VIVAnews - Meski Yusril Ihza Mahendra menyerang balik kejaksaan dengan menuding Hendarman Supandji sebagai Jaksa Agung ilegal dan melaporkan tiga pejabat kejaksaan, kejaksaan masih menilai mantan menteri kehakiman era Gus Dur itu kooperatif.
"Dia kooperatif, dia datang, tidak jawab itu hak dia," kata Jaksa Agung Hendarman Supandji di Kejaksaan Agung, Senin 19 Juli 2010.
Hendarman menuturkan, tidak menjawab pertanyaan penyidik tidak sertamerta seseorang dinyatakan tidak kooperatif.
Hendarman juga membantah, kasus Sisminbakum direkayasa oleh oknum jaksa. "Itukan baru omongan Pak Yusril. Sudah diajukan ke pengadilan kok rekayasa bagaimana," kata dia.
Selanjutnya, Hendarman meminta Yusril untuk bersedia memberikan keterangan. "Rekayasanya itu di mana?" kata dia.
Hendarman menambahkan, apabila Yusril tidak memberi keterangan, hal tersebut akan merugikan dirinya sendiri. (hs)
• VIVAnews
Senin, 19 Juli 2010
Otak yang Terbelah Dua
Otak yang Terbelah Dua
Merry Wahyuningsih
Otak manusia terbelah dalam dua bagian. Kedua belahan otak bertanggung jawab silang, maksudnya belahan otak kanan bertanggung jawab terhadap tubuh bagian kiri dan sebaliknya.Hal ini berarti bila otak kanan seseorang lebih dominan, maka orang tersebut cenderung menjadi kidal atau aktif dengan bagian tubuh kiri. Kedua belahan otak sangat identik tapi berbeda fungsi. Masing-masing otak berperilaku berbeda.Otak adalah organ tubuh yang paling vital dan penting bagi kelangsungan hidup manusia. Jika manusia diibaratkan sebuah komputer, otak adalah prosesornya.Otak manusia terdiri lebih dari 100 miliar saraf yang masing-masing terkait dengan 10 ribu saraf lain. Otak adalah organ tubuh vital yang merupakan pusat pengendali sistem saraf pusat.Otak manusia terbagi menjadi dua dan dibatasi oleh celah longitudinal. Celah longitudinal disebut juga dengan celah great longitudinal atau celah longitudinal cerebral merupakan alur dalam yang memisahkan kedua belahan otak manusia.Ada keuntungan manusia memiliki otak yang terintegrasi. Dengan dua permukaan permukaan menjadi lebih luas, yang memungkinkan untuk pertumbuhan dan pendinginan. Dengan dengan dua belahan, otak menjadi memiliki fungsi masing-masing.Otak belahan kiri dan belahan kanan memiliki fungsi masing-masing. Seperti dilansir dari Buzzle, Senin (7/6/2010), berikut fungsi masing-masing belahan otak:
Otak belahan kiriOtak kiri dicirikan dengan karakteristik yang berhubungan dengan kemampuan analisis, logis, urutan, objektif dan rasional. Dengan karakterisitik ini, orang yang dominan menggunakan otak kiri cenderung memiliki pendekatan rasional terhadap kehidupan.Orang yang dominan otak kiri akan lebih tertarik dengan angka, kata-kata atau simbol. Dengan cara berpikirnya yang logis dan rasional, individu dengan dominansi otak kiri cenderung melakukan kemampuan analisa dengan baik. Misalnya dalam bidang teknik atau akutansi.Orang dengan dominasi otak kiri berpengalaman dalam perencanaan, dan orang ini jarang sekali melakukan persiapan di saat-saat terakhir.
Otak belahan kananDi sisi lain, karakteristik yang terkait dengan otak kanan adalah intuitif, acak, subjektif, holistik (secara menyeluruh) dan sintesis. Dengan karakteristik ini, orang yang dominan dengan otak kanan cenderung lebih kreatif ketimbang orang yang dominan otak kiri.Kenyataan bahwa orang dengan dominansi otak kanan lebih cenderung menyukai aspek visual, sehingga orang-orang tersebut jarang menanggapi masalah secara rinci.Individu dengan dominansi otak kanan cenderung lebih kreatif dan intuitif, baik di bidang seni yang kreatif, maupun di bidang-bidang lainnya. Individu tersebut memiliki waktu yang tepat untuk memprioritaskan hal-hal yang sulit, karena sebagian besar keputusan yang dibuat pada saat terakhir.Jika dua individu diberikan beberapa kasus, satu dengan dominansi otak kanan dan yang lainnya dengan dominansi otak kiri, orang dengan dominansi otak kanan akan mulai bekerja tanpa melalui manual instruksi. Sedangkan individu dengan dominansi otak kiri akan melakukannya melalui manual, memahami konsep, baru kemudian menangani kasus tersebut. (mer/ir)
Merry Wahyuningsih
Otak manusia terbelah dalam dua bagian. Kedua belahan otak bertanggung jawab silang, maksudnya belahan otak kanan bertanggung jawab terhadap tubuh bagian kiri dan sebaliknya.Hal ini berarti bila otak kanan seseorang lebih dominan, maka orang tersebut cenderung menjadi kidal atau aktif dengan bagian tubuh kiri. Kedua belahan otak sangat identik tapi berbeda fungsi. Masing-masing otak berperilaku berbeda.Otak adalah organ tubuh yang paling vital dan penting bagi kelangsungan hidup manusia. Jika manusia diibaratkan sebuah komputer, otak adalah prosesornya.Otak manusia terdiri lebih dari 100 miliar saraf yang masing-masing terkait dengan 10 ribu saraf lain. Otak adalah organ tubuh vital yang merupakan pusat pengendali sistem saraf pusat.Otak manusia terbagi menjadi dua dan dibatasi oleh celah longitudinal. Celah longitudinal disebut juga dengan celah great longitudinal atau celah longitudinal cerebral merupakan alur dalam yang memisahkan kedua belahan otak manusia.Ada keuntungan manusia memiliki otak yang terintegrasi. Dengan dua permukaan permukaan menjadi lebih luas, yang memungkinkan untuk pertumbuhan dan pendinginan. Dengan dengan dua belahan, otak menjadi memiliki fungsi masing-masing.Otak belahan kiri dan belahan kanan memiliki fungsi masing-masing. Seperti dilansir dari Buzzle, Senin (7/6/2010), berikut fungsi masing-masing belahan otak:
Otak belahan kiriOtak kiri dicirikan dengan karakteristik yang berhubungan dengan kemampuan analisis, logis, urutan, objektif dan rasional. Dengan karakterisitik ini, orang yang dominan menggunakan otak kiri cenderung memiliki pendekatan rasional terhadap kehidupan.Orang yang dominan otak kiri akan lebih tertarik dengan angka, kata-kata atau simbol. Dengan cara berpikirnya yang logis dan rasional, individu dengan dominansi otak kiri cenderung melakukan kemampuan analisa dengan baik. Misalnya dalam bidang teknik atau akutansi.Orang dengan dominasi otak kiri berpengalaman dalam perencanaan, dan orang ini jarang sekali melakukan persiapan di saat-saat terakhir.
