar supaya hasil penelitian nanti dapat memberikan gambaran kepada pembaca tentang hal-hal yang menjadi faktor pendukung didalam pelaksanaan penggunaan model synectik dalam proses belajar mengajar di SD Inpres Rappokalling I Makassar.
c. Memberikan konstribusi pemikiran atau strategi dan operasionalisasi tentang penggunaan model synectik dalam proses belajar mengajar di SD Inpres Rappokalling I Makassar.
d. Supaya hasil penelitian nanti dapat berfungsi sebagai informasi kepada pembaca tentang sejauh mana penggunaan model synectik dalam proses belajar mengajar di SD Inpres Rappokalling I Makassar.

http://www.koleksiskripsi.com/2010/11/penguasaan-guru-dan-pemahaman-siswa.html

Biografi HM.Sani Untung Sabut

Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani meluncurkan buku otobiografi berjudul Untung Sabut yang menceritakan perjalanan hidupnya sejak kecil hingga menjadi orang nomor satu di provinsi ini.

Sebanyak 1.700 eksamplar buku yang judulnya terinspirasi dari pribahasa Melayu berbunyi “untung sabut timbul, untung batu tenggelam” pun ludes diborong para undangan yang memadati ruang acara di salah satu hotel di Batam Centre, pekan lalu.

“Saya merasa dalam hidup saya dipenuhi keberuntungan, semua berkat perjuangan dan bantuan para sahabat semua. Untuk itu saya wariskan buku ini kepada generasi muda untuk kelak dijadikan referensi dalam hidup,” ujar Sani.

Dia memaparkan peribahasa “Untung Sabut Timbul, Untung Batu Tenggelam” menginspirasinya untuk menamai judul bukunya Untung Sabut yang menyiratkan perjalanan hidup Sani, yang ia rasakan selalu timbul seperti sabut.

Karir kepegawaian pria kelahiran Parit Mangkil, Karimun, pada 11 Mei 1942 ini bermula dari staf pembuat amplop di Kantor Camat Bintan Timur pada 1967 – 1969. Karirnya terus menanjak ketika dia dipercaya menjadi Camat Bintan Timur, selanjutnya pada 1985 – 1993 menjadi Walikota Tanjung Pinang.

Pada 1996 – 1999, Sani menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Batam, kemudian menjabat sebagai Bupati Karimun pada 2001 – 2005, pada pilkada Gubernur Kepri pertama pada 2005 dia sukses menjadi Wakil Gubernur pertama waktu itu dan pada pilkada 2010 lalu, Sani menjadi Gubernur Kepri yang ke dua.

Buku setebal 319 halaman tersebut berisi tentang kisah hidup Sani selama sejak kecil, ketika dia masih hidup susah hingga pernah putus sekolah. Tapi berkat kesungguhan dan kerja keras, Sani bisa sampai pada kursi Gubernur.

“Walaupun saya sudah berusia 69 tahun, namun saya beruntung masih diberi ‘ujian’ menjadi Gubernur. Tanggung jawab ini yang membuat saya terus semangat dan masih merasa muda,” katanya.

Sementara itu, Rida K Liamsi, CEO Riau Pos Group, mengatakan, sosok Sani merupakan teman seperjuangan yang patut diteladani, dari mulai tutur bahasanya hingga perbuatannya. Semangat hidupnya bisa mengilhami generasi muda untuk terus berkarya mengejar cita-citanya. Keterbatasan bukan merupakan penghalang tapi harus terus berupaya menjadi yang terbaik.

“Saya berharap para tokoh lain di Negeri ini juga meniru hal yang sama, membuat tulisan untuk diwariskan kepada generasi yang nantinya bisa dijadikan referensi. 10 tahun yang lalu saya juga telah membuat hal yang sama,” ujarnya.

Acara peluncuran buku tersebut juga dihadiri mantan Menteri Agama Said Agil Al Munawar, ekonom Faisal Basri, mantan Menteri Kelautan Rohmin Dahuri, pengusaha Setiawan Djodi, serta beberapa pejabat dan mantan pejabat tinggi Indonesia.

http://www.bisnis-kepri.com/index.php/2011/05/m-sani-luncurkan-buku-otobiografi-untung-sabut/

sosialisme ...

Dua dekade telah berlalu sejak runtuhnya Uni Soviet. Riuh sorak kaum borjuis seluruh dunia semakin menggema. Dalam seminar-seminar, mereka antusias berbicara tentang akhir sosialisme, komunisme, dan Marxisme. Bahkan tesis buruk Francis Fukuyama mengenai ‘akhir sejarah’ masih menjadi bahan diskusi penting di kampus-kampus untuk menghujat sosialisme.

Dua dekade dalam kehidupan manusia memang waktu yang cukup panjang. Tetapi dalam hitungan sejarah, ini tidak berarti apa-apa. Dua puluh tahun merupakan waktu yang singkat bagi sejarah. Namun, dalam waktu yang begitu singkat ini, kita telah disuguhi berbagai transformasi yang fundamental. Sepertinya keseluruhan sejarah sedang berjalan terbalik. Kapitalisme, yang dalam kurun waktu satu dekade lebih bersikap congkak, kini mulai tergoncang.

Untuk memahami keterbalikan ini tidaklah harus menjadi seorang Marxis. Karena fakta ini benar-benar nyata di depan mata kita. Bahkan tidak perlu memiliki kecerdasan lebih. Cukup dengan rajin membaca koran dan menonton televisi mengenai realitas ekonomi dan politik yang tengah terjadi. Dua puluh tahun yang lalu, borjuasi menjanjikan kepada kita sebuah dunia yang damai dan makmur – berkat keajaiban sistem pasar bebas, dan tentu saja, demokrasi.

Semua mimpi borjuasi itu hari ini telah menjadi abu. Tak satu pun perspektif dari para ahli strategi modal yang tertinggal. Kini kita diperlihatkan mimpi buruk di mana-mana. Pemulihan ekonomi yang mereka kerjakan sangat rapuh dan berpotensi runtuh dalam waktu yang singkat karena peristiwa-peristiwa tak terduga, seperti kenaikan harga minyak.

Kebobrokan kapitalisme juga bisa kita lihat dengan adanya berbagai perang, terorisme, kekacauan, dan ketidakstabilan. Kapitalisme gagal meyakinkan dunia. Konstruksi ekonomi, politik, dan tata sosial yang dibangunnya bergerak sangat anarkis. Kapitalisme memang berhasil membangun peradaban, tetapi bukan dunia yang damai dan makmur. Kapitalisme hanya berhasil membangun utopia tentang kemakmuran dan kedamaian dunia.

Menurut para teoritisi borjuis, Marx keliru ketika meramalkan mengenai konsentrasi yang tak terelakkan dari modal pada segelintir tangan. Menurut mereka, data statistik justru menunjukkan sebaliknya. Kenyataannya, dalam keseluruhan sejarah, konsentrasi modal tidak pernah sekuat sekarang.

Tuduhan “teoritik” dari para pembela kapitalisme terhadap analisis Marx terbantahkan oleh fakta, di mana, hari ini, 200 perusahaan besar terbukti mengontrol seperempat aktifitas ekonomi di seluruh dunia. Fakta ini sesuai dengan apa yang pernah diramalkan Marx dalam Manifesto Komunis, dan Lenin dalam bukunya Imperialisme.

Gagasan lain dari Marx yang dipersoalkan oleh para kritikus borjuasi adalah gagasan mengenai meningkatnya kemiskinan di bawah kapitalisme. Lagi-lagi fakta menunjukkan ketepatan analisis Marx. Menurut Marx, standar hidup selalu memiliki karakter relatif, bukan absolut. Dan secara relatif, telah terjadi peningkatan secara kolosal perbedaan antara yang kaya dan yang miskin, bahkan di negara-negara terkaya di planet ini, yang dimulai dengan Amerika Serikat.

Tingkat monopolisasi telah mencapai titik ekstrem. Seorang jurnalis progresif, John Pilger, pernah mengungkap sebuah data tentang tingkat monopolisasi ini dalam skala dunia, bahwa General Motors memiliki kekayaan yang lebih besar dibanding dengan keseluruhan ekonomi Denmark, dan Ford, kekayaannya melebihi keseluruhan ekonomi Afrika Selatan. Masih banyak data-data spektakuler serupa yang diungkapkan.

Peristiwa faktual ini mengartikan bahwa kesenjangan akibat kapitalisme mengalami peningkatan pada titik sangat mengerikan. Nilai-nilai kemanusian sudah melebur dalam modal. Harkat sebuah jiwa yang bebas dan memiliki hak atas kekayaan sebuah negeri telah dihancurkan oleh kepentingan para pemilik modal. Gaji besar hanya bisa diakses oleh segelintir orang. Kelas grassroot (buruh, petani, miskin kota) dipandang sebagai komoditas yang menguntungkan. Kelas ini dipaksa untuk menerima jatah yang tak semestinya karena porsi dan kemampuannya. Kemiskinan akibat penindasan menjadi hal yang rasional. Dan, kelas yang tertindas ini diperlakukan seperti domba yang tengah digiring ke tempat pembantaian.

Mengenai perbedaan akut antara yang kaya dan yang miskin ini bukanlah argumentasi yang mengada-ada. Tiger Woods, seorang pemain golf asal Amerika, misalnya, menerima bayaran melebihi gaji seluruh karyawan Nike di Indonesia. Goldman Sachs, sebuah perusahaan investasi dengan 167 patner, mampu menciptakan 2200 juta dolar Amerika per tahun. – sebanding dengan Tanzania, sebuah negeri yang berpenghuni sekitar 25 juta jiwa.