Otak belahan kananDi sisi lain, karakteristik yang terkait dengan otak kanan adalah intuitif, acak, subjektif, holistik (secara menyeluruh) dan sintesis. Dengan karakteristik ini, orang yang dominan dengan otak kanan cenderung lebih kreatif ketimbang orang yang dominan otak kiri.Kenyataan bahwa orang dengan dominansi otak kanan lebih cenderung menyukai aspek visual, sehingga orang-orang tersebut jarang menanggapi masalah secara rinci.Individu dengan dominansi otak kanan cenderung lebih kreatif dan intuitif, baik di bidang seni yang kreatif, maupun di bidang-bidang lainnya. Individu tersebut memiliki waktu yang tepat untuk memprioritaskan hal-hal yang sulit, karena sebagian besar keputusan yang dibuat pada saat terakhir.Jika dua individu diberikan beberapa kasus, satu dengan dominansi otak kanan dan yang lainnya dengan dominansi otak kiri, orang dengan dominansi otak kanan akan mulai bekerja tanpa melalui manual instruksi. Sedangkan individu dengan dominansi otak kiri akan melakukannya melalui manual, memahami konsep, baru kemudian menangani kasus tersebut. (mer/ir)
Joni Sandra : Memo Untuk Walikota Tanjungpinang
Memo Untuk Walikota Tanjungpinang
Oleh : Joni Sandra
Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Universitas Maritim Raja Ali Haji
( UMRAH ) Tanjungpinang
Memo itu karena walikota sangat-sangat sulit ditemui apalagi beramahtamah, disini penulis menggarisbawahi bahwasanya pemerintah belum mampu serius mengurus rakyat. Mulai dari krisis listrik, krisis air, krisis moral, krisis pendidikan, krisis politik, krisis ekonomi (sembako tidak stabil) terus menerus menumpuk di ibukota provinsi kepri yaitu kota tanjungpinang, kita tahu bahwa saat kampanye mereka menggebu-gebu akan memperjuangkan hak rakyat dan APBD itu hak rakyat kata mereka, namun setelah duduk empuk dan telah capek berjanji, mereka dengan mudah mengatakan itukan janji politis bisa iya bisa tidak. Ironisnya sudah dua periode memimpin tanjungpinang belum mampu menunjukkan pogram andalan yang bisa di teladani oleh rakyat, namun ironisnya walikota masih mampu berpuitis untuk rakyatnya.
Aksi massa rakyat bersama elemen organisasi mahasiswa dan pemuda pada 11 januari 2010 lalu yang terulang beberapa kali menerobos kebobrokan managemen PLN Cabang Tanjungpinang, yang dinilai tidak mampu mengatasi krisis listrik dan merasa dirinya (PLN) terpojokkan dan kita ketahui bahwa setiap keputusan harus melalui kebijakan PLN wilayah pekanbaru. Sempat juga sang walikota ikut hadir dalam demo, agar dinilai telah berjuang dan ‘tinggi’ kepeduliannya untuk kebutuhan rakyat, ironisnya bisa dikatakan adakah pemerintah kota tanjungpinang serius mengurus rakyat? Tanyakan pada walikota dan rakyat yang merasa kebijakan apa yang telah srikandi itu buat. Bila benar telah serius mengurus rakyat kenapa harus terjadi krisis dan krisis, bukankah ini kewenangan pemerintah dalam merumuskan public policy (kebijakan publik) yang memihak rakyat atau tidak. Dampak aksi ribuan massa ke PLN itu dinilai membuahkan hasil karena melakukan pressure secara terus menerus agar solusi yang ditawarkan tidak sekedar janji. Dampak aksi itu bisa dirasakan rakyat byarpet PLN tidak berkepanjangan, walaupun masih ramai yang berkeluh kesah akan pelayanan PLN.
Demokrasi itu ‘biang kerok’ policy
Demokrasi untuk politik bagi penulis sederhananya bisa diartikan sebagai langkah strategis untuk mewujudkan kesejahteraan infrastruktur dan suprastruktur kehidupan rakyat, ironisnya langkah itu dijadikan biang kerok menjadikan rakyat semakin termarginalkan lewat public policy non populis dan terkesan otoriterisme.
Demokrasi yang diidentifikasi sebagai proses kepemihakkan kepada mayoritas dan pemberian keadilan terhadap minoritas yang diletakkan sebagai suatu sistem pemerintahan dan secara terus-menerus diupayakan implementasinya oleh segenap komponen bangsa ini, pada tahap awalnya dilandasi oleh sebuah realitas atas pluralitas bangsa Indonesia itu sendiri untuk secara bersama-sama mewujudkan tatanan masyarakat yang adil dan makmur. Itulah yang menjadi tujuan bangsa Indonesia setelah merdeka
Pasca aksi itu seharusnya kita bisa berpikir cerdas dan arif sesuai dengan motto kota tanjungpinang ‘jujur bertutur, bijak bertindak’, patut rakyat mempertanyakan sudah mampukah decision maker dan pelaksananya berpikir dan bertindak demikian dalam public policy-nya yang dijabarkan dalam public service yang selama ini nilainya dipenuhi filosofis dan tebar pesona seorang pemimpin dan tidak sekedar hiasan pin motto didada para pegawainya. Lainnya lagi berbagai study ‘tour’ banding keluar daerah anggota DPRD Tanjungpinang untuk menambah wawasan dan pengetahuan akan Peraturan Daerah yang mereka anggap baik, namun belum tentu baik menurut rakyat, dan rakyat tanjungpinang Cuma mampu berceloteh dikedai kopi tiap paginya melihat ulah nakal decision maker’s yang telah mereka pilih beberapa tahun lalu. Program study banding itu yang bisa kita nilai tanpa memperdulikan multiefek dari pemubaziran uang rakyat itu, yang alasannya sudah diagendakan dalam buku harian setiap aggota dewan dan diplotkan biayanya dalam APBD yang merupakan mayoritas hak rakyat, namun apa yang terjadi, kesempatan itu datang tak kedua kali dalam benak mereka. decision maker saja tidak mampu menjelaskan kepada rakyat, apatah lagi kita rakyat yang tidak dilayani bila meminta pertanggungjawaban jabatannya, nyatanya APBD tiap tahunnya tidak bisa dipegang rakyat, bagaimana rakyat berperan sebagai pengawas jalannya pembangunan bila masih dirasuki pembohongan publik atau mereka berpikir telah mampu membodohi rakyat,why?
Menelaah krisis air dan krisis listrik yang merupakan hak dasar rakyat yang telah diurus dalam UUD 1945 namun, diabaikan pemerintah dalam setiap rumusan public policy-nya, yang penting bagi mereka politik dan politik KKN. Kita sangat menyayangkan sikap pemko tanjungpinang tidak bertanggungjawab akan penjualan air lori ke masyarakat, menurut mereka (dinas kesehatan Tanjungpinang) dan beralasan pengusaha lori air tidak menerima bila diperiksa secara medis, dan air yang dijual bebas ke masyarakat telah berlangsung lama. Bagaimana pula dengan penjualan air isi ulang (air gallon) dan rakyat patut mencurigai kadar kesehatan sumber air yang diambil, lagi dan lagi menguntungkan pengusaha dan itu tentunya merugikan kesehatan rakyat yang akhirnya rakyat jadi korban. Dikemanakan hati nurani mereka Mulai dari Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, LPPOM, MUI, pengusaha dan lainnya ketika rakyat butuh perlindungan, butuh pengayoman, butuh public policy yang tidak sekedar live service belaka?. Mereka hanya mampu tegas dengan rakyat ‘lemah’ kecil yang tidak mampu mengkritisi kinerja mereka naïf atau benar, namun mereka lupa sejenak integritas kepemimpinan akan dituntut bila sudah dilahap cacing. Tolong jelaskan secara tegas kepada rakyatmu bila amanah politik itu sesungguhnya pengabdian untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat dan/atau sebalikna?
Tenaga listrik dijual bebas
Lainnya lagi Kita ketahui bersama developer/pengusaha sepertinya mendapat hak istimewa mengenai kebutuhan listrik dari Negara (PLN) yang tentunya pemerintah tahu itu, walaupun mereka beralasan memiliki persediaan listrik yang cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Namun sangat di sayangkan rakyat di bodohi oleh live service kebijakan yang sangat rapi dan terorganisir dengan baik oleh mereka. Substansi permasalahan krisis listrik bukan tidak cukup, namun PLN yang beralasan sesuai dengan peraturannya ada hak istimewa menjual listrik ke swasta/pengusaha. Sangat di sayangkan Listrik yang merupakan hak dasar rakyat di jual bebas oleh swasta pada rakyat dengan harga yang tinggi, dan tidak menutup kemungkinan pemerintah bersekongkol merapikan kebijakan itu. Buktinya ruko komplek bintan center km.9 menjual listrik dengan bebasnya pada pengguna (rakyat) dengan harga jual Rp 200.000,- Rp 250.000,- per bulannya sesuai dengan ampere yang digunakan. Rakyat yang butuh listrik tunduk dan patuh pada ketentuan itu, sementara pemerintah kita tutup telinga, tutup mata, tutup mulut pada kebijakan swasta yang tentunya merugikan public (rakyat) dan bisa jadi menguntungkan live service yang pemerintah buat agar terlihat dan di nilai elegan yang tercermin dalam APBD tiap tahunnya. Tidak menutup kemungkinan bisa jadi hal ini juga terjadi di daerah perumnas dan daerah lainnya yang tentunya ada PLN Cabang ataupun ranting.
Artinya apa, sumpah jabatan yang pernah diucapkan saat mau menduduki secara sah jabatan dan/atau kursi kekuasaan lima tahunan itu merupakan penjabaran sumpah rakyat yang menghendaki pemimpin/pengurus negeri yang jujur, adil, amanah, al-amin, integritas, berjuang, bekerja, bertanggungjawab. Bila benar-benar dan sungguh-sungguh pemerintah mengurus rakyat, maka tidak akan pernah terjadi ketimpangan public policy saat perumusannya. Hingga detik ini (tulisan ini ditulis) masih adanya keluhan desicion maker agar diikuti rakyat akan kurangnya energy listrik, kurang sumber air bersih, kemiskinan, pengangguran, tindakan kriminal, tindakan amoral, dan itu terjadi karena negeri ini krisis kepemimpinan yang progressif, revolusioner, visioner dan berpegang teguh pada integritas kepemimpinan.
Untuk itu bila benar kepemimpinan itu pengabdian dan amanah, maka tunjukkan pada rakyatmu bahwa dalam kepemimpinan mu serius mengurus rakyatmu, bukan menjadi Lintah Kekuasaan yang melukai amanah rakyat. Lebih jelasnya tanyakan saja langsung ke walikota tanjungpinang (itu pun bila mudah ditemui), jujur saja sangat sulit bertemu pemimpin rakyat itu, ibarat dewa saja, namun sangat disayangkan ½ dewa saja tidak, Pada intinya walikotaku bermain-main dengan amanah rakyat,maaf.
Sekian.
Email aja kritik dan saran nya : jonkepri@ymail.com
Kamis, 15 Juli 2010
sya'ban bulan mulia
Bismillah..
Assalamu’alaikum..
Sudah masuk bulan Sya’ban teman-teman..
Then, let’s greet Sya’ban ^_^
Sya'ban adalah bulan di mana segala amalan kita diangkat kehadapan Allah SWT, tepatnya yaitu pada pertengahan bulan Syaban002E
Sabda Nabi s.a.w: Sya`ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku. Sya`ban ialah mengkifaratkan (menghapuskan) dosa dan Ramadhan ialah menyucikan dosa (jasmani rohani).(Al-Hadis).
Sabda Nabi s.a.w: Bahawa kelebihan Rejab atas bulan -bulan yang lainnya seperti kelebihan Quran ke atas segala Qalam. Kelebihan Sya`ban atas bulan-bulan yang lainnya seperti kelebihan atas segala ambia(nabi-nabi). Kelebihan Ramadhan atas bulan yang lain seperti kelebihan Allah atas segala makhluknya. (Al-hadis)
Usman bin Zaid menceritakan: “Saya telah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, wahai Rasulullah, saya tidak pernah menyaksikan banyaknya puasa tuan pada lain-lain bulan seperti di bulan Sya’ban; lalu baginda menjawab, itulah bulan (Sya’ban) di mana ramai manusia lalai mengenainya iaitu di antara bulan Rejab dan Ramadhan; ini adalah bulan di mana segala amalan di angkat kepada Tuhan pemilik sekalian alam. Oleh itu saya (baginda) amat suka kiranya amalan saya diangkat ketika saya sedang berpuasa.”
(Hadis Riwayat Imam Ahmad dan An-Nasai)
Barangsiapa berpuasa sehari pada bulan Sya'aban, diharamkan Allah tubuhnya dari api neraka. Dia akan menjadi tauladan Nabi Allah Yusuf a.s.di dalam syurga. Diberi pahala oleh Allah seperti pahala Nabi Allah Ayub a.s. dan Nabi Daud a.s. Jika dia sempurnakan puasanya sebulan di bulan Sya'aban, dimudahkan Allah atasnya Sakrotulmaut dan ditolakkan (terlepas) daripadanya kegelapan di dalam kubur, dilepaskan daripada hira-hara Munkar dan Nakir, ditutup Allah keaipannya di hari kiamat dan diwajibkan syurga baginya.
Bulan Syaaban merupakan bulan kedua selepas Rejab yang penuh dengan keberkatan. Sebahagian ahli hikmah menyatakan bahawa sesungguhnya bulan Rejab adalah kesempatan untuk meminta ampun dari segala dosa, pada bulan Syaaban adalah kesempatan untuk memperbaiki diri dari segala macam cela dan pada bulan Ramadhan adalah masa untuk menerangkan hati dan jiwa.
Barangsiapa berpuasa pada awal hari khamis pada bulan sya`ban dan akhir khamis daripada sya`ban, dimasukkan dia ke dalam Syurga. (Al-hadis dari kitab Al barkah).