Hal yang sama juga terjadi di Indonesia. Pada tahun 2007, majalah terkemuka, Forbes Asia, mengeluarkan daftar orang terkaya Indonesia. Hasilnya sangat mengejutkan. Keluarga ketua Partai Golkar dan mantan Menteri Kesejahateraan Rakyat, Aburizal Bakrie, menempati ranking pertama dengan total kekayaan 5,4 milyar dolar (sekitar Rp 50 triliun). Kekayaan ini setara dengan defisit di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2008 akibat melonjaknya harga minyak mentah dunia.

Ini sebuah tragedi -- krisis kemanusiaan yang serius. Kita tidak bisa menarik kesimpulan bahwa kapitalisme mampu memecahkan masalah-masalah yang tengah merundung dunia ini. Jika kita percaya bahwa kapitalisme mampu menyelesaikan persoalan-persoalan dunia hari ini seperti yang dijanjikan oleh logika borjuasi, maka kita sama seperti hendak ikut membunuh jutaan manusia dengan sebuah kebodohan yang memalukan.

Terdapat dua kendala besar yang mencegah kemajuan atas kemanusian dan peradaban: pertama, kepemilikan pribadi atas kekuatan-kekuatan produksi, dan kedua, keterbatasan negara-bangsa. Di sini kita memiliki kontradiksi sentral: di satu sisi, kekuatan-kekuatan produktif pada skala dunia telah mencapai level perkembangan yang memungkinkan manusia untuk menyelesaikan semua masalah dan maju ke tingkat budaya dan peradaban yang lebih tinggi. Di sisi lain, kita melihat dunia yang tersiksa karena kelaparan, penyakit, dan perang.

Fenomena ini merupakan gejala penyakit yang tak tersembuhkan, sebuah sistem sosio-ekonomi yang sudah kehilangan pembenarannya untuk ada, yang tidak lagi mampu memajukan kekuatan-kekuatan produktif dan budaya seperti yang terjadi di masa lalu, dan telah memasuki fase degenerasi yang sangat parah – ancaman serius bagi masa depan kemanusiaan.

Meskipun, beberapa tahun lalu, kaum borjuasi Amerika dengan berbagai cara melakukan berbagai cara dalam rangka memulihkan perekonomian, namun standar hidup tidak terlihat meningkat. Upah berada pada level terendah selama beberapa dekade. Pengangguran terus meningkat. Harga minyak naik. Pemerintah terpaksa mengumumkan pemotongan dana pensiun dan jaminan sosial.

Fisika klasik mengatakan bahwa setiap aksi akan menyebabkan sebuah reaksi yang sama dan berlawanan. Hal yang sama juga terjadi dalam politik. Setelah pesta minum usai, rasa sakit bekas mabuk pasti akan hinggap dan kepala akan terasa berat. Telah terjadi gejolak yang jelas di Amerika Serikat. Film dokumenter Michael Moore, Fahrenheit 9/11, film yang mengungkapkan tentang kejadian pra dan pasca tragedi WTC tanggal 9 September, segera memecahkan rekor box-office ketika diputar di seluruh bioskop-bioskop di Amerika. Filmnya tahun lalu, Capitalism: A Love Story, juga populer.

Sudah dua puluh tahun terlewati, di mana sebuah pendulum besar tiba-tiba berayun ke kanan. Tetapi dampak dari runtuhnya Uni Soviet masih tetap menyisakan ingatan. Revolusi Oktober 1917 oleh Lenin dan Trotsky adalah peristiwa besar yang tak pernah dilupakan, meski Stalin telah merusaknya. Serangan atas standar hidup dan kesejahteraan yang terjadi di mana-mana hari ini tengah mempersiapkan sebuah ayunan besar ke arah kiri, ke arah sosialisme.

Melihat kegagalan ini, kaum borjuasi, tentu, tidak tinggal diam. Berbagai sarana propaganda dibangun. Mereka giat menyerang ide-ide sosialisme, komunisme, atau Marxisme. Mereka, dengan dukungan biaya yang besar, dalam forum-forum diskusi, dalam tulisan di koran-koran, dalam tayangan di televisi-televisi, mengatakan bahwa sosialisme telah mati. Padahal yang terjadi sebaliknya. Ideologi yang mereka kini anggap mati malah nampak jelas akan menjadi satu-satunya jalan menuju pembebasan.

Banyak aktivis revolusioner meninggalkan ide-ide sosialisme dengan cara seperti tikus yang melompat dari kapal yang tenggelam. Mereka berlalu dengan senjata dan bagasi menuju barisan kontrarevolusi dan borjuasi – persis seperti tindakan sebagian aktivis kiri Indonesia 98. Mereka sekarang berada di partai-partai borjuis dengan harapan memperoleh kekayaan. Sementara, kawan-kawan seperjuangannya ditinggalkan begitu saja dengan wajah yang tak berdaya. Mereka bertingkah seperti pencuri. Mereka membantu para pemilik modal merampok kekayaan rakyat dengan cara privatisasi. Pengkhianatan ini, sama seperti pengkhianatan yang dilakukan oleh para pemimpin Sosial-Demokrat pada tahun 1914 ketika mereka mendukung Perang Dunia Pertama dan mengirim jutaan buruh ke garis depan peperangan untuk dibantai.

Runtuhnya Uni Soviet telah berlalu dalam sejarah. Hal ini perlu pengakuan obyektif bahwa apa yang tengah runtuh pada saat itu bukanlah sosialisme, seperti tuduhan dari kaum borjuis dan para intelektual oportunis guna menyudutkan sosialisme. Keruntuhan Uni Soviet samasekali bukan representasi dari keruntuhan sosialisme, tetapi karikatur sosialisme birokratis dan totaliter, yang telah merusak sendi-sendi ekonomi terencana dan nasionalisasi yang didirikan oleh Revolusi Besar Oktober 1917.

Tetapi periode setelah runtuhnya Uni Soviet telah banyak memberi data yang cukup untuk menjawab seluruh argumentasi para pembela kapitalis. Bagaimana situasi Rusia hari ini, hanya dua dekade setelah diberlakukannya ekonomi pasar bebas, apakah lebih baik dari sebelumnya? Samasekali tidak, dan sebaliknya, seribu kali lebih buruk. Ini adalah realitas dari utopia kapitalis. Dalam enam tahun pertama reformasi kapitalis, keruntuhan ekonomi terbesar dalam semua sejarah terjadi di Rusia.

Meskipun banyak yang tidak tahu, dan beberapa memang tidak ingin tahu, semua peristiwa-peristiwa ini telah diprediksi sebelumnya oleh seorang teoritikus besar Marxis, Leon Trotsky: “Jatuhnya birokrasi hari ini, jika tidak diganti dengan kekuasaan sosialis baru, akan menandai kembalinya sistem kapitalis dengan turunnya bencana ekonomi dan budaya.”

Dari analisa fakta-fakta dan data, solusi sosialis menjadi kebutuhan yang tak terelakkan. Sosialisme lebih relevan hari ini ketimbang sebelumnya. Sosialisme bukanlah gagasan yang utopis, seperti yang sering dituduhkan oleh para teoritikus borjuis. Mereka yang berbicara tentang utopia sosialisme samasekali tidak memahami situasi yang tengah terjadi saat ini. Kebangkrutan kapitalisme merupakan fakta sejarah. Kesenjangan, penindasan, pemiskinan, kerusakan alam, dll. akibat dari sistem kapitalis, merupakan fakta yang sangat menyedihkan. Tidak ada jalan lain untuk membebaskan semua ini kecuali dengan sosialisme, kerena jalan yang lain adalah barbarisme. Sebagaimana yang pernah dikatakan oleh Marx, “hanya ada dua alternatif bagi kemanusiaan: Sosialisme atau Barbarisme.”
http://militanindonesia.org/teori/sosialisme/8089-sosialisme-dan-masa-depan-manusia.html

Istilah sosialisme atau sosialis dapat mengacu ke beberapa hal yang berhubungan dengan ideologi atau kelompok ideologi, sistem ekonomi, dan negara. Istilah ini mulai digunakan sejak awal abad ke-19. Dalam bahasa Inggris, istilah ini digunakan pertama kali untuk menyebut pengikut Robert Owen pada tahun 1827. Di Perancis, istilah ini mengacu pada para pengikut doktrin Saint-Simon pada tahun 1832 yang dipopulerkan oleh Pierre Leroux dan J. Regnaud dalam l'Encyclopédie Nouvelle[1]. Penggunaan istilah sosialisme sering digunakan dalam berbagai konteks yang berbeda-beda oleh berbagai kelompok, tetapi hampir semua sepakat bahwa istilah ini berawal dari pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20 berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan masyarakat egalitarian yang dengan sistem ekonomi menurut mereka dapat melayani masyarakat banyak daripada hanya segelintir elite.

Sosialisme sebagai ideologi
Menurut penganut Marxisme, terutama Friedrich Engels, model dan gagasan sosialis dapat dirunut hingga ke awal sejarah manusia dari sifat dasar manusia sebagai makhluk sosial. Pada masa pencerahan abad ke-18, para pemikir dan penulis revolusioner seperti Marquis de Condorcet, Voltaire, Rousseau, Diderot, Abbé de Mably, dan Morelly, mengekspresikan ketidakpuasan mereka atas berbagai lapisan masyarakat di Perancis.