Sabda Nabi s.a.w : Bahawa puasa Sya`ban kerana membesarkan Ramadhan, siapa yang berpuasa tiga hari daripada bulan Sya`ban, kemudian dia berselawat atasku beberapa kali sebelum berbuka puasa, maka diampunkan oleh Allah dosanya yang telah lalu, diberkatkan rezekinya. Antara lain sabdanya lagi: Bahawa Allah ta`ala membukakan pada bulan itu tiga ratus pintu rahmat. (Al-Hadis).
Di dalam kitab Durratun Nasihin ada menyebut sebuah hadis yang menyatakan bahawa Rasulullah SAW.
bersabda yang maksudnya: "Barangsiapa berpuasa tiga hari pada permulaan Syaaban dan tiga hari pada pertengahan Syaaban dan tiga hari pada akhir Syaaban, maka Allah Taala mencatat untuknya pahala seperti pahala tujuh puluh nabi dan seperti orang-orang yang beribadat kepada Allah Taala selama tujuh puluh tahun dan apabila dia mati pada tahun itu maka dia seperti orang yang mati syahid."
Memperbanyak doa, zikir dan berselawat kepada Rasulullah S.A.W.
Sabda Rasulullah S.A.W.: "Barangsiapa yang mengagungkan bulan Syaaban, bertaqwa kepada Allah, taat kepada-Nya serta menahan diri dari perbuatan maksiat, maka Allah Taala mengampuni semua dosanya dan menyelamatkannya di dalam tahun itu dari segala macam bencana dan penyakit." (Dipetik dari kitab Zubdatul Wa'izhin)
Puasa Hari Senin
Hadis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang diriwayatkan oleh Abdullah r.a.
“Barangsiapa yang berpuasa pada hari senin yang terakhir dalam bulan Sya’ban akan diampunkan dosanya.”
Puasa Hari Khamis
Mereka yang berpuasa sunat pada hari Khamis pertama bulan Sya’ban dan Khamis terakhir bulan Sya’ban, akan dimasukkan ke dalam Syurga.
Puasa Sehari
Mereka yang berpuasa sunat sehari dalam bulan Sya’ban, akan diharamkan tubuhnya dari api neraka dan masuk Syurga.
Puasa Tiga Hari
Mereka yang berpuasa sunat tiga hari dalam bulan Sya’ban dan berselawat ke atas Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebelum berbuka puasa, akan diampunkan dosanya dan diberkati rezekinya.
Puasa Sebulan Sya’ban
Mereka yang dapat menyempurnakan puasa sunat sebulan Sya’ban maka akan dimudahkan Allah semasa sakaratul-maut, terlepas daripada azab kubur, ditutupkan Allah aibnya pada hari Kiamat dan diwajibkan baginya
At last... Iman itu bercabang-cabang, surga itu bertingkat-tingkat, pintunya pun banyak, banyak cara berbeda yang dapat kita buat untuk mencapainya. Semua tergantung pada kemampuan kita masing-masing. Amalan, jika tidak dapat dilakukan semuanya, maka jangan pula ditinggalkan semuanya.
Lakukan semampu kita saja, yang terpentingkan niat didalam hati : )
Selamat beribadah ^^
Wassalam.
For the details, check out these sources:
http://www.ashtech.com.my/ bulanislam/Syaaban.html
http://wahyoutyas.wordpres s.com/2008/08/23/puasa-sya ban/
http://www.al-azim.com/mas jid/syaaban/home.htm
http://cheya.blogspot.com/ 2009/08/bulan-syaban.html
http://always-in-green.blo gspot.com/2010/07/welcome- syaban.html
Assalamu’alaikum..
Sudah masuk bulan Sya’ban teman-teman..
Then, let’s greet Sya’ban ^_^
Sya'ban adalah bulan di mana segala amalan kita diangkat kehadapan Allah SWT, tepatnya yaitu pada pertengahan bulan Syaban002E
Sabda Nabi s.a.w: Sya`ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku. Sya`ban ialah mengkifaratkan (menghapuskan) dosa dan Ramadhan ialah menyucikan dosa (jasmani rohani).(Al-Hadis).
Sabda Nabi s.a.w: Bahawa kelebihan Rejab atas bulan -bulan yang lainnya seperti kelebihan Quran ke atas segala Qalam. Kelebihan Sya`ban atas bulan-bulan yang lainnya seperti kelebihan atas segala ambia(nabi-nabi). Kelebihan Ramadhan atas bulan yang lain seperti kelebihan Allah atas segala makhluknya. (Al-hadis)
Usman bin Zaid menceritakan: “Saya telah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, wahai Rasulullah, saya tidak pernah menyaksikan banyaknya puasa tuan pada lain-lain bulan seperti di bulan Sya’ban; lalu baginda menjawab, itulah bulan (Sya’ban) di mana ramai manusia lalai mengenainya iaitu di antara bulan Rejab dan Ramadhan; ini adalah bulan di mana segala amalan di angkat kepada Tuhan pemilik sekalian alam. Oleh itu saya (baginda) amat suka kiranya amalan saya diangkat ketika saya sedang berpuasa.”
(Hadis Riwayat Imam Ahmad dan An-Nasai)
Barangsiapa berpuasa sehari pada bulan Sya'aban, diharamkan Allah tubuhnya dari api neraka. Dia akan menjadi tauladan Nabi Allah Yusuf a.s.di dalam syurga. Diberi pahala oleh Allah seperti pahala Nabi Allah Ayub a.s. dan Nabi Daud a.s. Jika dia sempurnakan puasanya sebulan di bulan Sya'aban, dimudahkan Allah atasnya Sakrotulmaut dan ditolakkan (terlepas) daripadanya kegelapan di dalam kubur, dilepaskan daripada hira-hara Munkar dan Nakir, ditutup Allah keaipannya di hari kiamat dan diwajibkan syurga baginya.
Bulan Syaaban merupakan bulan kedua selepas Rejab yang penuh dengan keberkatan. Sebahagian ahli hikmah menyatakan bahawa sesungguhnya bulan Rejab adalah kesempatan untuk meminta ampun dari segala dosa, pada bulan Syaaban adalah kesempatan untuk memperbaiki diri dari segala macam cela dan pada bulan Ramadhan adalah masa untuk menerangkan hati dan jiwa.
Barangsiapa berpuasa pada awal hari khamis pada bulan sya`ban dan akhir khamis daripada sya`ban, dimasukkan dia ke dalam Syurga. (Al-hadis dari kitab Al barkah).
Sabda Nabi s.a.w : Bahawa puasa Sya`ban kerana membesarkan Ramadhan, siapa yang berpuasa tiga hari daripada bulan Sya`ban, kemudian dia berselawat atasku beberapa kali sebelum berbuka puasa, maka diampunkan oleh Allah dosanya yang telah lalu, diberkatkan rezekinya. Antara lain sabdanya lagi: Bahawa Allah ta`ala membukakan pada bulan itu tiga ratus pintu rahmat. (Al-Hadis).
Di dalam kitab Durratun Nasihin ada menyebut sebuah hadis yang menyatakan bahawa Rasulullah SAW.
bersabda yang maksudnya: "Barangsiapa berpuasa tiga hari pada permulaan Syaaban dan tiga hari pada pertengahan Syaaban dan tiga hari pada akhir Syaaban, maka Allah Taala mencatat untuknya pahala seperti pahala tujuh puluh nabi dan seperti orang-orang yang beribadat kepada Allah Taala selama tujuh puluh tahun dan apabila dia mati pada tahun itu maka dia seperti orang yang mati syahid."
Memperbanyak doa, zikir dan berselawat kepada Rasulullah S.A.W.
Sabda Rasulullah S.A.W.: "Barangsiapa yang mengagungkan bulan Syaaban, bertaqwa kepada Allah, taat kepada-Nya serta menahan diri dari perbuatan maksiat, maka Allah Taala mengampuni semua dosanya dan menyelamatkannya di dalam tahun itu dari segala macam bencana dan penyakit." (Dipetik dari kitab Zubdatul Wa'izhin)
Puasa Hari Senin
Hadis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang diriwayatkan oleh Abdullah r.a.
“Barangsiapa yang berpuasa pada hari senin yang terakhir dalam bulan Sya’ban akan diampunkan dosanya.”
Puasa Hari Khamis
Mereka yang berpuasa sunat pada hari Khamis pertama bulan Sya’ban dan Khamis terakhir bulan Sya’ban, akan dimasukkan ke dalam Syurga.
Puasa Sehari
Mereka yang berpuasa sunat sehari dalam bulan Sya’ban, akan diharamkan tubuhnya dari api neraka dan masuk Syurga.
Puasa Tiga Hari
Mereka yang berpuasa sunat tiga hari dalam bulan Sya’ban dan berselawat ke atas Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebelum berbuka puasa, akan diampunkan dosanya dan diberkati rezekinya.
Puasa Sebulan Sya’ban
Mereka yang dapat menyempurnakan puasa sunat sebulan Sya’ban maka akan dimudahkan Allah semasa sakaratul-maut, terlepas daripada azab kubur, ditutupkan Allah aibnya pada hari Kiamat dan diwajibkan baginya
At last... Iman itu bercabang-cabang, surga itu bertingkat-tingkat, pintunya pun banyak, banyak cara berbeda yang dapat kita buat untuk mencapainya. Semua tergantung pada kemampuan kita masing-masing. Amalan, jika tidak dapat dilakukan semuanya, maka jangan pula ditinggalkan semuanya.
Lakukan semampu kita saja, yang terpentingkan niat didalam hati : )
Selamat beribadah ^^
Wassalam.
For the details, check out these sources:
http://www.ashtech.com.my/
http://wahyoutyas.wordpres
http://www.al-azim.com/mas
http://cheya.blogspot.com/
http://always-in-green.blo
Rabu, 14 Juli 2010
Rabu, 30 Juni 2010
Rabu, 09 Juni 2010
Kode Etik Jurnalistik
KODE ETIK AJI- Jurnalis menghormati hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar.
- Jurnalis senantiasa mempertahankan prinsip-prinsip kebebasan dan keberimbangan dalam peliputan dan pemberitaan serta kritik dan komentar.
- Jurnalis memberi tempat bagi pihak yang kurang memiliki daya dan kesempatan untuk menyuarakan pendapatnya.
- Jurnalis hanya melaporkan fakta dan pendapat yang jelas sumbernya.
- Jurnalis tidak menyembunyikan informasi penting yang perlu diketahui masyarakat.
- Jurnalis menggunakan cara-cara yang etis untuk memperoleh berita, foto dan dokumen.
- Jurnalis menghormati hak nara sumber untuk memberi informasi latar belakang, off the record, dan embargo.
- Jurnalis segera meralat setiap pemberitaan yang diketahuinya tidak akurat.
- Jurnalis menjaga kerahasiaan sumber informasi konfidensial, identitas korban kejahatan seksual, dan pelaku tindak pidana di bawah umur.
- Jurnalis menghindari kebencian, prasangka, sikap merendahkan, diskriminasi, dalam masalah suku, ras, bangsa, politik, cacat/sakit jasmani, cacat/sakit mental atau latar belakang sosial lainnya.
- Jurnalis menghormati privasi, kecuali hal-hal itu bisa merugikan masyarakat.
- Jurnalis tidak menyajikan berita dengan mengumbar kecabulan, kekejaman kekerasan fisik dan seksual.
- Jurnalis tidak memanfaatkan posisi dan informasi yang dimilikinya untuk mencari keuntungan pribadi.
- Jurnalis tidak dibenarkan menerima sogokan. (Catatan: yang dimaksud dengan sogokan adalah semua bentuk pemberian berupa uang, barang dan atau fasilitas lain, yang secara langsung atau tidak langsung, dapat mempengaruhi jurnalis dalam membuat kerja jurnalistik.)
- Jurnalis tidak dibenarkan menjiplak.
- Jurnalis menghindari fitnah dan pencemaran nama baik.
- Jurnalis menghindari setiap campur tangan pihak-pihak lain yang menghambat pelaksanaan prinsip-prinsip di atas.
- Kasus-kasus yang berhubungan dengan kode etik akan diselesaikan oleh Majelis Kode Etik.
KULIAH : Teori Organisasi Pengawasan
Tugas : Teori Organisasi Umum
Dosen : Umar Hanis
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Pengawasan merupakan salah satu fungsi dalam manajemen suatu organisasi. Dimana memiliki arti suatu proses mengawasi dan mengevaluasi suatu kegiatan. Suatu Pengawasan dikatakan penting karena Tanpa adanya pengawasan yang baik tentunya akan menghasilkan tujuan yang kurang memuaskan, baik bagi organisasinya itu sendiri maupun bagi para pekerjanya. Di dalam suatu organisasi terdapat tipe-tipe pengawasan yang digunakan, seperti pengawasan Pendahuluan (preliminary control), Pengawasan pada saat kerja berlangsung (cocurrent control), Pengawasan Feed Back (feed back control).Di dalam proses pengawasan juga diperlukan Tahap-tahap pengawasan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Tahap-tahap pengawasan tersebut terdiri dari beberapa macam, yaitu Tahap Penetapan Standar, Tahap Penentuan Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan, Tahap Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan, Tahap Pembandingan Pelaksanaan dengan Standar dan Analisa Penyimpangan dan Tahap Pengambilan Tindakan Koreksi.
Suatu Organisasi juga memiliki perancangan proses pengawasan, yang berguna untuk merencanakan secara sistematis dan terstruktur agar proses pengawasan berjalan sesuai dengan apa yang dibutuhkan atau direncanakan. Untuk menjalankan proses pengawasan tersebut dibutuhkan alat bantu manajerial dikarenakan jika terjadi kesalahan dalam suatu proses dapat langsung diperbaiki. Selain itu, pada alat-alat bantu pengawasan ini dapat menunjang terwujudnya proses pengawasan yang sesuai dengan kebutuhan. Pengawasan juga meliputi bidang-bidang pengawasan yang menunjang keberhasilan dari suatu tujuan organisasi diantaranya.
I.2 Perumusan Masalah
Dalam makalah ini, penyusun akan memberikan gambaran mengenai pembahasan-pembahasan tentang pengawasan, antara lain : - Pengertian Pengawasan
- Tipe-Tipe Pengawasan
- Tahap-Tahap Pengawasan
- Pentingnya Pengawasan
- Perancangan Proses Pengawasan.