Cabang aliran sosialisme
Sejak abad ke-19, sosialisme telah berkembang ke banyak aliran yang berbeda, yaitu:

* Anarkisme, terutama Sosialisme libertarian
* Anarko-Sindikalisme
* Komunisme
* Marhaenisme
* Marxisme
* Sindikalisme
* Sosialisme Afrika
* Sosialisme Arab
* Sosialisme Demokratik
* Sosialisme International
* Sosialisme Kristen
* Sosialisme Utopia

Gerakan sosio-politik maupun intelektual dalam Marxis-Sosialis dapat dikelompokkan lagi menjadi:

* Albanianisme
* Komunisme konsiliasi
* Juche
* Castroisme
* Komunisme kiri
* Leninisme
* Maoisme
* Marxis humanisme
* Situasionisme
* Stalinisme
* Trotskyisme

Intervensi pemerintah dalam seluruh proses kehidupan ekonomi dan mekanisme pasar dan harga ditiadakan. Dibentuknya badan sentral oleh pemerintah sosialis = the central planning board yang memecahkan masalah-masalah what-how-for whom-when-where.

Mekanisme pasar dan harga dihapus. The central planning board (cpd) merupakan substitut atau pengganti mekanisme harga dan pasar (the Invisible Hand by Adam Smith) yang memecahkan masalah-masalah dasar perekonomian kapitalis seperti masalah what ( alokasi sumber daya alam/sda), how ( masalah pemilihan teknologi), masalah for whom (masalah distribusi output nasional dan pendapatan nasional).
Mekanisme harga dan mekanisme pasar otomatik impersonal bekerja secara objektif. CPB membuat rencana 5 tahun (di Rusia dikenal dengan istilah Gosplan), di Indonesia Repelita. Sasaran yang dicapai mengubah struktur perekonomian Indonesia dari struktur agraris menjadi struktur industrial. Sebelum merubah struktur jarus merubah infrastruktur dan hal ini membutuhkan dana yang besar.

Saat sistem komunis menjadi sosialis maka pemilik sumber daya adalah tuan tanah, setelah itu disosialisasi ( kepemilikkan tuan-tuan tanah oleh dekrit-dekrit diambil oleh negara).
overproduksi =barang-barang tertentu dihasilkan lebih dari kebutuhan.
underproduksi = barang-barang tertentu dihasilkan kurang dari kebutuhan.
Underproduksi mengakibatkan in-efisiensi atau pemborosan.



Daftar pustaka

* Engels, Friedrich. 1884. The Origin of the Family, Private Property and the State. Zurich.
* Fried, Albert. 1964. Socialist Thought: A Documentary History. Garden City, New York: Doubleday Anchor.
* G.D.H. Cole. 1965, 2003. History of Socialist Thought. Macmillan and St. Martin's Press, Palgrave Macmillan (cetak ulang). ISBN 1-4039-0264-X.
* Halevy, Elie. 1937. Histoire du Socialisme Européen. Paris: Gallimard.
* Harrington, Michael. 1972. Socialism. New York: Bantam.
* Ollman, Bertell (ed.). 1998. Market Socialism: The Debate Among Socialists. ISBN 0-415-91967-3.
* Panitch, Leo. Renewing Socialism: Democracy, Strategy and Imagination. ISBN 0-8133-9821-5.
* Weinstein, John. 2003. Long Detour: The History and Future of the American Left. Westview Press. ISBN 0-8133-4104-3.
* Wilson, Edmund. 1940. To the Finland Station: A Study in the Writing and Acting of History. Garden City, New York: Doubleday Anchor.
http://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisme
http://id.shvoong.com/business-management/international-business/1914415-mengenal-sosialisme/
http://militanindonesia.org/teori/sosialisme/8089-sosialisme-dan-masa-depan-manusia.html

Minggu, 22 Mei 2011

SKRIPSI : Mutu Pelayanan

PENINGKATAN MUTU PELAYANAN DI KANTOR KECAMATAN HARJAMUKTI 
KOTA CIREBON

1.1 Latar Belakang Masalah
Mutu pelayanan merupakan kunci dari keberhasilan dan kinerja suatu organisasi. Dengan pelayanan yang baik, maka kepuasan dan loyalitas pengguna atau masyarakat dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan. Henkoff, misalnya berpendapat tidak ada masalah apakah suatu organisasi menciptakan suatu benda yang dapat diraba atau sesuatu yang dapat dirasakan dan dialami tetapi apa yang paling perlu diperhitungkan adalah pelayanan yang dibuat, yakni cara mendisain dan menyampaikan pelayanan produk atau jasa kepada penggunanya.
Sejalan dengan pernyataan di atas adalah kenyataan bahwa para pengguna/masyarakat menuntut agar mereka diperlakukan bukan sebagai target tetapi sebagai individual, persepsi mereka mengenai “perlakuan yang saya terima” adalah sama pentingnya dengan “jasa yang saya butuhkan.”
Di samping itu, dewasa ini masyarakat semakin mementingkan kecepatan dalam pelayanan. Dikatakan oleh Tucker, bahwa masyarakat modern akan tertarik terhadap pelayanan yang dapat menghargai waktu mereka karena kecepatannya, baik itu dalam transaksi, responsi terhadap perubahan kebutuhan dan gaya hidup mereka, ataupun kecepatan responsi terhadap tuntutan-tuntutan baru merupakan faktor yang menentukan keputusan masyarakat untuk tetap loyal.
Seperti diungkapkan pula oleh Kasmir bahwa kenyataannya pelayanan yang baik pada akhirnya akan mampu memberikan kepuasan kepada masyarakat. Pelayanan yang optimal pada akhirnya juga akan mampu meningkatkan image organisasi sehingga citra organisasi di mata masyarakat terus meningkat.
Lebih jauh, terdapat dasar hukum yang menjadi landasan pelayanan publik, adalah Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (KEPMENPAN) No.81 Tahun 1999 tentang Pedoman tata-laksana pelayanan publik yang prima. Pelayanan prima adalah suatu efektifitas dari sistem instansi/organisasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan berhasil memuaskan kebutuhannya. Pelayanan prima mengharuskan suatu instansi untuk berorientasi kepada masyarakat sebagai pengguna dari jasa pelayanan.
Di bawah ini adalah gambar yang akan menjelaskan mengenai elemen-elemen pelayanan publik.

Gambar 1 Diagram Variable Kualitas Pelayanan
(Sumber: Kepmenpan, No.81 tahun 1999)

(1) Tempat pelayanan: - Ketersediaan tempat yang mudah dijangkau dan nyaman;
- Pengkondisian tata letak peralatan untuk kemudahan
pengguna/masyarakat.
(2) Proses pelayanan: - mampu melayani secara cepat dan tepat;
- Bertanggung jawab kepada pengguna/masyarakat sejak awal
hingga selesai;
- Mampu berkomunikasi dengan sopan dan menyenangkan.
(3) Produktivitas - Tersedianya staf yang baik
Pelayanan: - Ketersediaan produk/jasa yang lengkap
- Ketersediaan teknologi pendukung untuk kemudahan
pengguna/masyarakat
- Ketersediaan bahan-bahan atau alat-alat pendukung lain
(4) Budaya Pelayanan:
- Passionate = sangat bergairah = bersemangat, antusias;
- Progressive = memakai cara yang terbaik/termaju;
- Proactive = tanpa curiga dan kekhawatiran;
- Prompt = sigap dan segera dalam bertindak;
- Proporsional = tidak mengada-ada;
- Functual = tepat waktu.
Dengan demikian, dalam penelitian ini, penulis berusaha untuk mengetahui secara nyata mengenai bagaimana PENINGKATAN MUTU PELAYANAN DI KANTOR KECAMATAN HARJAMUKTI KOTA CIREBON saat ini. Masalah utama tersebut dapat dijabarkan menjadi beberapa submasalah yang menginduk kepada 4 (empat) elemen pokok pelayanan prima seperti yang disebutkan dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (KEPMENPAN) No.81 tahun 1999 yaitu: (1) tempat pelayanan, (2) proses pelayanan, (3) produktivitas pelayanan, dan (4) budaya pelayanan.



1.2 Perumusan Masalah
Penulis dapat merumuskan masalah yang terkait dengan peningkatan mutu pelayanan Kantor Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon sebagai berikut:
1. Bagaimana tingkat kualitas tempat pelayanan di Kantor Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon?
2. Bagaimana tingkat kualitas proses pelayanan di Kantor Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon?
3. Bagaimana tingkat kualitas produktivitas pelayanan di Kantor Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon?
4. Bagaimana tingkat kualitas budaya pelayanan di Kantor Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon?