- Bidang-Bidang Pengawasan Strategik
- Alat Bantu Pengawasan Manajerial.
BAB II
ISI
II.1 PENGERTIAN PENGAWASAN
Pengawasan bisa didefinisikan sebagai suatu usaha sistematis oleh manajemen bisnis untuk membandingkan kinerja standar, rencana, atau tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu untuk menentukan apakah kinerja sejalan dengan standar tersebut dan untuk mengambil tindakan penyembuhan yang diperlukan untuk melihat bahwa sumber daya manusia digunakan dengan seefektif dan seefisien mungkin didalam mencapai tujuan.
George R. Tery (2006:395) mengartikan pengawasan sebagai mendeterminasi apa yang telah dilaksanakan, maksudnya mengevaluasi prestasi kerja dan apabila perlu, menerapkan tidankan-tindakan korektif sehingga hasil pekerjaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Robbin (dalam Sugandha, 1999 : 150) menyatakan pengawasan itu merupakan suatu proses aktivitas yang sangat mendasar, sehingga membutuhkan seorang manajer untuk menjalankan tugas dan pekerjaan organisasi.
Kertonegoro (1998 : 163) menyatakan pengawasan itu adalah proses melaui manajer berusaha memperoleh kayakinan bahwa kegiatan yang dilakukan sesuai dengan perencanaannya.
Terry (dalam Sujamto, 1986 : 17) menyatakan Pengawasan adalah untuk menentukan apa yang telah dicapai, mengadakan evaluasi atasannya, dan mengambil tindakan-tidakan korektif bila diperlukan untuk menjamin agar hasilnya sesuai dengan rencana.
Dale (dalam Winardi, 2000:224) dikatakan bahwa pengawasan tidak hanya melihat sesuatu dengan seksama dan melaporkan hasil kegiatan mengawasi, tetapi juga mengandung arti memperbaiki dan meluruskannya sehingga mencapai tujuan yang sesuai dengan apa yang direncanakan.
Admosudirdjo (dalam Febriani, 2005:11) mengatakan bahwa pada pokoknya pengawasan adalah keseluruhan daripada kegiatan yang membandingkan atau mengukur apa yang sedang atau sudah dilaksanakan dengan kriteria, norma-norma, standar atau rencana-rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.
Siagian (1990:107) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan pengawasan adalah proses pengamatan daripada pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar supaya semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya.
Kesimpulannya, pengwasan merupakan suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan tujuan dengan tujuan-tujuan perencanaan,merancang system informasi umpan balik,membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya,menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan.
II.2 TIPE-TIPE PENGAWASAN
Donnelly, et al. (dalam Zuhad, 1996:302) mengelompokkan pengawasan menjadi 3 Tipe pengawasan yaitu :
- Pengawasan Pendahuluan (preliminary control).
- Pengawasan pada saat kerja berlangsung (cocurrent control)
- Pengawasan Feed Back (feed back control)
Pengawasan yang terjadi sebelum kerja dilakukan. Pengawasan Pendahuluan menghilangkan penyimpangan penting pada kerja yang diinginkan yang dihasilkan sebelum penyimpangan tersebut terjadi. Pengawasan Pendahuluan mencakup semua upaya manajerial guna memperbesar kemungkinan bahwa hasil-hasil aktual akan berdekatan hasilnya dibandingkan dengan hasil-hasil yang direncanakan.
Memusatkan perhatian pada masalah mencegah timbulnya deviasi-deviasi pada kualitas serta kuantitas sumber-sumber daya yang digunakan pada organisasi-organisasi. Sumber-sumber daya ini harus memenuhi syarat-syarat pekerjaan yang ditetapkan oleh struktur organisasi yang bersangkutan.
Dengan ini, manajemen menciptakan kebijaksanaan-kebijaksanaan, prosedur-prosedur dan aturan-aturan yang ditujukan pada hilangnya perilaku yang menyebabkan hasil kerja yang tidak diinginkan di masa depan. Dipandang dari sudut prespektif demikian, maka kebijaksanaan-kebijaksanaan merupakan pedoman-pedoman yang baik untuk tindakan masa mendatang.
Pengawasan pendahuluan meliputi; Pengawasan pendahuluan sumber daya manusia, Pengawasan pendahuluan bahan-bahan, Pengawasan pendahuluan modal dan Pengawasan pendahuluan sumber-sumber daya financial.
II.2.2 Pengawasan pada saat kerja berlangsung (cocurrent control)
Pengawasan yang terjadi ketika pekerjaan dilaksanakan. Memonitor pekerjaan yang berlangsung guna memastikan bahwa sasaran-sasaran telah dicapai. Concurrent control terutama terdiri dari tindakan-tindakan para supervisor yang mengarahkan pekerjaan para bawahan mereka.
Direction berhubungan dengan tindakan-tindakan para manajer sewaktu mereka berupaya untuk:
- Mengajarkan para bawahan mereka bagaimana cara penerapan metode-metode serta prosedur-prsedur yang tepat.
- Mengawasi pekerjaan mereka agar pekerjaan dilaksanakan sebagaimana mestinya.
II.2.3 Pengawasan Feed Back (feed back control)
Pengawasan Feed Back yaitu mengukur hasil suatu kegiatan yang telah dilaksakan, guna mengukur penyimpangan yang mungkin terjadi atau tidak sesuai dengan standar.
Pengawasan yang dipusatkan pada kinerja organisasional dimasa lalu. Tindakan korektif ditujukan ke arah proses pembelian sumber daya atau operasi-operasi aktual. Sifat kas dari metode-metode pengawasan feed back (umpan balik) adalah bahwa dipusatkan perhatian pada hasil-hasil historikal, sebagai landasan untuk mengoreksi tindakan-tindakan masa mendatang.
Adapun sejumlah metode pengawasan feed back yang banyak dilakukan oleh dunia bisnis yaitu:
- Analysis Laporan Keuangan (Financial Statement Analysis)
- Analisis Biaya Standar (Standard Cost Analysis)
- Pengawasan Kualitas (Quality Control)
- Evaluasi Hasil Pekerjaan Pekerja (Employee Performance Evaluation)
Tahap Proses Pengawasan :
- Tahap Penetapan Standar
Tujuannya adalah sebagai sasaran, kuota, dan target pelaksanaan kegiatan yang digunakan sebagai patokan dalam pengambilan keputusan. Bentuk standar yang umum yaitu :
a. standar phisik
b. standar moneter
c. standar waktu
- Tahap Penentuan Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan
Digunakan sebagai dasar atas pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara tepat.
- Tahap Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan
Beberapa proses yang berulang-ulang dan kontinue, yang berupa atas, pengamatan, laporan, metode, pengujian, dan sampel.
- Tahap Pembandingan Pelaksanaan dengan Standar dan Analisa Penyimpangan
Digunakan untuk mengetahui penyebab terjadinya penyimpangan dan menganalisanya mengapa bisa terjadi demikian, juga digunakan sebagai alat pengambilan keputusan bagai manajer.
- Tahap Pengambilan Tindakan Koreksi
Bila diketahui dalam pelaksanaannya terjadi penyimpangan, dimana perlu ada perbaikan dalam pelaksanaan.