1.3 Pembatasan Masalah
Penelitian mengenai pelayanan dan pelaksanaannya telah banyak didiskusikan dan diteliti oleh para ahli dan dimensinya pun berbeda-beda. Dalam hal ini penulis mengidentifikasi masalah-masalah yang timbul, antara lain:
1. Pelayanan yang dilakukan oleh Kecamatan Harjamukti umumnya dipusatkan di kantor Kecamatan yang berada di titik keramaian kota, sehingga agak menyulitkan bagi masyarakat yang tinggal di pedesaan yang jauh dari perkotaan.
2. Sistem pelayanan kepada masyarakat kadang-kadang overload, dikarenakan jumlah staf yang menangani bidang pelayanan tidak sebanding dengan jumlah masyarakat.
3. Budaya pelayanan, seperti keramahan, komunikasi yang baik, dan sebagainya masih harus ditingkatkan.
Dari identifikasi masalah tersebut, akan dilakukan berkaitan dengan masalah utama yang diteliti, yaitu analisis peningkatan mutu pelayanan.
Perlu dilakukan pembatasan masalah dalam penelitian ini agar masalah yang dibahas tidak menjadi terlalu luas sehingga rancu atau tidak terlalu sempit sehingga tidak menarik. Dalam hal ini penulis mencoba membatasi masalah yang ada yaitu penulis hanya akan membahas mengenai peningkatan mutu pelayanan dengan menganalisis 4 elemen pelayanan, yaitu (1) tempat pelayanan, (2) proses pelayanan, (3) produktivitas pelayanan, dan (4) budaya pelayanan.

1.4 Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.4.1. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui tingkat kualitas tempat pelayanan di Kantor Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon.
2. Untuk mengetahui tingkat kualitas proses pelayanan di Kantor Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon.
3. Untuk mengetahui tingkat kualitas produktivitas pelayanan di Kantor Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon.
4. Untuk mengetahui tingkat kualitas budaya pelayanan di Kantor Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon.

1.4.2 Kegunaan Penelitian
a. Kegunaan Ilmiah
1) Mendapatkan data dan fakta yang valid mengenai kualitas peningkatan mutu pelayanan di Kantor Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon.
2) Memberikan sumbangan bagi perkembangan khazanah ilmu pengetahuan, terutama bagi kemajuan ilmu administrasi yang penulis dapat di bangku perkuliahan.
b. Kegunaan praktis
1) Menambah perbendaharaan referensi di Perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Adminstrasi Kawula Indonesia (STIAKIN), Kota Cirebon.
2) Merupakan sumber referensi bagi jurusan administrasi pemerintahan, yang akan meneliti lebih lanjut mengenai peningkatan mutu pelayanan masyarakat.
3) Memberikan masukan bagi Kantor Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon mengenai urgensitas peningkatan kualitas pelayanan.

SKRIPSI : Pajak Reklame Peningkatan PAD

PENGARUH PAJAK REKLAME TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN CIREBON

A. Latar Belakang Masalah
Sesuai dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, maka penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dilakukan dengan memberikan kewenangan yang lebih luas, nyata, dan bertanggung jawab kepada Daerah; dan bahwa dalam penyelenggaraan Otonomi Daerah, Pajak Daerah dan Retribusi Daerah merupakan salah satu sumber pendapatan Daerah yang penting guna membiayai penyelenggaraan pemerintahan Daerah dan pembangunan Daerah untuk memantapkan Otonomi Daerah yang luas, nyata, dan bertanggung jawab.
Kemudian, dalam Pasal 2 Undang-undang tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah disebutkan bahwa jenis pajak Propinsi terdiri dari:
1. Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air;
2. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air;
3. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor;
4. Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan.
Sedangkan Jenis pajak Kabupaten/Kota terdiri dari:
1. Pajak Hotel;
2. Pajak Restoran;
3. Pajak Hiburan;
4. Pajak Reklame;
5. Pajak Penerangan Jalan;
6. Pajak Pengambilan Bahan Galian Golongan C;
7. Pajak Parkir.
Berdasarkan Undang-undang di atas, kaitannya dengan Kabupaten Cirebon sebagai objek penelitian, maka Kabupaten Cirebon memiliki hak dalam pendapatan pajak daerah seperti disebutkan di atas, yang salah satunya adalah dari pajak reklame. Dan berdasarkan Pasal 3 Undang-undang tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta diatur dengan oleh Peraturan Daerah bahwa besarnya pajak untuk cakupan pajak daerah Kabupatan/Kota adalah:
a. Pajak Hotel 10% (sepuluh persen);
b. Pajak Restoran 10% (sepuluh persen);
c. Pajak Hiburan 35% (tiga puluh lima persen);
d. Pajak Reklame 25 % (dua puluh lima persen);
e. Pajak Penerangan Jalan 10% (sepuluh persen);
f. Pajak Pengambilan Bahan Galian Golongan C 20% (dua puluh persen);
g. Pajak Parkir 20% (dua puluh persen).
Berdasarkan Undang-undang di atas, pajak reklame sebagai salah satu pendapatan daerah dari pajak adalah sebesar 25%. Reklame sendiri, berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Cirebon No.9 tahun 1998, adalah ”Benda, alat, perbuatan atau media yang menurut bentuk susunan dan corak ragamnya untuk tujuan komersial, dipergunakan untuk memperkenalkan, menganjurkan atau memuji suatu barang, jasa atau orang ataupun untuk menarik perhatian umum kepada suatu barang, jasa atau orang yang ditempatkan atau yang dapat dilihat, dibaca, dan atau didengar dari suatu tempat oleh umum, kecuali yang dilakukan oleh Pemerintah.”
Dengan demikian, dari jumlah dan cakupan pajak reklame dari Undang-undang dan Peraturan Daerah di atas, merupakan hak dari pemerintah daerah dalam pengelolaannya. Berdasarkan hal tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai ”PENGARUH PAJAK REKLAME TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN CIREBON”.


B. Perumusan Masalah
Dari latar belakang masalah di atas, penulis dapat merumuskan masalah utama dalam penelitian ini sebagai berikut:
1. Bagaimana pendapatan dari Pajak Reklame Pemerintah Kabupaten Cirebon?
2. Bagaimana Pendapatan Daerah Pemerintah Kabupaten Cirebon secara keseluruhan?
3. Apakah terdapat pengaruh antara pendapatan dari Pajak Reklame terhadap Peningkatan Pendapatan Daerah Pemerintah Kabupaten Cirebon?

C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari setiap penelitian adalah untuk menjawab permasalahan yang telah dirumuskan. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan sebagaimana yang telah dirumuskan pada perumusan masalah di atas, yaitu:
1. Untuk mengetahui pendapatan dari Pajak Reklame Pemerintah Kabupaten Cirebon.
2. Untuk mengetahui Pendapatan Daerah Pemerintah Kabupaten Cirebon secara keseluruhan.
3. Untuk mengetahui pengaruh antara pendapatan dari Pajak Reklame terhadap Peningkatan Pendapatan Daerah Pemerintah Kabupaten Cirebon.


D. Kegunaan Penelitian
1. Kegunaan Akademik
a. Mendapatkan data dan fakta yang sahih mengenai pengaruh pajak reklame terhadap peningkatan pendapatan daerah Kabupaten Cirebon.
b. Memberikan sumbangan bagi perkembangan khazanah ilmu pengetahuan, terutama bagi kemajuan ilmu administrasi, yang penulis dapat di bangku perkuliahan.
b. Manfaat praktis
a. Menambah perbendaharaan referensi di Perpustakaan Umum STIAKIN, Jakarta.
b. Merupakan sumber referensi bagi jurusan ilmu administrasi, yang akan meneliti lebih lanjut mengenai pengaruh pajak reklame terhadap peningkatan pendapatan daerah Kabupaten Cirebon.
c. Memberikan masukan bagi Pemerintah Kabupaten Cirebon, mengenai pola pengaruh pajak reklame terhadap peningkatan pendapatan daerah untuk penentu kebijakan di masa mendatang.

Rabu, 04 Agustus 2010

psikologis manusia

Sangunis, Melankolis, Koleris, Plegmatis..

Florence Litteur, penulis buku terlaris “Personality Plus” menguraikan, ada empat pola watak dasar manusia. Kalau saja semua sudah kita pahami, kita akan sangat terbantu sekali dalam berhubungan dengan orang lain.Kita akan jadi mengerti mengapa suami kita tiba-tiba marah sekali ketika meja kerjanya yang berantakan kita atur rapi. Kita juga akan mudah memahami mengapa pegawai kita gampang sekali berjanji… dan hebatnya dengan mudah pula ia melupakannya, “Oh ya, saya lupa”katanya sambil tertawa santai. Kita juga akan mudah mengerti mengapa istri kita nggak mau dengar sedikitpun pendapat kita, tak mau kalah,cenderung mempertahankan diri, selalu merasa benar dengan pendapatnya dan makin sengit bertengkar kalau kita mau coba-coba untuk mengalahkannya.

Yang pertama, kata Florence adalah golongan Sanguinis, “Yang Populer”. Mereka ini cenderung ingin populer, ingin disenangi oleh orang lain. Hidupnya penuh dengan bunga warna-warni. Mereka senangsekali bicara tanpa bisa dihentikan. Gejolak emosinya bergelombang dan transparan. Pada suatu saat ia berteriak kegirangan, dan beberapa saat kemudian ia bisa jadi menangis tersedu-sedu.

Namun orang-orang sanguinis ini sedikit agak pelupa, sulit berkonsentrasi, cenderung berpikir `pendek’, dan hidupnya serba tak beratur. Jika suatu kali anda lihat meja kerja pegawai anda cenderung berantakan, agaknya bisa jadi ia sanguinis. Kemungkinan besar ia pun kurang mampu berdisiplin dengan waktu, sering lupa pada janji apalagi bikin planning/rencana. Namun kalau disuruh melakukan sesuatu, ia akan dengan cepat mengiyakannya dan terlihat sepertinya betul-betul hal itu akan ia lakukan. Dengan semangat sekali ia ingin buktikan bahwa ia bisa dan akan segera melakukannya. Tapi percayalah, beberapa hari kemudian ia tak lakukan apapun juga.