Menurut Kadarman (2001, hal. 161) langkah-langkah proses pengawasan yaitu:
- Menetapkan Standar
Karena perencanaan merupakan tolak ukur untuk merancang pengawasan, maka secara logis hal irri berarti bahwa langkah pertama dalam proses pengawasan adalah menyusun rencana. Perencanaan yang dimaksud disini adalah menentukan standar.
b. Mengukur Kinerja
Langkah kedua dalam pengawasan adalah mengukur atau mengevaluasi kinerja yang dicapai terhadap standar yang telah ditentukan.
c. Memperbaiki Penyimpangan
Proses pengawasan tidak lengkap jika tidak ada tindakan perbaikan terhadap penyimpangan-penyimpangan yang terjadi.
Menurut G. R. Terry dalam Sukama (1992, hal. 116) proses pengawasan terbagi atas 4 tahapan, yaitu:
- Menentukan standar atau dasar bagi pengawasan.
- Mengukur pelaksanaan
- Membandingkan pelaksanaan dengan standar dan temukanlah perbedaan jika ada.
- Memperbaiki penyimpangan dengan cara-cara tindakan yang tepat.
Terry (dalam Winardi, 1986:397) bahwa pengawasan terdiri daripada suatu proses yang dibentuk oleh tiga macam langkah-langkah yang bersifat universal yakni:
- mengukur hasil pekerjaan,
- membandingkan hasil pekerjaan dengan standard dan memastikan perbedaan (apabila ada perbedaan),
- mengoreksi penyimpangan yang tidak dikehendaki melalui tindakan perbaikan.
Maman Ukas (2004:338) menyebutkan tiga unsur pokok atau tahapan-tahapan yang selalu terdapat dalam proses pengawasan, yaitu:
- Ukuran-ukuran yang menyajikan bentuk-bentuk yang diminta. Standar ukuran ini bisa nyata, mungkin juga tidak nyata, umum ataupun khusus, tetapi selama seorang masih menganggap bahwa hasilnya adalah seperti yang diharapkan.
- Perbandingan antara hasil yang nyata dengan ukuran tadi. Evaluasi ini harus dilaporkan kepada khalayak ramai yang dapat berbuat sesuatu akan hal ini.
- Kegiatan mengadakan koreksi. Pengukuran-pengukuran laporan dalam suatu pengawasan tidak akan berarti tanpa adanya koreksi, jikalau dalam hal ini diketahui bahwa aktivitas umum tidak mengarah ke hasil-hasil yang diinginkan.
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa proses pengawasan dilakukan berdasarkan beberapa tahapan yang harus dilakukan.
- Menetapkan standar pelaksanaan (perencanaan)
Sehingga dalam melakukan pengawasan manajer mempunyai standard yang jelas.
- Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan
Mengukur kinerja pegawai, sejauh mana pegawai dapat menerapkan perencanaan yang telah dibuat atau ditetapkan perusahaan sehingga perusahaan dapat mencapai tujuannya secara optimal.
- Pembandingan pelaksanaan kegiatan dengan standard dan penganalisa penyimpangan-penyimpangan
- Pengambilan tindakan koreksi
Melakukan perbaikan jika ditemukan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi.
II.4 PENTINGNYA PENGAWASAN
Suatu prganisasi akan berjalan terus dan semakin komplek dari waktu ke waktu, banyaknya orang yang berbuat kesalahan dan guna mengevaluasi atas hasil kegiatan yang telah dilakukan, inilah yang membuat fungsi pengawasan semakin penting dalam setiap organisasi. Tanpa adanya pengawasan yang baik tentunya akan menghasilkan tujuan yang kurang memuaskan, baik bagi organisasinya itu sendiri maupun bagi para pekerjanya.
Ada beberapa alasan mengapa pengawasan itu penting, diantaranya :
- Perubahan lingkungan organisasi
Berbagai perubahan lingkungan organisasi terjadi terus-menerus dan tak dapat dihindari, seperti munculnya inovasi produk dan pesaing baru, diketemukannya bahan baku baru dsb. Melalui fungsi pengawasannya manajer mendeteksi perubahan yang berpengaruh pada barang dan jasa organisasi sehingga mampu menghadapi tantangan atau memanfaatkan kesempatan yang diciptakan perubahan yang terjadi.
- Peningkatan kompleksitas organisasi
Semakin besar organisasi, makin memerlukan pengawasan yang lebih formal dan hati-hati. Berbagai jenis produk harus diawasi untuk menjamin kualitas dan profitabilitas tetap terjaga. Semuanya memerlukan pelaksanaan fungsi pengawasan dengan lebih efisien dan efektif.
- Meminimalisasikan tingginya kesalahan-kesalahan
Bila para bawahan tidak membuat kesalahan, manajer dapat secara sederhana melakukan fungsi pengawasan. Tetapi kebanyakan anggota organisasi sering membuat kesalahan. Sistem pengawasan memungkinkan manajer mendeteksi kesalahan tersebut sebelum menjadi kritis.
- Kebutuhan manager untuk mendelegasikan wewenang
Bila manajer mendelegasikan wewenang kepada bawahannya tanggung jawab atasan itu sendiri tidak berkurang. Satu-satunya cara manajer dapat menen-tukan apakah bawahan telah melakukan tugasnya adalah dengan mengimplementasikan sistem penga-wasan.
- Komunikasi
- Menilai informasi dan mengambil tindakan koreksi
Langkah terakhir adalah pembandingan penunjuk dengan standar, penentuan apakah tindakan koreksi perlu diambil dan kemudian pengambilan tindakan.
II.5 PERANCANGAN PROSES PENGAWASAN
Wiliam H. Newman menetapkan prosedure sistem pengawasan dimana dikemukakan 5 jenis pendekatan, yaitu:
- Merumuskan hasil yang di inginkan
Yang dihubungkan dengan individu yang melaksanakan.
- Menetapkan penunjuk hasil
Dengan tujuan untuk mengatasi dan memperbaiki penyimpangan sebelum kegiatan diselesaikan, yaitu dengan:
- Pengukuran input
- Hasil pada tahap awal
- Gejala yang dihadapi
- Kondisi perubahan yang diasumsikan
- Menetapkan standar penunjuk dan hasil
Dihubungkan dengan kondisi yang dihadapi.
- Menetapkan jaringan informasi dan umpan balik
Dimana komunikasi pengawasan didasarkan pada prinsip manajemen by excetion yaitu atasan diberi informasi bila terjadi penyimpangan pada standar.
- Menilai informasi dan mengambil tindakan koreksi
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat diambil satu kesimpulan bahwa proses pengawasan merupakan hal penting dalam menjalankan kegiatan organisasi, oleh karena itu setiap pimpinan harus dapat menjalankan fungsi pengawasan sebagai salah satu fungsi manajemen.
Pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan organisasi akan memberikan implikasi terhadap pelaksanaan rencana, sehingga pelaksanaan rencana akan baik jika pengawasan dilakukan secara baik, dan tujuan baru dapat diketahui tercapai dengan baik atau tidak setelah proses pengawasan dilakukan. Dengan demikian peranan pengawasan sangat menentukan baik buruknya pelaksanaan suatu rencana.