Lain lagi dengan tipe kedua, golongan melankoli, “Yang Sempurna”. Agak berseberangan dengan sang sanguinis. Cenderung serba teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola. Umumnya mereka ini suka dengan fakta-fakta, data-data, angka-angka dan sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam. Dalam sebuah pertemuan, orang sanguinis selalu saja mendominasi pembicaraan, namun orang melankoli cenderung menganalisa, memikirkan, mempertimbangkan, lalu kalau bicara pastilah apa yang ia katakan betul-betul hasil yang ia pikirkan secara mendalam sekali.

Orang melankoli selalu ingin serba sempurna. Segala sesuatu ingin teratur. Karena itu jangan heran jika balita anda yang `melankoli’ tak `kan bisa tidur hanya gara-gara selimut yang membentangi tubuhnya belum tertata rapi. Dan jangan pula coba-coba mengubah isi lemari yang telah disusun istri `melankoli’ anda, sebab betul-betul ia tata-apik sekali, sehingga warnanya, jenisnya, klasifikasi pemakaiannya sudah ia perhitungkan dengan rapi. Kalau perlu ia tuliskan satu per satu tata letak setiap jenis pakaian tersebut. Ia akan dongkol sekali kalau susunan itu tiba-tiba jadi lain.

Ketiga, manusia Koleris, “Yang Kuat”. Mereka ini suka sekali mengatur orang, suka tunjuk-tunjuk atau perintah-perintah orang. Ia tak ingin ada penonton dalam aktivitasnya. Bahkan tamu pun bisa sajaia `suruh’ melalukan sesuatu untuknya. Akibat sifatnya yang `bossy’ itu membuat banyak orang koleris tak punya banyak teman. Orang-orangberusaha menghindar, menjauh agar tak jadi `korban’ karakternya yang suka `ngatur’ dan tak mau kalah itu.

Orang koleris senang dengan tantangan, suka petualangan. Mereka punya rasa, “hanya saya yang bisa menyelesaikan segalanya; tanpa saya berantakan semua”. Karena itu mereka sangat “goal oriented”,tegas, kuat, cepat dan tangkas mengerjakan sesuatu. Baginya tak ada istilah tidak mungkin. Seorang wanita koleris, mau dan berani naik tebing, memanjat pohon, bertarung ataupun memimpin peperangan. Kalau ia sudah kobarkan semangat “ya pasti jadi…” maka hampir dapat dipastikan apa yang akan ia lakukan akan tercapai seperti yang ia katakan. Sebab ia tak mudah menyerah, tak mudah pula mengalah.

Hal ini berbeda sekali dengan jenis keempat, sang Phlegmatis “Cinta Damai”. Kelompok ini tak suka terjadi konflik, karena itu disuruh apa saja ia mau lakukan, sekalipun ia sendiri nggak suka. Baginya kedamaian adalah segala-galanya. Jika timbul masalah atau pertengkaran, ia akan berusaha mencari solusi yang damai tanpa timbul pertengkaran. Ia mau merugi sedikit atau rela sakit, asalkan masalahnya nggak terus berkepanjangan.

Kaum phlegmatis kurang bersemangat, kurang teratur dan serba dingin. Cenderung diam, kalem, dan kalau memecahkan masalah umumnya sangat menyenangkan. Dengan sabar ia mau jadi pendengar yang baik, tapi kalau disuruh untuk mengambil keputusan ia akan terus menunda-nunda. Kalau anda lihat tiba-tiba ada sekelompok orang berkerumun mengelilingi satu orang yang asyik bicara terus, maka pastilah parapendengar yang berkerumun itu orang-orang phlegmatis. Sedang yang bicara tentu saja sang Sanguinis.

Kadang sedikit serba salah berurusan dengan para phlegmatis ini. Ibarat keledai, “kalau didorong ngambek, tapi kalau dibiarin nggak jalan”. Jadi kalau anda punya staf atau pegawai phlegmatis, andaharus rajin memotivasinya sampai ia termotivasi sendiri oleh dirinya.

Selasa, 03 Agustus 2010

Depresi Wanita wanita cantik

10 Wanita Cantik Ini Pernah Alami Depresi (2)
Berikut ini seleb dunia yang punya niat bunuh diri atau melukai bayinya usai melahirkan.

Banyak wanita yang mengalami depresi usai melahirkan. Kondisi yang kerap dialami ibu baru ini dikenal dengan sebutan postpartum depression (PPD).

Seringnya, wanita yang mengalami depresi ini menutup-nutupi keadaannya, karena malu atau takut. Pasalnya, tidak sedikit dari penderita ini berusaha bunuh diri, atau parahnya punya niat melukai buah hatinya.

Tetapi, para selebriti wanita Hollywood yang mengalami kondisi yang juga sering disebut baby blues ini mengakuinya. Siapa saja mereka?

1. Brooke Shields

Brooke Shields
Ia adalah selebriti wanita yang tidak segan menceritakan pengalamannya depresi yang dialaminya pada publik. Ia bahkan menulis buku yang berjudul 'Down Came the Rain: My Journey Through Postpartum Depression'.

2. Bryce Dallas Howard
Pemeran Victoria dalam film 'Eclipse' ini juga mengalami baby blues. Pertama kali ia mengungkapkan bahwa dia berjuang dengan pengalaman buruk PPD setelah kelahiran putranya Theo.

"Bagi saya, menyusui bahkan lebih menyakitkan daripada melahirkan. Meskipun mendapat bantuan konsultan ahli, tapi saya merasa tidak kompeten. Saya menolak untuk menyerah, memaksa diri untuk melakukan segala kemungkinan sehingga anak hanya mengonsumsi susu ibu tanpa tambahan makanan apapun.

Ketika suami pulang di malam hari, biasanya saya menemuinya di pintu, gemetar karena marah dan menjerit keras padanya. Perilaku yang ia tidak pernah alami selama tujuh tahun kami bersama-sama," seperti dikutip dari Rightcelebrity.com.

3. Lisa Rinna
Rinna mengungkapkan, setelah kelahiran dua anak perempuannya, ia sempat membayangkan punya niat membunuh keluarganya.

"Orang tidak bicara tentang itu. Padahal itu sangat, sangat menakutkan. Saya membuat Harry menyembunyikan semua pisau tajam dan mengeluarkanl pistol keluar dari rumah karena saya ingin membunuh semua orang. Saya ingin berbagi pengalaman, karena saya pikir wanita sangat malu dengan itu sekaligus mengerikan. Saya akhirnya menemukan bantuan dan berhasil melewatinya," kata Rinna.

4. Britney Spears

Britney Spears dalam sesi pemotretan
Setelah Britney Spears memiliki dua bayi dalam hitungan jangka waktu 17 bulan, banyak berspekulasi bahwa itu alasannya menjadi depresi (ia mencukur rambutnya sendiri hingga botak dan insiden payung).

5. Kendra Wilkinson

Kendra Wilkinson
Kendra mengakui, setelah kelahiran putranya, dia merasa tidak berharga. "Setelah melahirkan, saya tidak pernah menyisir rambut, membersihkan gigi, atau mandi. Suatu hari, saya melihat dalam cermin dan benar-benar depresi. Saya dulu memiliki kehidupan glamor di LA, dan sekarang tidak. Saya bahkan mengatakan, tidak punya apa-apa untuk hidup," kata Kendra.

6. Amanda Peet
Peet melewati masa-masa sulit setelah kelahiran anaknya Frankie. Dia mengatakan kehamilan berjalan baik-baik saja sampai suatu hari semuanya hilang saat putra keduanya lahir. "Saya ingin jujur tentang ini, karena akan ada perasaan campur aduk saat menjadi seorang ibu selain kebahagiaan," katanya.

7. Courteney Cox-Arquette

Courteney Cox
Ia juga mengalami baby blues setelah melahirkan putrinya, Coco. “Saya melewati masa-masa depresi ini bukan setelah melahirkan, tetapi ketika ia berumur enam bulan. Saya tidak bisa tidur. Jantungku berdegup kencang. Dan aku benar-benar depresi. Saya pergi ke dokter dan menemukan bahwa depresi itu akibat hormon," kata Cox.

8. Gena Lee Nolin
"Saat bayi pertama lahir, saya tidak yakin apa yang terjadi. Perlu waktu lima bulan sebelum saya meminta bantuan. Lalu, setelah melahirkan anak kedua, saya tidak ingin percaya, tapi hal itu terjadi lagi. Saya tahu saya memiliki sarana untuk menjalaninya, dan bagian terberat adalah meminta bantuan. Anda akan merasa PPD menjadi sesuatu tidak beres, ketika muncul gejala, sering menangis tanpa sebab, kelelahan, sedih atas segalanya.

9. Angelina Jolie

Angelina Jolie
Walaupun Jolie tidak mengungkapkan secara terbuka, tetapi ia pernah membicarakannya. Ia pernah mengalami turun naik emosi setelah kelahiran anak kembarnya. Seorang sumber, bercerita, perasaan Jolie tidak stabil, menangis dan tertawa dalam waktu yang kurang tepat.

10. Gwyneth Paltrow

Gwyneth Paltrow
Paltrow juga mengalami PPD setelah melahirkan anak keduanya, Moses. “Ketika Moses lahir pada 2006, saya berharap memasuki tahapan kebahagiaan baru. Tetapi, saya malah mengalami hal sebaliknya, berhadapan dengan salah satu fase tergelap dan paling menyakitkan dalam hidup. Selama sekitar lima bulan saya mengalami depresi. Saya tidak tahu apa yang salah, tidak memiliki koneksi, dan pesimis," kata Paltrow.

Jumat, 23 Juli 2010

Huzrin Hood di tantang masyarakat

KEPRIterkini: Setelah Nurdin Basirun dan Aunur Rafiq menyatakan siap untuk maju kembali dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Karimun. Kini nama Huzrin Hood, tokoh sentral pejuang pembentukan provinsi Kepulauan Riau, didaulat untuk ikut serta dalam ajang Pemilukada Karimun.

"Kami berharap Pak Huzrin untuk ikut dalam pilbup Karimun, kami ingin perubahan di Karimun. Kami yakin Pak Huzrin mampu mengatasi berbagai persoalan seperti Listrik dan tingginya angka kemiskinan di Karimun," ujar M. Tahir Din, warga Karimun, saat berbincang dengan kepriterkini.com, minggu (13/6).

Keinginan berbagai kelompok masyarakat di Karimun akan disampaikan langsung kepada H. Huzrin Hood dalam waktu dekat. "Kami akan menemui Pak Huzrin untuk menyampaikan niat kami, saatnya Pak Huzrin kembali untuk membangun kampung halamannya," ujarnya lagi.

Huzrin Hood saat dihubungi menyatakan menghargai keinginan masyarakat Karimun yang meminta dirinya untuk maju dalam Pemilukada di Karimun, "Saya menghargai dan menyampaikan terimakasih atas dukungan yang diberikan kepada saya. Kalau memang saya diberikan amanah untuk membangun Karimun akan saya lakukan. Dalam waktu dekat saya akan bertemu dengan masyarakat Karimun,"

Saat ditanya soal peluang memenangkan Pemilukada di Karimun, Huzrin Hood tidak mau berandai-andai, "Semuanya kita serahkan kepada masyarakat Karimun, mereka yang mengetahui apa yang mereka inginkan begitu juga dengan siapa yang akan mereka pilih nantinya. Langkah pertama yang akan saya lakukan adalah mendengarkan keluhan dan harapan-harapan mereka."

Keikutsertaan Huzrin Hood dalam Pemilukada di Karimun dipastikan akan menjadi saingan berat bagi incumbent, Nurdin Basirun dan Aunur Rafiq, mengingat Huzrin Hood punya basis dan ikatan emosional dengan masyarakat Karimun. (Oleh: Hadly Ally)

Kamis, 22 Juli 2010

Nurdin Basirun di demo ijazah

Jakarta,KEPRIterkini: Puluhan masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Peduli Pendidikan Indonesia (FPPI) melakukan aksi demonstrasi di Kementerian Pendidikan Nasional di Jalan Sudirman Jakarta, Selasa (13/7). Mereka menuntut agar Menteri Pendidikan mencabut surat yang dikeluarkan Dirjen Dikdasmen tertanggal 1 November 2005 yang menyatakan ijazah Mualim Pelayaran Interinsuler (MPI) milik Bupati Karimun Nurdin Basirun setara dengan ijazah SLTA.
Massa FPPI yang terdiri dari kalangan aktivis mahasiswa dan masyarakat itu terlihat mulai mendatangi kantor Kementerian Pendidikan di Jalan Sudirman Jakarta Pusat sekitar pukul 11.00 Wib dengan menggunakan dua Kopaja. Kendaraan demonstran tampak dikawal satuan lantas Polda Metro Jaya. Mereka membawa sejumlah spanduk yang berisi desakan agar kementerian Pendidikan Nasional segera mencabut surat no. 5914/C1/TU/2005.

Dalam orasi yang disampaikan secara bergiliran para demonstran menyatakan bahwa surat yang dikeluarkan Dirjen Dikdasmen no 14/C1/TU/2005
tertanggal 1 november 2005 itu tidak bisa dipertangunggjawabkan secara hukum sebab bertentangan dengan Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan no. 132/C/Kep/I.1987 Tentang Kriteria dan Prosedur Penilaian Ijazah/STTB.

Dalam SK tahun 2007 itu disebutkan bahwa ijazah lembaga pendidikan setingkat kursus hanya dapat disamakan/disetarakan apabila menempuh pedidikan selama tiga tahun untuk atau kurikulumnya mengacu pada kurikulum pendidikan SLTA. Sementara Ijazah MPI milik Nurdin Basirun hanya melalui kursus dalam waktu 6 (enam) bulan. Karena itu, kata salah satu demonstran, Forum Peduli Pendidikan Indonesia menolak tegas penyetaraan/persamaan ijazah MPI milik Nurdin Basirun dengan Ijazah SLTA sederajat.

Dalam orasinya, mereka mendesak agar Menteri Pendidikan Nasional segera membatalkan Surat dari Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) tentang penyetaraan tersebut. Mereka juga mendesak agar Menteri Pendidikan Nasional RI segera memberikan kepastian hukum status administrasi serta status kepastian hukum atas eksistensi ijazah MPI atas Nama Nurdin Basirun.

"Kita tidak mau penguasa negeri ini bermain-main dengan pendidikan, sebab pendidikan adalah tonggak mendasar untuk mencerdaskan bangsa, kami minta hari ini juga Pak Menteri segera mencabut surat yang cacat hukum itu, jangan mempolitisasi pendidikan demi kepentingan politik," ujar Agus, koordinator Aksi FPPI.

Selain berorasi, para demonstran juga membagi-bagikan selebaran kepada para pengendara yang melintas serta pegawai diknas yang menyaksikan aksi tersebut. Setelah puas berorasi sekitar pukul 12.30 Wib para demonstran membubarkan diri dengan diawasa pasukan Dalmas Polda Metro Jaya.

Dalam wawancara seusai aksi, Koordinator Demonstrasi, Agus menjelaskan bahwa aksi yang mereka lakukan ini sebagai bentuk protes mereka terhadap upaya politisasi pendidikan. Menurutnya gerakan yang mereka lakukan tidak akan berhenti sampai Menteri Pendidikan membatalkan surat dari Dirjen Dikdasmen tersebut.

"Kita akan lihat apakah pihak Kementrian merespon apa yang kita samapikan hari ini, jika tidak kami akan kembali turun jalan serta melaporkan hal ini ke Ombudsman, satgas mafia hukum, DPR serta pihak-pihak yang berwenang untuk menegur menteri pendidikan, jika perlu kami juga akan berkirim surat ke Presiden," tambahnya. (Oleh: Hadly Ally) ***

JAKARTA,KEPRIterkini: Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kementerian Pendidikan Nasional,Dr. Andi Pangerang Moenta,S.H.,M.H.,DFM menjelaskan pihaknya akan nmengkaji tuntutan masyarakat yang mempertanyakan keabsahan penyetaraaan ijazah MPI NUrdin Basirun dan melacak keberadaan SK Menteri Mendikbud No.065/U/1981 yang menjadi dasar hukum penyetaraan tersebut.

Demikian hasil pertemuan antara Komite Rakyat Pemilukada Bersih (KRPB) dengan Kementerian Pendidikan Nasional di Kantor Kementerian Pendidikan di Jalan Sudirman Jakarta Pusat, Selasa (13/7). Dalam pertemuan yang berlangsung selama satu jam itu di ruang Kepala biro Hukum, Komite Rakyat Pemilukada Bersih diwakili Burhanuddin Nur dan Said Abdullah Dahlawi.

Burhan yang menjadi juru bicara KRPB menjelaskan bahwa penyetaraan itu tidak melalui prosedur yang benar dan bermuatan politis, sebab penyetaraan tidak berdasarkan aturan yang ada. Hal itu terlihat dari surat penyetaraan yang dikeluarkan hanya berupa surat penjelasan, bukan berbentuk Surat Keputusan (SK) seperti lazimnya digunakan selama ini.

Selain itu, sambung Burhan dasar hukum yang digunakan untuk penyetaraan itu adalah SK Mendibud No.065/U/1981, namun hal ini menjadi janggal sebab pada saat surat keterangan penyetaraan itu di keluarkan pada tahun 2005, SK Mendikbud tersebut ternyata sudah tidak ada alias hilang.

"Ini menjadi aneh, mereka membuat dasar hukum penyetaraan adalah SK Mendikbud tahun 1981, tapi saat surat itu di buat mereka mengaku SK tersebut hilang, ini patut dicurigai," ujar Burhan menyampaikan kecurigaanya kepada Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kementerian Pendidikan Nasional,Dr. Andi Pangerang Moenta,S.H.,M.H.,DFM.

Burhan juga menambahkan surat keterangan penyetaraan itu juga bertentangan dengan Surat Keputusan (SK) Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan no. 132/C/Kep/I.1987 Tentang Kriteria dan Prosedur Penilaian Ijazah/STTB.

Dalam SK tahun 1987 itu disebutkan bahwa ijazah lembaga pendidikan setingkat kursus hanya dapat disamakan/disetarakan apabila menempuh pedidikan selama tiga tahun dan kurikulumnya mengacu pada kurikulum pendidikan SLTA. Sementara Ijazah MPI milik Nurdin Basirun hanya melalui kursus dalam waktu 6 (enam) bulan. Karena itu, kata Burhan Pihak kementerian perlu melakukan kajian serius agar tidak terjadi tumpang tindih dalam menerapkan aturan.