Mengenai pentingnya pelaksanaan pengawasan untuk mensukseskan rencana, Winardi (2000:172) mengungkapkan bahwa: “pengawasan berarti membuat sesuatu terjadi, sesuai dengan apa yang menurut rencana akan terjadi. Perencanaan dan pengawasan boleh dikatakan tidak dapat kita pisahkan satu sama lain, dan mereka ibarat: kembar siam dalam bidang manajemen”.
II.6 BIDANG-BIDANG PENGAWASAN STRATEGIK
Bidang strategik yang dapat membuat organisasi secara keseluruhan mencapai sukses yaitu :
- Transaksi Keuangan
- Analisis Laporan Keuangan (Financial Statement Analysis)
- Manajemen Kas (Cash Management)
- Pengelolaan Biaya (Cost Control)
- Hubungan Manajer dan Bawahan
Hubungan antara manager dan bawahan juga harus baik dan terjaga. Sebisa mungkin ada hubungan 2 arah antara manager dan bawahan, bukan hubungan searah dimana manager terus-terusan memberi perintah kepada bawahan tanpa mau mendengar keluhan dan perasaan bawahannya. Bila ada hubungan harmonis seperti keluarga dalam suatu perusahaan maka akan tercipta team kerja yang solid dan kuat dalam menjalankan perusahaan.
- Operasi-operasi Produktif
II.7 ALAT BANTU PENGAWASAN MANAJERIAL
Alat-alat pengawasan yang paling dikenal dan paling umum digunakan adalah :
- Manajemen Pengecualian (Management by Exception)
Manajemen pengecualian adalah teknik pengawasan yang memungkinkan hanya penyimpangan kecil antara yang direncanakan dan kinerja aktual yang mendapatkan perhatian dari wirausahawan. Manajemen penegecualian didasarkan pada prinsip pengecualian, prinsip manajemen yang muncul paling awal pada literatur manajemen. Prinsip pengecualian menyatakan bahwa bawahan menangani semua persoalan rutin organisasional, sementara wirausahawan menangani persoalan organisasional non rutin atau diluar kebiasaan.
- Management Information System (MIS)
MIS yaitu suatu metoda informal pengadaan dan penyediaan bagi manajemen, informasi yang diperlukan dengan akurat dan tepat waktu untuk membantu proses pembuatan keputusan dan memungkinkan fungsi-fungsi perencanaan, pengawasan dan operasional organisasi yang dilaksanakan secara efektif.
MIS dirancang melalui beberapa tahap utama yaitu :
1. Tahap survei pendahuluan dan perumusan masalah.
2. Tahap desain konseptual.
3. Tahap desain terperinci.
4. Tahap implementasi akhir.
Kriteria agar MIS berjalan efektif, yaitu :
- Mengikut sertakan pemakai dalam tim perancangan
- Mempertimbangkan secara hati-hati biaya system
- Memperlakukan informasi yang relevan dan terseleksi
- Adanya pengujian pendahuluan
- Menyediakan latihan dokumentasi tertulis bagi para operator dan pemakai system
Sedangakan criteria utama MIS efektif yaitu :
- Pengawasan terhadap kegiatan yang benar
- Tepat waktu dalam pemakainya
- Menekan biaya secara efektif
- System yang digunakan harus tepat dan akurat
- Dapat diterima oleh yang bersangkutan
- Analisa Rasio
Rasio adalah hubungan antara dua angka yang dihitung dengan membagi satu angka dengan angka lainnya. Analisa rasio adalah proses menghasilkan informasi yang meringkas posisi financial dari organisasi dengan menghitung rasio yang didasarkan pada berbagai ukuran finansial yang muncul pada neraca dan neraca rugi-laba organisasi.
- Penganggaran
Anggaran dalam organisasi ialah rencana keuangan yang menguraikan bagaimana dana pada periode waktu tertentu akan dibelanjakan maupun bagaimana dana tersebut akan diperoleh. Anggaran juga merupakan laporan resmi mengenai sumber-sumber keuangan yang telah disediakan untuk membiayai pelaksanaan aktivitas tertentu dalam kurun waktu yang ditetapkan. Disamping sebagai rencana keuangan, anggaran juga merupakan alat pengawasan.
Anggaran adalah bagian fundamental dari banyak program pengawasan organisasi. Pengawasan anggaran atau Budgetary Control itu sendiri merupakan suatu sistem sasaran yang telah ditetapkan dalam suatu anggaran untuk mengawasi kegiatan-kegiatan manajerial, dengan membandingkan pelaksanaan nyata dan pelaksanaan yang direncanakan.
BAB III
PENUTUP
III.1 Kesimpulan
Pengwasan merupakan suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan tujuan dengan tujuan-tujuan perencanaan,merancang system informasi umpan balik,membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya,menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan.
Tipe-tipe pengawasan yaitu ; Pengawasan Pendahuluan (preliminary control),Pengawasan pada saat kerja berlangsung (cocurrent control), Pengawasan Feed Back (feed back control). Tahap Proses Pengawasan ; Menetapkan standar pelaksanaan (perencanaan), Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan, Pembandingan pelaksanaan kegiatan dengan standard dan penganalisa penyimpangan –penyimpangan, Pengambilan tindakan koreksi.
Pengawasan penting disebabkan karena Perubahan lingkungan organisasi, Peningkatan kompleksitas organisasi, Meminimalisasikan tingginya kesalahan-kesalahan, Kebutuhan manager untuk mendelegasikan wewenang, Komunikasi dan Menilai informasi dan mengambil tindakan koreksi.
Perancangan proses pengawasan diantaranya yaitu; Merumuskan hasil yang di inginkan, Menetapkan penunjuk hasil, Menetapkan standar penunjuk dan hasil, Menetapkan jaringan informasi dan umpan balik dan Menilai informasi dan mengambil tindakan koreksi. Bidang strategik dalam pengawasan ialah Transaksi Keuangan, Hubungan Manajer dan Bawahan, dan Operasi-operasi Produktif. Alat-alat pengawasan yang paling umum ialah Manajemen Pengecualian (Management by Exception), Management Information System (MIS), Analisa Rasio dan Penganggaran.
III.2 Saran
Pengawasan dirasa sangat dibutuhkan dalam suatu organisasi. Karena jika tidak ada pengawasan dalam suatu organisasi akan menimbulkan banyaknya kesalahan-kesalahan yang terjadi baik yang berasal dari bawahan maupun lingkungan.
Pengawasan menjadi sangat dibutuhkan karena dapat membangun suatu komunikasi yang baik antara pemimpin organisasi dengan anggota organisasi. Serta pengawasan dapat memicu terjadinya tindak pengoreksian yang tepat dalam merumuskan suatu masalah.
Pengawasan lebih baik dilakukan secara langsung oleh pemimpin organisasi. Disebabkan perlu adanya hak dan wewenang ketegasan seorang pemimpin dalam suatu organisasi. Pengawasan disarankan dilakukan secara rutin karena dapat merubah suatu lingkungan organisasi dari yang baik menjadi lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA
http:\\www.monasfaly.multiply.com
http:\\www.pksm.mercubuana.ac.id
http:\\www.yudhim.dagdigdug.com/2
Langganan:
Postingan (Atom)