Menanggapi hal ini, Pangeran Moenta berjanji akan melakukan kajian serius terhadap apa yang disampaikan oleh KRPB. menurut Andi, jika dilihat sepintas, surat dikeluarkan Dirjen Dikdasmen no 14/C1/TU/2005
tertanggal 1 november 2005 memang terlihat janggal, apalagi yang bertandatangan adalah Sekretaris Direktorat bukan Direktur Jenderal. Namun pihaknya tidak mau membuat kesimpulan sebelum melakukan kajian secara serius.

Andi juga berjanji akan melacak keberadaan SK Mendibud No.065/U/1981 yang dikabarkan hilang sebab SK itu menjadi kunci apakah ijazah MPI dapat disetarakan dengan Ijazah SMK.

"Kita akan usahakan agar SK itu ditemukan, saya akan minta staf saya untuk mencarinya jika memang masih ada tersimpan di arsip," jelasnya. ***

http://kepri-terkini.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1883:biro-hukum-kemendiknas-akan-teliti-ijazah-mpi-nurdin&catid=41:karimun&Itemid=56


JAKARTA,KEPRIterkini: Setelah bertemu dengan Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kementerian Pendidikan Nasional, Selasa (13/7), Komite Rakyat Pemilukada Bersih (KRPB) menemui Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Suyanto, Ph.D, Rabu (14/7) di Lantai 5 Kementerian Pendidikan Nasional Jalan Sudirman Jakarta. Peretemuan tersebut masih terkait dengan protes KRPB atas penyetaraan ijazah Mualim Pelayaran Interinsuler setingkat SLTA milik Nurdin Basirun.

Pertemuan di mulai sekira pukul 15.00 WIB dan berlangsung selama 1 jam. Dalam pertemuan tersebut, Burhanuddin Nur, ketua KRPB menyampaikan tuntutan serta hal-hal yang mereka nilai ganjil dalam penyetaraan tersebut. "Kami menilai penyetaraan tersebut aneh karena kursus MPI itu hanya 6 bulan," ujar Burhan saat dihubungi kepriterkini.com, Rabu (14/7).

Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa penyetaraan yang dilakukan tanpa sepengetahuan Dirjen Mandikdasmen, "Juli 2005 saya sudah menjadi Dirjen, tapi saya tidak tahu soal ini. Saya akan memanggil yang terlibat dalam hal ini," ujar Suyanto heran.

Suyanto juga menyampaikan akan membentuk tim untuk menilai apakah ijazah MPI dapat disetarakan dengan ijazah SLTA, "Kita akan bentuk tim untuk melakukan penilaian sebagaimana penyetaraan yang selama ini kami lakukan. Saya akan memberikan kabar apabila prosesnya sudah selesai,"

Burhan juga mmenyampaikan bahwa surat keterangan penyetaraan itu juga bertentangan dengan Surat Keputusan (SK) Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan no. 132/C/Kep/I.1987 Tentang Kriteria dan Prosedur Penilaian Ijazah/STTB.

Dalam SK tahun 1987 itu disebutkan bahwa ijazah lembaga pendidikan setingkat kursus hanya dapat disamakan/disetarakan apabila menempuh pedidikan selama tiga tahun dan kurikulumnya mengacu pada kurikulum pendidikan SLTA. Sementara Ijazah MPI milik Nurdin Basirun hanya melalui kursus dalam waktu 6 (enam) bulan. Karena itu, kata Burhan Pihak kementerian perlu melakukan kajian serius agar tidak terjadi tumpang tindih dalam menerapkan aturan.***

http://kepri-terkini.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1885:dirjen-tidak-tahu-penyetaraan-ijazah-mpi-nurdin&catid=41:karimun&Itemid=56

Duduk Tegak, Grogi Lenyap

Grogi bisa membuat aktifitas Anda jadi berantakan. Entah dalam situasi wawancara untuk pekerjaan, presentasi di depan orang penting, atau bertemu dengan calon mertua, grogi sering menyerang secara tiba-tiba. Untuk itu, bangkitkan rasa percaya diri Anda dengan trik berikut ini.

Duduklah dengan tegak! Anjuran yang sering kita dengan dari orang yang lebih tua ini ternyata bisa menyulap kita menjadi lebih pede dengan waktu singkat. Hal itu diamini oleh para peneliti dari Ohio State University yang menyatakan, hanya memerlukan satu detik untuk membangun rasa percaya diri, cukup duduk dengan posisi badan yang tegak.

Para peneliti itu melakukan penelitian terhadap sekelompok orang yang diminta menjalani serangkaian tes masuk kerja. Ternyata mereka yang mengerjakan soal ujian dengan posisi duduk tegak, lebih tenang dan mendapatkan hasil yang lebih memuaskan. Posisi duduk yang tegak secara otomatis akan membuat rasa percaya diri kita meningkat, mood lebih baik, dan pikiran yang lebih positif.(Preventionindonesia.com/AST/AYB)

http://gayahidup.liputan6.com/berita/201007/286720/Duduk.Tegak.Grogi.Lenyap

PUITIS : Pendamping Hidup

Pendamping Hidup

Bila Allah mengizinkan kita bertemu kelak . . .
Bila Allah mewujudkan takdir pernikahan kita kelak . . .

Dan bila kemudian disaat kita hidup bersama, lantas terlihat sisi salah pada diriku, semoga Allah mengkaruniakanmu kemampuan untuk melihat sisi baikku. Sungguh Allah SWT yang mempertemukan dan menyatukan hati kita berpesan, “Dan pergaulilah mereka (isterimu) dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” [QS: An Nisa' 19]. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang kita cintai pun berpesan, “Sempurnanya iman seseorang mukmin adalah mereka yang baik akhlaknya, dan yang terbaik (pergaulannya) dengan istri-istri mereka.” Jika engkau melihat kekurangan pada diriku, ingatlah kembali pesan beliau, Jangan membenci seorang mukmin (laki-laki) pada mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai. (HR. Muslim)

Sadarkah engkau bahwa tiada manusia di dunia ini yang sempurna segalanya? Bukankah engkau tahu bahwa hanyalah Alllah yang Maha Sempurna. bukankah kurang bijaksana bila kau hanya menghitung-hitung kekurangan pasangan hidupmu? Janganlah engkau mencari-cari selalu kesalahanku, padahal aku telah taat kepadamu.

Saat diriku rela pergi bersama dirimu, kutinggalkan orangtua dan sanak saudaraku, ku ingin engkaulah yang mengisi kekosongan hatiku. Naungilah diriku dengan kasih sayang, dan senyuman darimu. Ku ingat pula saat aku ragu memilih siapa pendampingku, ketakwaan yang terlihat dalam keseharianmu-lah yang mempesona diriku. Bukankah sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Ali bin Abi Tholib saat ditanya oleh seorang, “Sesungguhnya aku mempunyai seorang anak perempuan, dengan siapakah sepatutnya aku nikahkan dia?” Ali r.a. pun menjawab, “Kawinkanlah dia dengan lelaki yang bertakwa kepada Allah, sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika ia tidak menyukainya maka dia tidak akan menzaliminya.” Ku harap engkaulah laki-laki itu, duhai calon suamiku.

Saat terjadi kesalahan yang tak sengaja ku lakukan, mungkin saat itu engkau mendambakan diriku sebagai istri tanpa kekurangan dan kelemahan. Perbaikilah kekurangan diriku dengan lemah lembut, janganlah kasar terhadapku. Bukankah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah mengajarkan kepada dirimu, saat Muawiah bin Ubaidah bertanya kepada beliau tentang tanggungjawab suami terhadap istri, beliaupun menjawab, “Dia memberinya makan ketika ia makan, dan memberinya pakaian ketika dia berpakaian.” Janganlah engkau keras terhadapku, karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pun tak pernah berbuat kasar terhadap istri-istrinya.

Duhai Calon Suamiku…
Tahukah engkau anugerah yang akan engkau terima dari Allah di akhirat kelak? Tahukah engkau pula balasan yang akan dianugerahkan kepada suami-suami yang berlaku baik terhadap istri-istri mereka? Renungkanlah bahwa, “Mereka yang berlaku adil, kelak di hari kiamat akan bertahta di singgasana yang terbuat dari cahaya. Mereka adalah orang yang berlaku adil ketika menghukum, dan adil terhadap istri-istri mereka serta orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya.” [HR Muslim]. Kudoakan bahwa engkaulah yang kelak salah satu yang menempati singgasana tersebut, dan aku adalah permaisuri di istanamu.

Jika engkau ada waktu ajarkanlah diriku dengan ilmu yang telah Allah berikan kepadamu. Apabila engkau sibuk, maka biarkan aku menuntut ilmu, namun tak akan kulupakan tanggungjawabku, sehingga kelak diriku dapat menjadi sekolah buat putra-putrimu. Bukankah seorang ibu adalah madrasah ilmu pertama buat putra-putrinya? Semoga engkau selalu mendampingiku dalam mendidik putra-putri kita dan bertakwa kepada Allah.

Ya Allah,
Engkau-lah saksi ikatan hati ini…
Engkau-lah yang telah menentukan hatiku jatuh pada lelaki ini,
jadikanlah cinta ku pada calon suamiku ini sebagai penambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Namun, kumohon pula, jagalah cintaku ini agar tidak melebihi cintaku kepada-Mu,
hingga aku tidak terjatuh pada jurang cinta yang semu,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu. Jika ia rindu,
jadikanlah rindu syahid di jalan-Mu lebih ia rindukan daripada kerinduannya terhadapku,
jadikan pula kerinduan terhadapku tidak melupakan kerinduannya terhadap surga-Mu.
Bila cintaku padanya telah mengalahkan cintaku kepada-Mu,
ingatkanlah diriku, jangan Engkau biarkan aku tertatih kemudian tergapai-gapai merengkuh cinta-Mu.

Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.

Amin ya rabbal ‘alamin.

Kerugian Kurang Tidur ala kompas

KOMPAS,com - Anda pernah merasa uring-uringan dan pusing? Mungkin saja hal itu akibat kurang tidur. Jangan pernah anggap remeh keadaan ini! Kurang tidur dapat memengaruhi kehidupan seksual, daya ingat, kesehatan, penampilan, dan bahkan membuat tubuh Anda 'melar'.

Berikut ini 10 hal mengejutkan yang terjadi akibat kurang tidur:

1. Kecelakaan Kurang tidur adalah salah satu faktor bencana terbesar dalam sejarah selain kecelakaan nuklir di Three Mile Island tahun 1979, tumpahan minyak terbesar Exxon Valdez, krisis nuklir di Chernobyl 1986, dan lain-lain.

Terdengar berlebihan, tapi Anda harus sadari kurang tidur juga berdampak pada keselamatan Anda setiap hari di jalan. Mengantuk dapat memperlambat waktu anda mengemudi setara ketika anda mabuk saat menyetir.

Sebuah penelitian yang dilakukan Lembaga Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika memperkirakan bahwa kelelahan merupakan penyebab 100.000 kecelakaan mobil dan 1.500 kematian terjadi selama setahun di AS. Di mana korbannya orang di bawah umur 25 tahun.

Studi yang sama menunjukkan, jika Anda kurang tidur atau memiliki kualitas tidur yang rendah dapat menyebabkan kecelakaan dan cedera saat bekerja. Dalam sebuah penelitian, pekerja yang mengeluh mengantuk berlebihan di siang hari rentan terluka saat bekerja dan secara terus menerus mengalami kecelakaan yang sama saat berkerja.

2. Konsentrasi menurun Tidur yang baik memainkan peran penting dalam berpikir dan belajar. Kurang tidur dapat mempengaruhi banyak hal. Pertama, mengganggu kewaspadaan, konsentrasi, penalaran, dan pemecahan masalah. Hal ini membuat belajar menjadi sulit dan tidak efisien. Kedua, siklus tidur pada malam hari berperan dalam "menguatkan" memori dalam pikiran. Jika Anda tidak cukup tidur, Anda tidak akan mampu mengingat apa yang Anda pelajari dan alami selama seharian.

3. Masalah kesehatan serius Gangguan tidur dan kurang tidur tahap kronis dapat membawa Anda pada risiko :

* Penyakit jantung * Serangan jantung * Gagal jantung * Detak jantung tidak teratur * Tekanan darah tinggi * Stroke * Diabetes

Menurut beberapa penelitian, 90 persen penderita insomnia- gangguan tidur yang ditandai dengan sulit tidur dan tetap terjaga sepanjang malam - juga mengalami risiko kesehatan serupa.

4. Gairah seks menurun Para ahli melaporkan, kurang tidur pada pria dan wanita menurunkan tingkat libido dan dorongan melakukan hubungan seksual. Hal ini dikarenakan energi terkuras, mengantuk, dan tensi yang meningkat.

Bagi pria yang mengidap sleep apnea- masalah pernapasan yang mengganggu saat tidur, menyebabkan gairah seksual melempem. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism 2002 menunjukkan, hampir semua orang yang menderita sleep apnea memiliki kadar testosteron yang rendah. Dan hampir setengah dari orang yang menderita sleep apnea parah memiliki tingkat testosteron yang rendah pada malam hari.

5. Menyebabkan depresi Dalam studi tahun 1997, peneliti dari Universitas Pennsylvania melaporkan orang-orang yang tidur kurang dari 5 jam per hari selama tujuh hari menyebabkan stres, marah, sedih, dan kelelahan mental. Selain itu, kurang tidur dan gangguan tidur dapat menyebabkan gejala depresi.

Gangguan tidur yang paling umum, yaitu insomnia yang memiliki kaitan kuat dengan depresi. Dalam studi tahun 2007 melibatkan 10.000 orang, terungkap bahwa pengidap insomnia 5 kali lebih rentan depresi. Bahkan, insomnia sering menjadi salah satu gejala pertama depresi.

Insomnia dan tidak nafsu makan akibat depresi saling berhubungan. Kurang tidur memperparah gejala depresi dan depresi membuat anda lebih sulit tidur. Sisi positifnya, pola tidur yang baik dapat membantu mengobati depresi.

6. Memengaruhi kesehatan kulit Kebanyakan orang mengalami kulit pucat dan mata bengkak setelah beberapa malam kurang tidur. Keadaaan tersebut benar karena kurang tidur yang kronis dapat mengakibatkan kulit kusam, garis-garis halus pada wajah dan lingkaran hitam di bawah mata.

Bila Anda tidak mendapatkan cukup tidur, tubuh Anda melepaskan lebih banyak hormon stres atau kortisol. Dalam jumlah yang berlebihan, kortisol dapat memecah kolagen kulit, atau protein yang membuat kulit tetap halus dan elastis.

Kurang tidur juga dapat menyebabkan tubuh lebih sedikit mengeluarkan hormon pertumbuhan. Ketika kita masih muda, hormon pertumbuhan manusia mendorong pertumbuhan. Dalam hal ini membantu meningkatkan massa otot, menebalkan kulit, dan memperkuat tulang.

"Ini terjadi saat tubuh sedang tidur nyenyak- yang kami sebut tidur gelombang lambat (SWS) - hormon pertumbuhan dilepaskan," kata Phil Gehrman, PhD, CBSM, Asisten Profesor Psikiatri dan Direktur Klinis dari Program Behavioral Sleep Medicine Universitas Pennsylvania, Philadelphia.

7. Pelupa Tidak ingin lupa dengan kenangan terbaik dalam hidup Anda? Cobalah perbanyak tidur. Pada tahun 2009, peneliti dari Amerika dan Perancis menemukkan bahwa peristiwa otak yang disebut "“sharp wave ripples” bertanggung jawab menguatkan memori pada otak. Peristiwa ini juga mentransfer informasi dari hipokampus ke neokorteks di otak, dimana kenangan jangka panjang disimpan. Sharp wave ripples kebanyakan terjadi pada saat tidur.

8. Tubuh jadi melar Jika Anda mengabaikan efek kurang tidur, bersiaplah dengan ancaman kelebihan berat badan. Kurang tidur berhubungan dengan peningkatan rasa lapar dan nafsu makan, dan kemungkinan bisa menjadi obesitas. Menurut sebuah studi tahun 2004, orang-orang yang tidur kurang dari enam jam sehari, hampir 30 persen cenderung menjadi lebih gemuk daripada mereka yang tidur tujuh sampai sembilan jam sehari.

Penelitian terakhir terfokus pada hubungan antara tidur dan peptida yang mengatur nafsu makan. Ghrelin merangsang rasa lapar dan leptin memberi sinyal kenyang ke otak dan merangsang nafsu makan. Waktu tidur singkat dikaitkan dengan penurunan leptin dan peningkatan dalam ghrelin.

Kurang tidur tak hanya merangsang nafsu makan. Hal ini juga merangsang hasrat menyantap makanan berlemak dan makanan tinggi karbohidrat. Riset yang tengah berlangsung meneliti apakah tidur yang layak harus menjadi bagian standar dari program penurunan berat badan.

9. Meningkatkan risiko kematian Dalam penelitian Whitehall ke-2, peneliti Inggris menemukkan bagaimana pola tidur mempengaruhi angka kematian lebih dari 10.000 pegawai sipil Inggris selama dua dekade. Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan pada 2007, mereka yang telah tidur kurang dari 5-7 jam sehari mengalami kenaikan risiko kematian akibat berbagai faktor. Bahkan kurang tidur meningkatkan dua kali lipat risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler.

10. Merusak penilaian terutama tentang tidur Kurang tidur dapat memengaruhi penafsiran tentang peristiwa. Keadaan tubuh yang lemas membuat kita tidak bisa menilai situasi secara akurat dan bijaksana. Anda yang kurang tidur sangat rentan terhadap penilaian buruk ketika sampai pada saat menilai apa yang kurang terhadap sesuatu.

Dalam dunia yang serba cepat saat ini, kebiasaan tidur menjadi semacam lencana kehormatan. Spesialis mengenai tidur mengatakan, Anda salah jika berpikir Anda baik-baik saja meski kurang tidur karena di mana pun Anda bekerja pada profesi apa pun, akan menjadi masalah besar bila Anda tidak dapat menilai sesuatu dengan baik.

"Studi menunjukkan bahwa dari waktu ke waktu, orang-orang yang tidur selama 6 jam, bukannya 7 atau 8 jam sehari, mulai merasa bahwa mereka telah beradaptasi dengan keadaan kurang tidur. Mereka sudah terbiasa dengan hal itu," kata Gehrman.

"Tapi jika Anda melihat hasil tes kinerja dan kewaspadaan mental, nilai mereka terus memburuk. Hal itu menjelaskan bagaiamana kurang tidur menganggu aktivitas kita sehari-hari."